Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Wednesday, August 10, 2016

Mengangkat anak angkat, bagaimana hukumnya dalam agama?

Alhamdulillah, Najma memasuki usia genap 4 bulan 1 minggu. Ia senantiasa menyertai dalam setiap diskusi yang kami lakukan, suaranya berceloteh diantara suara kami. Seakan tengah ikut serta berpendapat atau tengah menjelaskan dan menyimak ayahnya.

***
"Mascim bagaimana hukumnya mengangkat seorang anak?" Pertanyaan itu melintas begitu saja ketika kami tengah menikmati makan malam, tempo hari.

"Seorang anak bukan berarti menjadi mahram bagi ibu atau ayah yang mengangkatnya." Jawab suami dengan
melahap menu makan malam goreng tempe tepung gurih, masakan khas ibu yang sangat aku gemari.

"Emm, maksudnya Mascim?" Tanyaku kembali.

"Maksudnya adalah, bahwa ketika seseorang mengangkat anak sebagai anaknya maka secara agama anak tersebut tidak boleh dinasabkan kepada ayah yang mengangkatnya sebagai anak (fulan bin fulan atau fulanah binti fulan)." Jawab suami.

"Emm, iya aku ingat...seperti kisah si Zaid kan Mascim. Awalnya kan Rasulullah menisbatkan namanya Zaid Bin Muhammad, sampai akhirnya turun surat al-ahzab." Jawabku.

"Nah tepat sekali, kemudian adalah bahwa anak tersebut bukan berarti menjadi mahram bagi ibu atau ayah yang mengangkatnya." Lanjut suami lagi.

"Loo, begitu ya Mascim. Kok bisa?"

"Karena secara agama, apabila anak yang diangkat menjadi anak tersebut adalah perempuan maka ketika ia telah baligh anak perempuan tersebut hukumnya bukan mahram bagi ayah angkatnya, juga sebaliknya jika yang diangkat adalah anak laki-laki maka ketika ia balighpun menjadi bukan mahram bagi ibunya." Jelas suami.

"Hoo, begitu ya Yah."

"Nah jadi, gimana supaya menjadi mahram? Maka ıbu tersebut harus menyusui anak yang diangkat agar menjadi mahram. Lalu bagaimana jika ia tidak bisa menyusui, maka caranya adalah dengan menyusukan bayinya kepada saudara perempuan pihak ayah atau dari pihak ibu, agar statusnya menjadi anak susuan dari saudara perempuan ayah atau ibunya."

"Emm, I see..." angguk kepalaku.

"Biliyorsun?" Tanya suami dengan bahasa Turki alakadarnya disertai matanya yang menatap, menggodaku.

"Tamaaam, biliyoruuum."

hihi...

********
Ket foto:
atas : Sepatu Koala baby
bawah: ayah dan najma di pagi hari

Depok, 8 Agustus 2016

Tuesday, June 21, 2016

Sydney RasaTurki

Sydney Aroma Turki

Jariku dengan cepat meluncurkan ujung-ujungnya untuk mengetik nama yang cukup asing itu di papan keyboard. Hemm, tak apalah istirahat sejenak setelah beberapa malam stress berat menggugling dan membaca semua informasi bagaimana menangani pilek pada bayi. Pasalnya Najma beberapa malam tak nyenyak istirahat karena hidungnya mampet, pilek.
Alhasil mulai dari resep tradisional, resep yutub hingga resep dokter, kombinasi beberapa resep bisa sedikit banyak meredakan hidungnya yang tersumbat. Alhamdulillah, bobok yang nyenyak ya putriku nan periang. Senyummu yang riang membalut kerinduan Anne pada sosok cerdas bersahaja di sudut aroma Turki, Sydney. Ayahmu.

##
Gallipoli, unik.
Otakku dengan cepat menempelkan label dan menyetujui bahwa kata itu sangat unik. Disusul beberapa gambar yang dikirimkan suami dilayar hangout. "seperti masjid-masjid di Turki ya Yah, kubahnya." Responku refleks, ketika melihat kubah-kubah serta arsitekturnya yang bahkan lebih pas dikatakan bahwa bangunan itu berjejak di bumi Turki daripada di Sydney, andai saja tidak diberikan tulisan tambahan di atas kata Gallipoli, Auburn.
"Orang Turki memang hebat, masjid yang menjadi kebanggaan orang Islam dengan menara dan kubahnya, dari jalan tol udah keliatan. Hebatnya lagi dinamakan Gallipoli, mengingatkan orang Aussie pada kekalahan mereka di perang dunia 1 melawan Ottoman Empire di tanah Gallipoli Turki." Ketik Mas Faris menjelaskan bangunan masjid itu.

Hooo...ternyata dugaanku tidak meleset, perfecto!

"Sydney rasa Turki" Lanjut suami mengetikkan kata yang ringkas dan padat makna.

Jadi teringat, bahwa bangsa Turki (periode ottoman empire) dibawah kesultanan Utsmaniyyah adalah salah satu negara terkuat di dunia. Memiliki catatan sejarah dunia yang penting, sebagai tanah yang menjadi pusat interaksi antara dunia Timur dan Barat selama lebih dari enam abad.

Hemm, kalau difikir-fikir tapi mengapa dalam buku-buku pelajaran sejarah di sekolah tidak ada bab khusus yang panjang lebar menjelaskan tentang dunia Islam dan pengaruhnya ya. Tidak terkecuali hanya secuil bab kecil di ujung pelajaran. Aneh!

##
Adalah Gallipoli, merupakan masjid Auburn Gallipoli yang dirancang dengan gaya arsitektur klasik Ottoman dengan meniru Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki. Begitu kurang lebih informasi yang aku baca dari beberapa sumber. Tergelitik menyelidik karena namanya yang unik ini.

Kesimpuan ringan; jika berkesempatan ke Sydney mampirlah ke Masjid ini sebagai pengobat rasa rindu pada negeri dua benua.

Teşekkürler ayah. Story has been delivered to Najma.

Keterangan: foto kiriman dari ayah Najma

Depok, 21 Juni/Ramadhan 2016

Monday, June 20, 2016

(Jurnal Keluarga) Nasılsın Anne?

Anne


Yah, kata itu kini menjadi demikian istimewa bagiku. Ada sematan penghargaan yang dikaruniakan oleh Allah pada kaki ringkih yang gemar berpetualang ini. Menjadi ibu adalah karunia yang sangat besar dari Allah. Aku gembira sekali dengan kehadiran sahabat kecil yang bisa melepaskan ekspresi-ekspresi kanak-kanakku.

Najma

Selamat datang puteriku. Terimakasih telah mamanggilku dengan kata "anne" itu sangat manis sekali. Perjalanan yang tidak bisa dibilang pendek telah kita tempuh. Kamu tidak hanya sebagai puteri anne, namun juga telah menjadi sahabat kecil tempat anne menumpahkan milyaran ekspresi cinta. Sungguh berbeda rasanya, kehadiranmu membuat anne bahkan mengacuhkan dunia maya ini, tempat dimana anne terbiasa meluapkan suasana semua bahasa jiwa. Terimakasih puteri kecilku, si pipi tembem minipao..xixi

Menjadi ibu penuh dengan selaksa makna. Sulit sekali rasanya menjelaskan dengan beragam cara, waktulah yang mampu menjadi saksi atas kerumitan bagaimana mencernanya. Namun yang pasti, kali ini bahwa anne mengaku kalah, bahwa kehadiranmu telah merontokkan ketidakpedulian anne dengan dunia maya, khususon fesbukiyah. Hhoho..

Najmaku, kata apa yang telah engkau pelajari hari ini Nak?
Lekas sekali engkau tumbuh menjadi sedemikian besar. Hampir 3 bulan usiamu. Bersyukur sekali hati ini memiliki sahabat kecil yang periang, wajah bundarmu yang menggemaskan, itu mirip wajah ayahmu Nak. Gemas sekali anne. Pipimu yang ayah bilang pipi gembil. Najmaku, I love you sayang.

Anne dan Ayah 
yang tengah LDR di bulan Ramadhan :)

##


Sunday, March 20, 2016

Menikmati masa menanti



Emm...tik tok. Bismillah.

