Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Friday, August 28, 2020

Challenge of the Week #10 Membangun Ketahanan Pangan dari Rumah

 Membangun Ketahanan Pangan dari Rumah; 

Tips Ketahanan Pangan #Ala ABQA Family

Challenge of the Week #10 Kampung Ibu Profesional Depok

Assalamualaikum. Mak sayang semuanya, alhamdulillah pekan ini akhirnya kita telah sampai pula di pekan ke 10 Maak. Ya Allah...perjalanan yang lumayan panjang dan cukup menggunjang  konsistensi buat menuliskannya di blog, hahaha.

Tapi, pelan-pelan saya nyalakan leptop. Saya bisikin pelan-pelan melakukan upaya mengusir rasa malas dan rasa kantuk yang menghadang "menulislah...menulis...dan menulis..." biar masih buntu idenya pokoknya terus aja nulis, wkwk. Dan pada akhirnya, izinkan saya berbagi secuil ilmu dan secuil ide yang barangkali ada manfaat yang bisa diambil ya Mak. Khususnya dengan tema Ketahanan Pangan COTW KIP Depok.

Sejujurnya saya sangat mengapresiasi teman-teman pengurus yang telah bersusah payah menelurkan ide ketahanan pangan ini. Mendorong para anggotanya untuk turun tangan dan memakmurkan lahan yang ada dengan cara bercocok tanam. 

Friday, August 21, 2020

Aku Akan Bersabar Menunggu

Aku Akan Bersabar Menunggu#3

Catatan #JurnalSyukur3 #EviMarlina 


"Apa nggak sebaiknya kalau kita cari hari lain Ayah?" tanya saya pada suami, saat suami menawarkan untuk ke pasar siang kemaren.

"Tapi ayah sudah terlanjur bilang ke Mbak Nana, ke pasar siang ini," jawab Ayah dengan suara penuh rasa bersalah.

"Iya, tapi apa nggk sebaiknya kalau hari ini kita full istirahat dulu di rumah. Kita ke pasar pas weekend aja gimana?" Jawab Anne masih kekeuh. Sebab saya tahu betul, suami dan anak-anak sebenarnya masih kecapean. Insting isteri dan Ibu insha Allah nggk salah, huehehe.

"Anne aja yang jelaskan ke Mbak Nana ya," kata suami lagi. 

Hmm...Anne mafhum, dimana-mana sepertinya memang tiada seorang Ayah pun di dunia ini yang tega mengecewakan perasaan anaknya. Apalagi anak perempuan.

"Oke..." jawab Anne menyanggupi.

Thursday, August 20, 2020

Challenge of the Week #9 Tips Belanja Bahan Makanan Online

 Tips Belanja Bahan Makanan Online

Challange of the Week #9 Kampung Ibu profesional Depok

Assalamualaikum 

Mak kesayangan yang super kreatif. Taraaa, balik lagi kita di program pekanannya KIP Depok nich. Yupie, apalagi kalau bukan COTW (Challenge of the Week), ahaha. 

Masha Allah, nggk terasa ya Mak kita sudah sampai di COTW pekan ke-9. Masih jauuuh euuy, COTW-nya masih ada sampai COTW #15. Huwaah, warbiyasaaah. Allahu Akbar, ahahaha. Sueemmangat banget nih ngikuti challengenya KIP Depok. 

Beneran ikutan COTW ini jadi semacam modal warming up yang mahal banget bagi saya secara pribadi. Melatih konsistensi persiapan memasuki kelas Bunda Sayang. 

Ya, meski dengan segala keterbatasan yang ada, alhamdulillah bersyukur sekali sebab bisa ikut serta meramaikan programmnya KIP Depok. Alhamdulillah...semua ini atas izin dan karunia Allah. 

Nah tema kali ini adalah tips berbelanja bahan makanan secara online. Di era digital yang serba android sudah mesti kita juga yang bukan generasi jaman now pun tak bisa mengelak dari dunia digital ya Mak. 

Tuntutan zaman membuat kita mau tak mau harus juga ngencengin ikat pinggang. Lari kenceng beradaptasi mengikuti ritme perubahan dan perkembangan teknologi yang super cepat bak kilat. Salah satunya adalah berbelanja bahan dapur secara online. Dulu? Barangkali nggk kebayang ya Mak, bahkan cara berbelanja pun akan secanggih hari ini. 

Apalagi masa pandemi COVID-19. Tentulah semakin terasa manfaatnya berbelanja secara online ini. 

Menu Terlezat di Dunia #2

Menu Terlezat di Dunia #2

Catatan #JurnalSyukur2 #EviMarlina

Roti & Sup Yogurt haberturk.com
Roti Gandum & Sup Yogurt 
Sumber foto: haberturk.com

Kami duduk bertiga di karpet menikmati makan malam; saya, Mbak Nana dan Adik. Sajian menu nasi putih, sayur bayam dan ceplok telor yang di siram kecap. 

Adik memegang mangkuk makan malamnya sendiri. Menjumputi nasi, sayur bayam dan irisan telor ceplok dengan jemari tangannya yang gembil. 

Mbak Nana pun demikian, di wadah piringnya ia menyendoki nasi yang sudah di aduk dengan kecap. Telur dibiarkan dalam keadaan utuh, tanpa di suwir-suwir atau di potong kecil-kecil. Juga menolak bening sayur bayam. 

Masing-masing memiliki selera dan cara makan yang berbeda. Namun, dapat melihat keduanya menikmati makan malam dengan lahap, hati saya pun gerimis.

Saya? Tidak kalah lahap. Saya duduk diantara mereka berdua. Menikmati nasi putih, bening bayam, telor dadar yang sudah dibumbui dengan sambel ulek, dan sedikit orek tempe sisa siang. 

Ya Allah, alangkah lahapnya saya menghabiskan menu yang sederhana ini. 

Ditambah lagi menyaksikan duo bocil yang menikmati makannya dengan lahap pula. Hati saya bertambah pula bersuka cita.

Ya Allah, alangkah bersyukurnya hati saya dapat makan dengan perasaan yang penuh suka cita. 

Wednesday, August 19, 2020

Merdekalah dengan Jiwa yang Bersyukur #1

Perbaharui Niat dan Langkahmu!
Catatan #JurnalSyukur1 #EviMarlina



Segala puji hanya bagi Mu ya Allah, yang Maha mengatur segala urusan setiap makhluk. Atas karunia-Mu jiwa dan fisik ini dapat pula bangun menyimak pagi serta menyongsong hari dengan harapan yang baik.

Hari masih gelap, hening dari riuh suara mesin mobil atau motor yang melintas. Hanya cicit kicau pipit terdengar rimbun dari balik jendela dapur. Sayup perlahan disusul suara adzan dari pengeras suara masjid dan mushola-mushola kecil milik warga perkampungan. Masjid dan mushola-mushola ini letakknya tak jauh dari sisi komplek perumahan. 

Seruan muadzin yang menandakan bahwa waktu subuh menjelang. 

Suami telah pamit pula berangkat ke masjid sejak beberapa menit yang lalu. Anak-anak masih mashuk lelap dalam tubuh kecilnya yang "barangkali" teramat letih. Tinggallah saya duduk mengamati sajadah dalam fajar yang diam-diam menghujani diri dengan puluhan tanya.

"Maka pagi yang manakah yang tak harus jiwa ini syukuri?"

Suara muadzin yang panjang itu pun usai dengan tanpa menyisakan lenguh nafas beban. Seolah terasa begitu lapang jiwa sang muadzin bak Bilal Bin Rabah yang merdeka. Merdeka dan terbebas dari segala belenggu kecemasan dan rasa takut menyongsong hari-hari panjangnya yang penuh ancaman. 

"Lalu apa yang harus engkau cemaskan di tengah rumah dan keluarga yang aman ini, wahai jiwa?"

