Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Thursday, March 22, 2012

Benarlah Adanya! #1


Istirahatnya orang Mukmin hanya ada di Surga


                Sabtu, 17 Maret 2012
Dear Bintang, kalau Allah tidak kasih kekuatan padaku untuk menghadapi hari-hariku sungguh mustahil tubuhku yang kecil, mungil, tak bertenaga ini bisa melakukan ini semua. Aku merasa hari-hariku sangat padat dan penuh sekali akhir-akhir ini. Syukurlah malam ini aku bisa istirahat total semalaman, sejak pukul 17.00 hingga pagi tiba. Hehe…terimakasih ya Allah, minimal aku bisa mengistirahatkan tubuhku ini meski hanya sebentar. Ini cukup untuk memompa kembali semangat dan energiku.

Kamis, 15 Maret 2012
Bermula sejak hari Kamis kemaren. Pagi-pagi aku ke kampus mengurus surat referensi Pak Rektor, sayang sekali beliau sedang ke Jakarta, sehingga aku putuskan mengurus surat permoonan terlebih dahulu dari Dekan Fakultas. Terimakasih Alsep, adik tingkatku yang besedia membantuku dalam hal ini. Membantu membuat surat, mengedit, mengeprint dan menemanaiku mondar-mandir naik tangga. Juga Laser Romeos dan Sony adik-adik tingkatku yang banyak membantu dalam memperbaiki grammarku. Hari Kamis itu aku berjibaku mengurus surat permohonan dari dekan hingga tuntas pukul 12.00 tepat. Aku pulang setelah sebelumnya mendapat pinjaman kaset listening dan buku barron milik ukhti Eka. Ia juga memberikan banyak copian listening dan conversation practice yang ia download dari internet.Terimaksih ukhti.
Itu hari yang berat bagiku. Mengapa? Ya, karena pukul 14.30 aku harus sudah sampai di Kantor BKD Kabupaten Muara Jambi, Sengeti. Mengikuti training center karya tulis. Mereka mengundangku untuk mengikuti TC tersebut. Sebenarnya badanku sudah penat sekali ya Allah, perjalanan ke Sengeti itu bukanlah jarak yang dekat. Demi mengejar pertemuan pukul 14.30 itu berarti minimal harus berangkat dari Mendalo pukul 13.30 WIB. Tapi aku memutuskan tidur dulu di wisma, shalat dan makan. Sebenarnya pihak panitia meminta seluruh peserta untuk istirahat dan menginap di sana. Tapi mengingat malam Jum’at itu aku harus privat dan agenda diskusi dengan Mr. Yanto, maka aku memutuskan untuk pulang ke Jambi. Aku tidak mau menunda.
Dan finally, aku berangkat ke Sengeti pukul 14.00 WIB. Ngebut bawa motor. Dengan kecepatan tinggi aku menembus Sengeti yang indah itu. Syukurlah jalan menuju Sengeti rata, bagus dan banyak pohon, plus sungai Batanghari di sepanjang jalan. Jadi itu perjalanan yang menyenangkan, mesku pun jauh dan sendiri. Dan ternyata aku sampai leih cepat, woW! Ternyata aku adalah peserta pertama yang sampai di penginapan. Hemmh, aneh sekali. Kufikir aku akan terlambat, tapi ternyata aku yang datang paling awal. Karena mengantuk bukan main, aku langsung tidur di penginapan yang disedikana oleh panitia. Lumayan….heee…
Pukul 16.00 panitia mengetuk pintu kamarku. Dia memintaku ke rumah Sekda, karena Ustad Ridwan pelatihku sudah di sana. Rampung shalat, aku bergegas menuju rumah yang dimaksud, yang lokasinya juga di perumahan perkantoran bupati itu. Menemui beliau dan kami berdiskusi di sana. Juga Dedy, rekanku utusan karya tulis putra.
Aku pamit pukul 18.00 WIB. Karena pukul 19.00 aku harus sudah sampai di Jambi, guna mengikuti agenda privat dengan mr. yanto. Aku ngebut, tapi apa boleh buat, Sengeti hujan deras bukan main. Aku kuyub ke Jambi setelah memutuskan berhenti sebentar dan makan dulu. Karena aku pasti tidak sempat makan kalau memutuskan langsung ke rumah mr. Yanto.
Tepat pukul 19.00 aku sampai di Jambi. Dan langsung ngacir shalat di masjid Raudhoh, sementara Cici sudah menungguku di Loket simpang. Kami total terlambat 30 menit ke rumah mr. yanto. Sampai di sana istri beliau, menasehatiku agar kalau bepergian menyiapkan mantel, menjaga diri dan kesehatan. “Hehe, iya Bu…”
Rupanya mr. Yanto mendengar percakapan kami, pas masuk diruangan diskusi, beliau bilang padaku “kalau kecapean sms saja mr, jadi kita bisa pending agenda diskusinya. Lagian kamu juga tadi kan sudah seharian di kampus kan.” Aku nyengir, teringat karena memang seharian aku bertemu mr. Yanto di kampus, beliau juga sedang mengurus surat administrasi untuk persyaratan keberangkatan S3 beliau ke Australia. Duwwh, aku malu sendiri, mengingat memang aku belum sempat ganti baju. Baju yang aku pakai itu baju seharian aku mondar-mandir di kampus, lalu ke sengeti dan lalu belajar malam ini. Sungguh tidak terbayang, entah sudah seperti apa rupaku, jelek, kucel, bau keringat, bau asap motor kendaraan, penguk dan entah istilah apa yang pas buatku. Gembel kali ya. Atau kucing kurap. Hehe…entahlah…sudah tidak berbentuk akhwat sepertinya. Jelek sekali.
Kami belajar malam itu hinggal pukul 21.00 wib. Dan pulang sampai di rumah pukul 22.00 WIB. Aku geloyoran sesampai di rumah. Beres-beres, shalat dan langsung tidur total. Mengingat besok Jumat pagi adalah agenda mengajar di RCQ, dan harus menginap di kantor kabupaten.
***

