Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Tuesday, August 28, 2012

Hosgeldiniz ya TANTANGAN

DORR!!!

Allahu AKBAR!!!

Bunga tumbuh di musim semi,
mekar di musim panas, 
dan di panen di musim gugur. 
(Lagu Si Yongju untuk Ibunya
dalam serial drama Korea Hear my Heart)
Sore ini, 28 Agustus 2012

Bismillah.
Tepat pukul 20.30 WIB aku sampai di Jambi tadi malam. Selamat datang duhai tantangan, selamat datang duhai ketidakpastian, selamat datang duhai ketidakjelasan, dan selamat datang ujian dan rintanngan. Aku tahu, ini adalah sebuah keputusan terburuk, mungkin yang pernah aku lakukan. Aku memutuskan untuk teitap pulang ke Jambi dalam keadaan terburuk dan Tertidak jelas dalam hidupku. Hampir 10 hari di kampung halaman itu adalah zona nyaman yang sangat baik untuk membuat pipiku gemuk dan berat tubuhku bertambah, tapi tidak dengan jiwaku. Disna semua enak, aku menikmati hari-hari gembira. Menangkap lele bersama Bapak, membuat ketupat bersama emak, bertengkar bersama adik dan keponakan, berladang bersama Mb een dan K Agus. Mengunjungi rumah eyang putri, membuatkan air minum untuk eyang karsi dan sederet aktifitas yang membuat riang hatiku. 

Tapi, aku tidak bisa berbohong, aku tidak bisa menipu hatiku ya Allah, bahwa aku tidak boleh lemah dan kalah dengan keadaan itu. Aku harus melatih jiwaku, agar semakin terasah dan kuat. Karena besok atau lusa bisa jadi keadaan akan berubah. Zaman berubah begitu cepat!!! Lebih cepat dari yang aku fikirkan. Pun ketika dahulu, semua Toko Bapak di Pasar terbakarr habis, di lalap si Jago merah, dan semua keadaan yang menyenangkan itu berubah dengan cepat, kami hidup dalam rumah kecil yang sempit, dengan keadaan yang sangat seadanya.
***
Hari ini, aku akan memulai kembali hari-hariku. Hari-hari yang selalu TIDAK PASTI. Tidak pasti karena memang aku tidak bekerja secara tetap, tidak pasti karena usahaku masih naik turun tidak menentu, tidak pasti karena aku masih harus terus berjuang dengan beasiswa-beasiswa master impianku. Ya Allah, aku sungguh ingin merentas dan meletakkan keningku di masjid biru-Mu. Aku sungguh berhasrat mendendangkan suara surat pertamaku di rumah Biru-Mu. Sungguh aku bertumpu dan berharap penuh akan hasrat itu ya Allah.

Apakah aku sudah gila? 
Kadang aku bertanya, apa aku gila ya Allah...
Allah....
Ampuni aku ya Rabb...

sungguh semua berada dalam ketidakpastian. Namun kuatkan keyakinan Hamba untuk terus melangkah meraih Pintu Kemanangan meski  harus duduk di Masjid Beranda Biru-Mu. Izinkan hamba sampai di sana ya Allah...

Allah...
Allah, izinkan hamba

BISMILLAH...
HOSGELDINIZ ya TANTANGAN!
Hamba yakin dengan izin-Mu, BISA INSHA ALLAH...

No comments: