Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Friday, August 28, 2020

Challenge of the Week #10 Membangun Ketahanan Pangan dari Rumah

 Membangun Ketahanan Pangan dari Rumah; 

Tips Ketahanan Pangan #Ala ABQA Family

Challenge of the Week #10 Kampung Ibu Profesional Depok

Assalamualaikum. Mak sayang semuanya, alhamdulillah pekan ini akhirnya kita telah sampai pula di pekan ke 10 Maak. Ya Allah...perjalanan yang lumayan panjang dan cukup menggunjang  konsistensi buat menuliskannya di blog, hahaha.

Tapi, pelan-pelan saya nyalakan leptop. Saya bisikin pelan-pelan melakukan upaya mengusir rasa malas dan rasa kantuk yang menghadang "menulislah...menulis...dan menulis..." biar masih buntu idenya pokoknya terus aja nulis, wkwk. Dan pada akhirnya, izinkan saya berbagi secuil ilmu dan secuil ide yang barangkali ada manfaat yang bisa diambil ya Mak. Khususnya dengan tema Ketahanan Pangan COTW KIP Depok.

Sejujurnya saya sangat mengapresiasi teman-teman pengurus yang telah bersusah payah menelurkan ide ketahanan pangan ini. Mendorong para anggotanya untuk turun tangan dan memakmurkan lahan yang ada dengan cara bercocok tanam. 

Friday, August 21, 2020

Aku Akan Bersabar Menunggu

Aku Akan Bersabar Menunggu#3

Catatan #JurnalSyukur3 #EviMarlina 


"Apa nggak sebaiknya kalau kita cari hari lain Ayah?" tanya saya pada suami, saat suami menawarkan untuk ke pasar siang kemaren.

"Tapi ayah sudah terlanjur bilang ke Mbak Nana, ke pasar siang ini," jawab Ayah dengan suara penuh rasa bersalah.

"Iya, tapi apa nggk sebaiknya kalau hari ini kita full istirahat dulu di rumah. Kita ke pasar pas weekend aja gimana?" Jawab Anne masih kekeuh. Sebab saya tahu betul, suami dan anak-anak sebenarnya masih kecapean. Insting isteri dan Ibu insha Allah nggk salah, huehehe.

"Anne aja yang jelaskan ke Mbak Nana ya," kata suami lagi. 

Hmm...Anne mafhum, dimana-mana sepertinya memang tiada seorang Ayah pun di dunia ini yang tega mengecewakan perasaan anaknya. Apalagi anak perempuan.

"Oke..." jawab Anne menyanggupi.

Thursday, August 20, 2020

Challenge of the Week #9 Tips Belanja Bahan Makanan Online

 Tips Belanja Bahan Makanan Online

Challange of the Week #9 Kampung Ibu profesional Depok

Assalamualaikum 

Mak kesayangan yang super kreatif. Taraaa, balik lagi kita di program pekanannya KIP Depok nich. Yupie, apalagi kalau bukan COTW (Challenge of the Week), ahaha. 

Masha Allah, nggk terasa ya Mak kita sudah sampai di COTW pekan ke-9. Masih jauuuh euuy, COTW-nya masih ada sampai COTW #15. Huwaah, warbiyasaaah. Allahu Akbar, ahahaha. Sueemmangat banget nih ngikuti challengenya KIP Depok. 

Beneran ikutan COTW ini jadi semacam modal warming up yang mahal banget bagi saya secara pribadi. Melatih konsistensi persiapan memasuki kelas Bunda Sayang. 

Ya, meski dengan segala keterbatasan yang ada, alhamdulillah bersyukur sekali sebab bisa ikut serta meramaikan programmnya KIP Depok. Alhamdulillah...semua ini atas izin dan karunia Allah. 

Nah tema kali ini adalah tips berbelanja bahan makanan secara online. Di era digital yang serba android sudah mesti kita juga yang bukan generasi jaman now pun tak bisa mengelak dari dunia digital ya Mak. 

Tuntutan zaman membuat kita mau tak mau harus juga ngencengin ikat pinggang. Lari kenceng beradaptasi mengikuti ritme perubahan dan perkembangan teknologi yang super cepat bak kilat. Salah satunya adalah berbelanja bahan dapur secara online. Dulu? Barangkali nggk kebayang ya Mak, bahkan cara berbelanja pun akan secanggih hari ini. 

Apalagi masa pandemi COVID-19. Tentulah semakin terasa manfaatnya berbelanja secara online ini. 

Menu Terlezat di Dunia #2

Menu Terlezat di Dunia #2

Catatan #JurnalSyukur2 #EviMarlina

Roti & Sup Yogurt haberturk.com
Roti Gandum & Sup Yogurt 
Sumber foto: haberturk.com

Kami duduk bertiga di karpet menikmati makan malam; saya, Mbak Nana dan Adik. Sajian menu nasi putih, sayur bayam dan ceplok telor yang di siram kecap. 