Sudah lama rasanya ares-aresan buat nulis. Alhamdulillah tidak terasa sudah genap 9 bulan 2 hari usia kandungan ini. Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kekuatan untuk melewati masa-masa hamil muda saat merantau, pun meski saat tulisan ini saya tulis juga dalam kondisi merantau, hanya bedanya kali ini merantaunya tinggal di rumah ibu mertua. Alhamdulillah, meski jauh dari suami paling tidak ada keluarga suami. Heu, rasanya berat juga ya ternyata jauh dari suami itu. Hehe..apalagi jatuh cintanya pada suami semakin bertambah-tambah setelah pernikahan. Padahal semasa lajang rindunya paling ke orang tua, ke kampung halaman, dipakai buat ngerjakan tugas terobati deh. Tapi, setelah menikah rindunya setiap waktu ke suami.

Sudah hampir seminggu lebih ini saya giat jalan pagi di sekitaran rumah komplek. Selain memang untuk terapi menjelang persalinan juga karena PR dari dr. Dewi, S. Pog supaya rajin jalan pagi . Hihi, kalau dulu ada Mas Faris rajin keliling komplek. Kalau saat ini cukup keliling di samping rumah, beberapa kali keliling.

Serampung shalat subuh dan tilawah, belanja sayur di mamang sayur komplek. Kesukaan saya adalah memilih sayur dan mencari menu makan (kebayangnya seperti masakan di kampung halaman). Bedanya di kampung terbiasa masak sendiri. Disini ada bibi yang membantu memasak, jadi terkadang saya sudah membayangkan sayur tumis pelecing kangkung hijau krenyes-krenyes ditangan bibi jadi berwarna merah cabai berair penuh dan warna hijau daunnya hilang. "Loh, kok ndak seperti yang tak bayangkan." Xixi...beda tangan memang beda rasa dan hasilnya.

Pagi ini saat belanja sayur ketemu Mbak jamu gendong. Hemm...saya dulu waktu kuliah S1 suka sekali konsumsi jamu jahe manis. Duh, elus elus si debay jadi kepengin minum jamu. Alhasil saya pun minta Mbak jamu gendong buat mampir ke rumah, sementara saya memilih sayur. Hari ini kebayangnya masak pepes ikan dan tumis pare pahit. Bapak mertua suka sekali dengan sayur-sayur pahit. Selera makanan saya dan Bapak mertua ternyata sama plek. Contohnya Bapaj suka tumis daun pepaya, kembang pepaya, oncom pelecing, botok, goreng ikan peda, termasuk juga pare pahit. Ahaaii asiik, sama pecis dengan seleraku. Hihi..kalau selera Mas Faris selera Sumatera juga sebenernya, kayak rendang, sambel kentang, dan yang berbau sambel gitu. Selera kami sama untuk urusan rendang. Tapi aku lebih suka daging, nah kalau Mas Faris ayam bakar, ayam goreng. Padahal harga daging kan mahal ya. Hehe, jadinya yang penting ada ikan asin peda. Nyummi.

Loh..loh...kok jadi cerita makanan. Eits, tadi kan cerita soal jamu ya. Jadi setelah belanja saya jalan keliling dan akhirnya Mbak yang jual jamu mampir ke rumah. "Mbak saya sedang hamil, bagusnya yang saya minum jamu apa ya?" Tanya saya ke Mbak nya. Kata Mbak nya Jamu beras kencur. Kalau setelah melahirkan baru jamu kunyit. Jamu kunyit tidak boleh diminum saat hamil. Alhasil saya pun mnum segelas jamu beras kencur. Segernya, alhamdulilah. 

Setelah minum, pulang ke rumah nyerahkan belanjaan ke bibi langsung searching bolehkah minum jamu gendong beras kencur untuk ibu hamil. Hemm...dari banyak tulisan dan sumber tidak ada larangan konsumsi jamu beras kencur untuk ıbu hamil, malah bagus. Kecuali jamu kunyit tidak ada satu pun yang membolehkannya dikonsumsi saat hamil. Untuk itu, akhirnya saya nginbok Mbak di kampung halaman, yang sudah berpengalaman. Apakah boleh minum jamu beras kencur saat hamil. Mau nanya dr. Dewi (dokternya dedek bayi) masih harus menunggu jadwal kontrol. Kita nunggu balasan dari Mbakku tersayang.