Friday, August 14, 2020

Challenge of the Week #8 Tips Memilih Bahan Makanan

 Challenge of the Week #8 Tips Memilih Bahan Makanan Segar

Assalamualaykum, Mak semua. Bagaimana kabarnya Mak, alhamdulillah setelah dua minggu COTW OFF, akhirnya kesempatan kali ini kita bisa hadir lagi ya Mak. Pas banget dengan momen menyambut hari kemerdekaan Indonesia. 

Nah, kali ini temanya adalah tips memilih bahan makanan segar. Sebenarnya tidak memiliki ilmu khusus tentang memilih makanan segar. 

Namun, berdasarkan pada pengalaman menjalankan peran domestik, mau pun pengalam masa kecil ditambah dengan bacan-bacaan yang ada sebagai pengokoh, maka berikut saya coba tuang dalam catatan kecil di momen #COTW8 kali ini.

Ada pun bahan-bahan makanan yang saya tuliskan pada kesempatan kali ini adalah bahan-bahan makanan yang biasa saya konsumsi sehari-hari di rumah. Semoga bermanfaat ya Mak. 

Saturday, August 1, 2020

KHUTBAH IDUL ADHA 1441 H/ 2020 M KEKOKOHAN KELUARGA: BELAJAR DARI KELUARGA NABI IBRAHIM AS

KHUTBAH IDUL ADHA 1441 H/ 2020 M
KEKOKOHAN KELUARGA: BELAJAR DARI KELUARGA NABI IBRAHIM AS

Oleh: H.  FARIS JIHADY, LC, MA

Penasehat Bidang Syariah DKM Al-Kautsar/ 
Pembina Lembaga Tahfidz Qur’an Muyassarah
Dosen Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam & Arab Jakarta

Sumber foto : https://suryakepri.com

KHUTBAH PERTAMA

اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ ، لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكبَرُ ، اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ . اللهُ أَكبَرُ كَبِيرًا ، وَالحَمدُ للهِ كَثِيرًا ، وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً وَأَصِيلاً . الحَمدُ للهِ الَّذِي لَهُ مَا في السَّمَاوَاتِ وَمَا في الأَرضِ وَلَهُ الحَمدُ في الآخِرَةِ وَهُوَ الحَكِيمُ الخَبِيرُ ، أَشهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبدُ اللهِ وَرَسُولُهُ ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُم بِإِحسَانٍ " يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم وَالَّذِينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقُونَ " اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ ، لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكبَرُ ، اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, di penghujung Tahun Hijriyah ini, Allah swt telah menyampaikan kita di musim ketaatan yang begitu indah dan istimewa, di tanggal 10 dzulhijjah yang identic sebagai hari terbaik, Rasulullah saw bersabda" أعظم الأيام عند الله يوم النحر Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari penyembelihan. 

Betapa beruntungnya kita yang pada pagi hari ini membasahi lidah kita dengan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid, beriringan dengan ribuan orang di tanah suci sana yang bergerak meninggalkan Arafah, menuju Muzdalifah, dan akhirnya menuju Mina, untuk menutup rangkaian puncak haji dengan pelemparan Jumrah.

Sungguh pemandangan yang sangat agung, pemandangan yang membuat mata menitikkan air mata, mengkhusyukkan jiwa.Ribuan manusia bergerak dalam arah yang sama, tujuan yang sama, dan kiblat yang sama, dalam rangka memanifestasikan penghambaan dan pengesaan Allah semata-mata tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.

Hari ini, 10 Dzul Hijjah, Allah Ta'ala telah menetapkan bagi kita Hari Raya Besar yaitu Idul Adha, Idul Adha adalah hanya salah satu dari rangkaian hari-hari yang suci lagi mulia ini, Allah telah mensyariatkan berbagai ibadah yang menyatu dalam rangkaian hari-hari yang mulia dan suci ini.