Jum’at Pagi, 16 Maret 2012
Aku meluncur pagi itu tepat pukul 08.00 WIB menuju RCQ. Agenda mengajar homeschooling rutin setiap hari Senin dan Jum’at. Tapi hari itu aku meminta izin pada Ustadzah hanya bisa mengajar hingga pukul 14.00 WIB. Karena pukul 15.00 aku harus mengikuti TC di Sengeti kembali. Syukurlah Ustadzah memberikan izin setelah beliau memuraja’ah setoran surat terbaruku yang masih kacau balau. Ku fikir hari itu aku akan sukses lancar toll tanpa hambatan menyetorkan hafalanku itu. Rupanya aku masih tersandung pada bab-bab menjelang akir surat. Mau tidak mau aku harus mengulang setoran kembali.
Pukul 14.00 WIB, aku meluncur pulang ke rumah dulu. Setelah sempat mampir ke rumah Umi Indah, nyari jilbab yang lebih longgar. Baju bersihku habis total. Huwaaa….hiks, hiks, aku sungguh tidak sempat untuk menjamah bajuku ya Rabb. Aku memutuskan membeli jilbab sorong yang lebih panjang dan lebar, agar memudahkanku dalam aktifitas yang padat merayap ini. Ohh…aku mau pingsan. Tubuhku rasanya remuk. Tidak terkecuali semangat dalam jiwaku yang masih bisa aku pertahankan.
Pukul 15.00 ternyata aku masih di wisma, bukannya sudah sampai di kabupaten. Ustad Ridwan sudah berulangkali mengirmkan pesan dan menanyakan posisiku, akhirnya aku balas seperti ini “afwan ustad, ana drop, jadi memutuskan tidur dulu, ini baru mau shalat dan siap-siap berangkat” entah bohong atau tidak ya Rabb, tapi aku sudah hampir pingsan. Oh, Allah, kalaulah bukan karena semata-mata niat ibadah pada-Mu, sungguh aku tidak kuat melakoni drama sebagai Tokoh “diriku” ini.
Pukul 16.00 aku ngebut menuju kabupaten. Pukul 18.30 aku baru sampai, karena harus rela mengantri panjang di pom bensin dulu. Sampai di sana, sudah ada dedy yang sibuk berdiskusi. Padahal Ustad Ridwan meminta kami harus sudah menyiapakan judul dan mengeprint 10 lembar karya tulis. Dan aku boro-boro. Teller dan tidak sempat lagi memikirkan PR itu. Dedy menanyakan tugasku, aku menjawab sambil nyengir “Boro-boro bro.”
Pukul 18.00 diskusi usai. Dan aku sukses belum memiliki ide apa pun. Plong kosong kayak kambing congek. Aku ngantuk dan memutuskan istirahat di wisma. Magrib shalat dan makan, lalu isya tidur lagi. Baru pukul 20.00 kami diskusi kembali dengan ustad Ridwan hingga pukul 22.00 WIB.
***

Sabtu, 17 Maret 2012
Pagi hari pukul 07.30 aku meminta diskusi kembali dengan ustad Ridwan. Karena pukul 08.30 aku harus pamit pulang ke Jambi. Hari itu aku menjadi dewan juri lomba karya tulis Al-Qur’an se Kabupaten dan Kota Jambi yang diadakan oleh FSI. Dan hari itu aku full seharian di kampus dari pukul 09.30 hingga pukul 16.00 WIB. Aku meminta izin tidak halaqoh. Seharusnya malam minggu aku punya kelas privat dengan mr. Yanto, aku bermaksud meminta izin. Tapi beruntung beliau mengirimkan pesan bahwa kelas malam itu di pending, karena beliau ada kondangan yasinan. Alhamdulillah. Aku mau tidur malam itu.
19.00 WIB
Aku mengecek email. Beberapa pesan masuk, antara lain dari arai jelek. Aku memintanya memberikan endors notes ku, dan sudah masuk. Terimakasih ndora J Juga beberapa pesan masuk dari instansi penting. Aku mengedit tulisan malam tadi. Tidak jadi tidur. Tapi mengingat minggu pagi aku harus menemui Pak Dede, membantu memberikan bimbingan training kewirausahaan untuk remaja masjid aku tidur lebih cepat. Allah…sungguh benar apa yang selama ini aku dengar. Bahwa istirahatnya orang Mukmin itu hanyalah di Surga.
Permasalahannya adalah???
Akankah aku diantara hamba-Mu yang kelak mendapat jatah beristirahat di rumah-Mu yang mewah, megah dan berkemilau kehijau-hijauan itu ya Allah. Ataukah justru sebaliknya harus bekerja keras dahulu di api neraka-Mu ya Rabb. Tapi sungguh, aku tidak sanggup akan hal itu ya Allah. Aku tidak sanggup lagi. Aku tidak sanggup. Aku takut ya Rabb. Maka izinkalah hamba bekerja keras di dunia saja ya Allah. Agar ketika aku berjumpa dengan-Mu, dalam keadaan yang tenang, damai, tidak grusa-grusu, tidak lecek, kumal, bauk, penguk, kelelahan, kayak gembel seperti saat aku menemui mr. Yanto ketika belajar ya Allah. Kayak kucing kurap jelek yang kehujanan kedinginan.
Ya Allah, aku takut akan pertemuan dalam keadaan diriku yang lecek dan kumal ya Allah. Ya Allah, cukuplah kerja keras ini di dunia saja ya Allah. Aku sungguh tidak sanggup dan cemas, jika ternyata aku menemui-Mu juga masih dalam keadaan tak menentu seperti ketika aku di dunia ini. Aku takut hal itu ya Allah. Izinkanlah hamba bertemu dengan-Mu dalam keadaan dan kondisi terbaik ya Allah. Tolong ya Allah…
Ya Allah…
Aku sungguh ingin menangis mengingat semua ini…Apa pun semoga baik insha Allah. Aku tidak perduli apa kata orang tentang hamba Ya Rabb. Hanya ridha-Mu saja itu harapku. Terimaksih atas rezeki orderan produk gallery yang meningkat tajam untuk bulan-bulan ini ya Allah. Apa pun semoga baik insha Allah. Bismillah. Aku adalah TOKOH UTAMA bagi KEHIDUPANKU. Tokoh TERBAIK bagi Keluargaku. KUNTUM HOIRRU UMMAH UKHRIJAT LINNAS. Bismillah!

No comments: