Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Sunday, March 2, 2014

Haramain #Dan kita benua itu..

Doc. Pribadi, Marmara Istanbul

Riuh camar kota adalah irama bait jiwaku. Ah...kota ini, selalu mampu membuatku menyimpan melebihi 1001 tanya. Suatu masa pada sebuah pagi, deru ombak bilang padaku, "suratmu sudah sampai dinegerimu," itu adalah kabar terbaik disepanjang pagiku. Saat aku duduk di bawah Bhosporus, memandang Asia, cahayanya lebih mirip matahari sebuah benua. Disana...

...nampak keramaian yang teratur, lalu lalang manusia dengan tertib melompati dermaga Uskudar. Matahari sejuk malu-malu menghangatkan. Aku sejenak terpikir untuk menyebrang kesana, memandang dengan pandangan terbalik. Akankah kudapati rasa yg sama jika ku memandang daratan Eropa ini dari arah sana..

Dermaga kotaku selalu bilang, melaju lajulah jiwamu, melaju lajulah asamu, melaju lajulah cita dan tekadmu. Ada kalanya suratmu mungkin tak terbaca Asia, tapi deru huruf yang engkau tahtakan dengan tintamu adalah ruh yang akan terus menerus hidup." itu sungguh suatu pagi yang menakjubkan. Dermaga kota membawaku berlayar menjangkau luas samudera Marmara, Dan aku duduk di sudut perahu memainkan pandangan pada riak2 ombak yang hidup, memandang matahari yang bergerak naik. 

Pecah...! 
Rinduku. 
Disana...

Ada lintasan di benakku tentang tanah ini, tentang jatuh bangunnya entitas manusia pada sepotong masa. Ada darah yang tertumpah, ada airmata yang mengalir, ada peluh yg membanjir, ada cinta yg mengembara, semuanya bersenyawa dg kecantikan dan kehangatan udara yg kuhirup, angin yg membelai, camar yg berlarian, serta pemilik sepasang mata indah dengan warna berbeda yg selalu duduk manis merayu siapa pun yang berlalu...

Ah...kotaku. Pecahkan rinduku pada Asiaku. Mendudukan hati pada Eropaku. Menerbangkan cita pada sebuah benua. Pemilik langit energi semesta. Hingga pertemukan aku pada sebuah suara. Hatiku tak bergeming saat pertama kali mendengarnya. Di atas dermaga Marmara. Pagi itu matahari seperti sangat dekat padaku dalam hangatnya. Lalu bilang "sambutllah, hijaiyah pagi ini menyapa langit benuamu."

(Sakura RT dalam Cathar, Ankara 17 Februari 2014)

1 comment:

sofia zhanzabila said...

Indah sekali kalimat2nya...saya sampai meneteskan air mata, merasakan kerinduanmu pada kampung halaman. Nanti kakiku menemukan tanah di tepian jalanan aspal, akan kusampaikan salammu Mbak.... Allaha emanet ol. Sampaikan salamku untuk tanah Ottoman... salam kenal :)