Oke, dah dulu ya. Saya mau cek bibi, biar hasil pepes ikan kembungnya sesuai dengan yang saya fikirkan hasilnya. :) :) 

Wednesday, February 24, 2016

demikian aku mencintaimu

Awet. Sudah sejak siang Depok hujan, derras sekali. Melihat air hujan seperti ini kadang-kadang rindu juga dengan salju kota Ankara. Hujan salju yang nyaris telah membuat nyali ummi ciut ketakutan masa pregnant bulan ke 5. 

Sebenarnya ummi selalu gembira kalau salju sedang turun, namun pagi Rabu itu pasalnya ada kelas Istatistik, wajib membawa leptop. Diluar salju turun hebat. Ya Allah, "Bukan ummimu ini tak nak ke skul Anakku," duuh...alangkah beratnya menempuh perjalanan 2 jam ke kampus itu, dalam keadaan seperti benar-benar tidak punya energi. Mau pingsan di bis...sudah sangat keseringan. 

"Oturabilirmiyim lutfen." **could I take sit please. Kalau sudah benar-benar tidak kuat berdiri jika bis sedang penuh ummimu ini baru cepat-cepat intrupsi. Pertanda sudah mau pingsan, keringat dingin. Hoho~ semua penumpang jadi menoleh, terpusat pada ummi. "Ada orang asing minta duduk, barangkali sedang sakit." Mungkin begitu fikir mereka.

Hujan salju Rabu pagi itu untuk pertama kalinya telah berhasil memporak porandakan tangis ummi di depan pintu gerbang Hukuk Fakultesi, alias fakultas hukum. Huwaah..akhirnya nangis juga, dududu~ bukan karena ummi tak nak berjuang, melainkan tak ada energi lagi buat menjangkau fakultas. Ya Allah, ingin sekali rasanya mengeluh tapi malu. Badan ummi sudah lemah sekali rasanya. Tas ummi selalu tersedia bekal, tapi tetap saja lemah sekali rasanya. Allah...berilah kekuatan agar hamba Mu ini bisa sampai di kelas buat belajar. Salju masih lebat, tentu saja plus jalanan sangat licin. 

Tidak adakah orang lalu lalang yang iba hati. Oho~ rasa-rasanya sudah berapa orang Turki yang menawarkan bantuan mengangkat tas leptop ummi. Selama masih mampu, jangan pernah bergantung pada orang lain. Minta tolong sama Allah, pasti pertolongan Allah itu dekat.

Dududu~ kalau ingat masa-masa perjuangan itu ummi rasanya buncah. Bagaimana proses pertolongan Allah itu terlihat sangat dekat dan nyata, selalu ada dimana-mana dan kapan saja.

Galau? Bolehlah kita galau, namun pesan ummi sesekali saja ya. Tak boleh pula larut-larut galau, kecuali galau boleh lihat orang rajin tilawah, sedekah atau apa-apa yang baik.

Dah, itu saje dulu yee coret-coret tangan ummi. #tulisansuka-suka
Evi Marlina, 8month of pregnant, 24022016

Monday, February 22, 2016

Handphone atau shalat Jama'ah

Hujan turun sejak semalaman ketika kami mendarat di bandar udara Soekarno. Alhamdulillah Jakarta hujan. Cepat-cepat segera komat-kamit berdoa, sebelum hujannya reda. Senang sekali rasanya mendarat setelah isya dan langit ibu kota dipenuhi curah air hujan. Pasalnya itu berarti hawa panas Jakarta bisa berkurang dan terasa lebih sejuk. 

Bertambah melimpah kegembiraan hati oleh sebab malam minggu jalanan sepi, tidak macet mengular seperti hari-hari kerja biasanya. "Jakarta kelihatan bagus kan kalo malam hari, mandi lampu." Suara Mas Faris di sela-sela beratnya mataku menahan kantuk. Mobil Damri jurusan Bogor sayup-sayup merayapi jalanan kota Jakarta yang sepi lengang, bebas macet.

Di dalam bis terlihat para penumpang dipenuhi sesak wajah yang kelelahan. Tidur pulas di kursi masing-masing. Sementara kami sibuk mematikan AC yang berada tepat di atas kepala. Mas Faris bilang aku ini tidak berbakat jadi jutawan karena tidak kuat bau AC. Duh...¿%¿¡¥
😨
Kehidupan Jakarta. Entahlah apa yang tengah difikirkan oleh para penjaja makanan di pinggiran sungai hingga larut malam begini di seberang jalan sana. Begitu kerasnya kota ini sampai-sampai udaranya pun ikut membakar. Tantangan kita dan anak-anak saat ini ke depannya tentu lebih hebat dan besar lagi. 

"Jadi, dalam rangka menyiapkan anak-anak yang siap menghadapi tantangannya seharusnya para orang tua lebih khawatir jika anak-anaknya tidak shalat berjamaah di masjid dibandingkan tidak punya handphone atau i-pad." 

Ngiing...suara Mas Faris kemaren siang kembali terngiang-ngiang dikedua telingaku. Mobil Damri terus melaju, kaca jendela mobil dipenuhi rintik-rintik hujan. Allahumma shayyiban naafi'an..

24012016

Ba-ba

Ba~ba


I love you Baba 
Mom told me that you are a great reader, her best partner 
Days become too short 
when we're together...
I'll miss and love you till jannah, 
in sha Allah
Love you my Baba



A poem by little Baby, 8th month of pregnant

Dedicated to her/his beloved Baba @farisjihady
photo was taken by Mom while waiting the doctor in front of hospital, 100216

Sepatu Siapakah ini?

Sepatu Siapakah ini?
================



Hari masih berkabut pagi, harum rumput Puncak Bogor dengan baiknya masuk perlahan dari celah-celah kaca jendela yang setengah terbuka. Terlihat Mas Faris di luar sana bersenandung teduh di bawah sisa hujan, menikmati aroma embun rumput hijau dan pegunungan biru yang berbaris rapi di sisi lereng. Aku tengah berkemas, menyiapkan keperluan. Sementara televisi bersuara, menyala riang. Rasa pegal dikaki meminta menyempatkan duduk sejenak, kedua bola mataku melayangkan pandangan pada sebuah tayangan film yang membawa ingatan era kanak-kanak.

"Kamu nonton filem apa tuch?" 
Tiba-tiba suara Mas Faris bersandar di sisi telinga.

"Hihi, ini filem zaman kanak-kanak Masku." Jawabku singkat.
"Filem begituan kok ditonton." Kata Mas Faris lagi.
"Bukan Mascim, tadi pas dinyalain yang muncul langsung film ini."
***
Siapakah yang tidak mengenal kisah putri malang pemilik sepatu nan indah ini? Sepatu yang kisahnya membuat anak-anak di pelosok desa terpencil pun berlomba-lomba untuk memilikinya. Diproduksilah beragam sepatu kaca dengan tujuan utama anak-anak sebagai konsumennya.
Sepatu kaca milik puteri Cinderella ini adalah satu fenomena dari sekian banyak kisah dongeng negeri khayangan yang demikian terlihat cantik dan menarik hati, film dongeng yang mampu mengajak anak-anak berimajnasi penuh, serta mendorong keinginan menjadi seperti mereka. Tidak kalah lagi dengan film Berbie yang berpakaian seperti putri ratu, mendorong anak-anak juga menginginkan menjadi seorang puteri.
Dalam kisah Putri Cinderella "mungkin" dalam tanda kutip, ingin menyampaikan kebaikan nilai bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan. Kisah Putri Rapunzell, Puteri Salju dan masih banyak kisah-kisah puteri-puteri negeri dongeng lainnya. Namun, sayang sekali seiring anak-anak kita (anak didik, anak-anak tetangga, dan adik-adik kita) yang tumbuh menjadi dewasa, kenyataannya tidaklah mereka temukan sosok puteri impiannya itu dalam kehidupan nyata. Tokoh kebaikan itu ternyata semu. Tidaklah pernah ditemukan dalam buku-buku sejarah sekolah mau pun dalam peninggalan di ruang museum.
Kisah yang dikemas "seolah-olah" adalah sesuai untuk usia anak-anak ini, baik kita sadari mau pun tidak bukankah sebenarnya kurang tepat bahkan tidak layak menjadi konsumsi mata, dan fikiran anak-anak. Disana banyak kita temukan sisipan kisah-kisah "cinta pangeran dan sang puteri." Hampir kebanyakan rata-rata semua film negeri dongeng dengan "sasaran utama anak-anak" menyisipkan tentang "kenyataan yang sesungguhnya berbahaya" bagi pergaulan dan perkembangan anak-anak bukan? Tentu tidaklah kita menginginkan anak-anak tumbuh dengan sosok-sosok idola yang sungguh semu ini.
"Padahal kisah-kisah sesungguhnya memainkan peran yang demikian penting dalam membangun kesadaran akal dan intelektual anak. Bahkan menempati posisi pertama dalam metode pengembangan pemikiran anak yang efektif. Kisah-kisah Rasul adalah kisah-kisah nyata yang bersumber dengan referensi yang murni. Mengisahkan sejarah kehidupan mereka adalah sebaik-baik cara untuk menanamkan nilai-nilai utama ke dalam jiwa anak." (Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid).

Depok, 21022016

Monday, December 21, 2015

Sebuah Romantika; Balada bagi yang tengah jatuh hati

Bismillahirrahmanirrakhim


Tidak terlihat matahari memancar terang dari ujung pucuk pohon gugur hari ini. Tidak pula gaduh suara tetangga apartemen bawah yang sering meramaikan suasana pagi, siang mau pun petang. Keadaan terasa sedemikian tenang. Hari yang bagus untuk membaca buku, atau menjelajahi angka-angka perhitungan yang pada akhirnya mampu menjebolkan daya tahan imun tubuh. Telak! Ambruk...apalagi dengan musim bersuhu mendekati minus, tubuh asia akan mudah terkena batuk, flu, dan semacamnya. Paling tidak sudah lebih baik dan tidak mimisan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

***

Ah...pendahuluan yang bertele-tele :p. Menulis walau bagaimana pun adalah terapi yang murah, mudah dan sederhana untuk menyibak kabut dan fikiran yang penat, padat. Sama halnya terapi saat seseorang di rundung gelisah karena topik cinta, bukankah mudah melahirkan karya-karya besar saat seseorang berkembang hatinya dengan satu kata ini? Yah..."cinta" 💕

Hahaks...sejak kapan saya begitu bersemangat untuk menulis tentang hal ini. Ah sudahlah, mari kututurkan kilas balik sebuah kisah bertema cinta. ***


Alkisah tersebutlah sebuah nama yang mungkin sedikit asing di telinga kita. Kisah tentang kasmaran yang mendera seorang pemuda berketurunan Turki dan Persia. Pemuda yang sungguh terkemuka dan mashur sosoknya, memiliki banyak guru dan pembimbing kecerdasan fikir dan keindahan budi bahasa. Memiliki hobi mendermakan harta, kemampuan yang tidak diragukan lagi dalam bidang gramatika dan kesusastraan. Alangkah sempurnanya pemuda berdarah dua negara ini.

***

Suatu kesempatan masa pemuda nan alim dan penuh ilmu ini terlibat dalam pergolakan batin kisah cinta yang menjadikannya tergila-gila kepada seorang gadis. Sebuah rasa alami yang timbul pada diri manusia

Ah...rasanya memang semua serba berbeda dan dunia menjadi hanya dua sisi saja ketika kita "jatuh cinta."

Sama halnya dengan pemuda yang penuh ilmu ini, ia terus menerus dilanda kegundahan hati. Suatu malam, di musim dingin yang menggigit ia berjalan meninggalkan rumahnya dan berdiri di bawah jendela kamar kekasihnya, sampai pagi menjelang karena begitu besarnya keinginan untuk melihat kekasihnya walau hanya untuk sekilas saja. 

Sementara salju turun dengan deras, sepanjang malam. Hingga ketika adzan subuh terdengar pemuda itu masih mengira bahwa itu adalah adzan untuk shlat isya.

Fajar pun menyingsing, langit terlihat merekah dari selimut petang. Barulah ia sadar betapa ia sedemikian terlena dan merindukan kekasihnya itu. Pemuda itu memarahi dirinya sendiri "Di malam yang indah seperti ini engkau dapat tegak terpaku sampai pagi hari karena hasrat kerinduanmu itu. Tetapi apabila seorang imam shlat membaca surah panjang engkau menjadi demikian gelisah."

***

Sejak peristiwa itu hatinya menjadi penuh dengan gundukan kegundahan. Kemudia dengan terhantuk-hantuk ia bertaubat dan kembali menyibukkan diri dengan beribadah pada Allah. Sedemikian sempurna kebaktiannya kepada Allah sehingga pada suatu hari ketika ibunya memasuki taman, ia lihat anaknya tertidur di bawah rumpun mawar sementara seekor ular dengan bunga narkisus dimulutnya mengusir lalat yang hendak mengusiknya.

***

Setelah melakukan pertaubatan pemuda itu meninggalkan kota Merv dan menetap di Baghdad untuk beberapa lama, ia bertemu dengan para tokoh sufi. Setelah dari Baghdad ia menuju Mekkah dan kemudian kembali ke kota Merv. Mendirikan sekolah tinggi untuk golongan sunnah dan fiqh.

Suatu hari pemuda ini melalui sebuah tempat, orang-orang mengatakan kepada seorang buta yang ada disitu bahwa pemuda ini sedang melewati tempat itu. "Mintalah kepadanya sesuatu yang engkau butuhkan!" Orang buta itu pun berseru, "ya Abdullah berhentilah." Pemuda yang dipanggil Abdullah itu pun berhenti. " Doakanlah kepada Allah untuk mengembalikan penglihatanku ini." Pemuda itu pun menundukkan kepala lalu berdia. Seketika itu juga orang buta itu dapat melihat kembali. Allahu Akbar!
***

Yah...ialah seorang ahli hadits yang terkemuka. Namanya harum dengan kisah romantik dan perjuangannya melakukan pertaubatan. Ialah ABDULLAH BIN AL-MUBARAK.

Di tulis pada 16 Desember 2015 
(disampaikan pada kulsap ODOJ MJR SJS)

Muslimah dan Pendidikan Sepanjang Hayat

Oleh : Evi Marlina 
(seorang istri & Master Candidate of Educational Psychology, Ankara University - Turkey)


Muslimah dan Pendidikan Sepanjang Hayat
Dua kata ini memiliki kekuatan magnet yang mampu menyuntikkan energi harapan, mengubah haluan, mengokohkan peradaban, dan cita-cita sebuah keluarga, masyarakat pun yang lebih besar dan luas dari itu adalah negara. Muslimah dengan perannya sebagai keran pembuka kunci madrasah kehidupan bagi anak-anak, keluarga dan masyarakat disekelilingnya memiliki fungsi dan kedudukan yang signifikan dalam mendorong, menginspirasi, memberikan gagasan serta kiprah amalnya di tengah lautan dinamika masyarakat. Muslimah dengan karakter keibuan dan fitrahnya sebagai ibu mampu memainkan peran sebagai cahaya pelita berbagai problematika kehidupan.
Predikat sebagai muslimah adalah predikat sekaligus prestasi besar yang melekat pada seorang wanita muslim. Dalam predikat ini melekat nilai-nilai, aturan, akhlak, dan semua keindahan perilaku yang terbingkai dengan gelarnya sebagai muslimah. Menjadikan seorang muslimah mulia dan bermartabat. Menjadi kunci dan senjata utama bagi muslimah dalam mengontrol tutur kata, pemikiran, tulisan, tingkah laku dan pada semua aspek kehidupannya. Demikianlah Allah dan Islam telah menempatkan kedudukan wanita muslim. Mengangkat pada derajat yang membuatnya menjadi tinggi dan mulia. Maka terlahir menjadi muslimah adalah prestasi yang tidak ternilai sebagai bekal mengarungi perubahan arus zaman.
Muslimah serta peran yang melekat padanya sebagai madrasah bagi keluarga dan masyarakat membutuhkan instrument perangkat yang akan membantunya menjalankan fungsi mulia tersebut. Islam secara nyata telah memberikan panduan berupa Al-Qur’an dan Hadits yang akan menuntunnya menjalankan peran-peran besar. Salah satu perangkat yang harus digunakan untuk memperoleh dan menyempurnakan kapasitas pemahaman adalah dengan melakukan tholabul ‘ilmi. Menggali dan memperdalam keilmuan yang akan mengangkat derajatnya pada hakikat kemuliaan yang haqiqi. Menggali ilmu agama sebagai bekal dasar yang akan membuatnya kokoh dalam proses menggali ilmu Allah yang jumlahnya tanpa batas, sesuai dengan bidang ilmu yang ia gemari; pendidikan, keagamaan, ketrampilan, olahraga, konseling, kedokteran, kewirausahaan, teknologi, psikologi, filsafat, sastra, komunikasi, ekonomi, astronomi dan lain sebagainya. Lebih jauh lagi dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Stoet, kesimpulan penemuan penelitiannya mendukung gagasan bahwa rata-rata kaum wanita memiliki kemampuan multi-tasking lebih baik dari kaum laki-laki dalam beberapa tipe multi-tasking  (Stoet, Gijsbert. 2013). Tentu saja wanita dengan kemampuan multi-tasking yang ada pada dirinya ini merupakan karunia Allah yang menjadi nilai tambah keunggulan istimewa bagi muslimah dalam mengakselerasi kapasitas intelektual/ tholabul ilmi.
Semakin dalam ilmu yang ia gali akan semakin besar pula kesempatan baginya menjadi guru-guru besar bagi keluarganya, bagi anak-anaknya, dan bagi masyarakat disekelilingnya. Semakin tajam dan luas pengetahuan yang ia miliki semakin besar pula kesempatan baginya menjadi referensi dan rujukan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat luas. Menjadi obat penawar dan solusi kreatif dengan keilmuan yang ia miliki. Lebih jauh dari fungsi itu, semakin kokoh pulalah peran muslimah menjadi pondasi dan guru-guru bagi lingkungnnya.
Derasnya gelombang arus perubahan zaman menuntut muslimah mengambil peran lebih besar dalam tataran global. Kehidupan masyarakat yang ada disekelilingnya merupakan sebuah universitas alam raya dengan corak dan karakter tantangan yang berbeda. Beragam keadaan secara tidak langsung telah mendidik muslimah dalam mengimplementasikan keilmuan ibadah praktis yang lebih luas dan umum. Kehidupan masyarakat menjadi sumber-sumber ladang ilmu bagi muslimah dalam kajian praktis menghadapi tantangan perbedaan lintas budaya, agama, ras, suku, bahasa, adat kebiasaan mau pun keyakinan terhadap Tuhan. Tantangan ini menjadi berlapis-lapis paket ilmu bagi muslimah dengan panduan pemahaman yang baik terhadap fungsinya sebagai pemegang predikat muslimah. Bagaimana ia berupaya mengimplementasikan perannya di tengah-tengah universitas alam raya. Sebagai dirinya sendiri, sebagai istri, sebagai ibu, sebagai masyarakat, sebagai pendidik atau sebagai pemimpin dan penggerak ditengah lingkungannya. Rasulullah bersabda: “Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawabannya tentang yang dipimpinnya.”
Pendidikan sepanjang hayat menjadi sebuah tuntutan yang harus dipenuhi guna mempersiapkan generasi-generasi yang siap menghadapi ketidakpastian masa depan dengan segala tantangannya. Predikat sebagai muslimah dengan bekal pemahaman agama yang baik, kokoh dan matang menjadi akar pondasi utama muslimah untuk berperan di kancah peradaban umat, sehingga pendidikan sepanjang hayat bisa menjadi jembatan baginya menjadi professor ditengah-tengah keluargannya. Professor yang akan melahirkan anak-anak dengan pemahaman agama yang kuat dan baik, professor atau pun guru-guru yang akan membangun masyarakat yang berilmu dan berakhlakul karimah. Masyarakat yang akan menjadi pilar-pilar cahaya bagi terwujudnya bangsa yang bermartabat,  unggul dalam akhlak dan ilmu pengetahuan. Dikatakan dalam sebuah syair Arab yang populer “Al-ummu madrastul ula, iza a’dadtaha a’dadtha sya’ban thayyibal a’raq,” Ibu adalah madrasah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.” Wallahu ‘alam bishawwab.


di tulis pada sebuah musim gugur
Ankara - Turkey, 19 November 2015

Di terbitkan pada 21 Desember 2015 menjemput hari Ibu