Adik memegang mangkuk makan malamnya sendiri. Menjumputi nasi, sayur bayam dan irisan telor ceplok dengan jemari tangannya yang gembil. 

Mbak Nana pun demikian, di wadah piringnya ia menyendoki nasi yang sudah di aduk dengan kecap. Telur dibiarkan dalam keadaan utuh, tanpa di suwir-suwir atau di potong kecil-kecil. Juga menolak bening sayur bayam. 

Masing-masing memiliki selera dan cara makan yang berbeda. Namun, dapat melihat keduanya menikmati makan malam dengan lahap, hati saya pun gerimis.

Saya? Tidak kalah lahap. Saya duduk diantara mereka berdua. Menikmati nasi putih, bening bayam, telor dadar yang sudah dibumbui dengan sambel ulek, dan sedikit orek tempe sisa siang. 

Ya Allah, alangkah lahapnya saya menghabiskan menu yang sederhana ini. 

Ditambah lagi menyaksikan duo bocil yang menikmati makannya dengan lahap pula. Hati saya bertambah pula bersuka cita.

Ya Allah, alangkah bersyukurnya hati saya dapat makan dengan perasaan yang penuh suka cita. 

Wednesday, August 19, 2020

Merdekalah dengan Jiwa yang Bersyukur #1

Perbaharui Niat dan Langkahmu!
Catatan #JurnalSyukur1 #EviMarlina



Segala puji hanya bagi Mu ya Allah, yang Maha mengatur segala urusan setiap makhluk. Atas karunia-Mu jiwa dan fisik ini dapat pula bangun menyimak pagi serta menyongsong hari dengan harapan yang baik.

Hari masih gelap, hening dari riuh suara mesin mobil atau motor yang melintas. Hanya cicit kicau pipit terdengar rimbun dari balik jendela dapur. Sayup perlahan disusul suara adzan dari pengeras suara masjid dan mushola-mushola kecil milik warga perkampungan. Masjid dan mushola-mushola ini letakknya tak jauh dari sisi komplek perumahan. 

Seruan muadzin yang menandakan bahwa waktu subuh menjelang. 

Suami telah pamit pula berangkat ke masjid sejak beberapa menit yang lalu. Anak-anak masih mashuk lelap dalam tubuh kecilnya yang "barangkali" teramat letih. Tinggallah saya duduk mengamati sajadah dalam fajar yang diam-diam menghujani diri dengan puluhan tanya.

"Maka pagi yang manakah yang tak harus jiwa ini syukuri?"

Suara muadzin yang panjang itu pun usai dengan tanpa menyisakan lenguh nafas beban. Seolah terasa begitu lapang jiwa sang muadzin bak Bilal Bin Rabah yang merdeka. Merdeka dan terbebas dari segala belenggu kecemasan dan rasa takut menyongsong hari-hari panjangnya yang penuh ancaman. 

"Lalu apa yang harus engkau cemaskan di tengah rumah dan keluarga yang aman ini, wahai jiwa?"

Friday, August 14, 2020

Challenge of the Week #8 Tips Memilih Bahan Makanan

 Challenge of the Week #8 Tips Memilih Bahan Makanan Segar

Assalamualaykum, Mak semua. Bagaimana kabarnya Mak, alhamdulillah setelah dua minggu COTW OFF, akhirnya kesempatan kali ini kita bisa hadir lagi ya Mak. Pas banget dengan momen menyambut hari kemerdekaan Indonesia. 

Nah, kali ini temanya adalah tips memilih bahan makanan segar. Sebenarnya tidak memiliki ilmu khusus tentang memilih makanan segar. 

Namun, berdasarkan pada pengalaman menjalankan peran domestik, mau pun pengalam masa kecil ditambah dengan bacan-bacaan yang ada sebagai pengokoh, maka berikut saya coba tuang dalam catatan kecil di momen #COTW8 kali ini.

Ada pun bahan-bahan makanan yang saya tuliskan pada kesempatan kali ini adalah bahan-bahan makanan yang biasa saya konsumsi sehari-hari di rumah. Semoga bermanfaat ya Mak. 

Saturday, August 1, 2020

KHUTBAH IDUL ADHA 1441 H/ 2020 M KEKOKOHAN KELUARGA: BELAJAR DARI KELUARGA NABI IBRAHIM AS

KHUTBAH IDUL ADHA 1441 H/ 2020 M
KEKOKOHAN KELUARGA: BELAJAR DARI KELUARGA NABI IBRAHIM AS

Oleh: H.  FARIS JIHADY, LC, MA

Penasehat Bidang Syariah DKM Al-Kautsar/ 
Pembina Lembaga Tahfidz Qur’an Muyassarah
Dosen Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam & Arab Jakarta

Sumber foto : https://suryakepri.com

KHUTBAH PERTAMA

اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ ، لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكبَرُ ، اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ . اللهُ أَكبَرُ كَبِيرًا ، وَالحَمدُ للهِ كَثِيرًا ، وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً وَأَصِيلاً . الحَمدُ للهِ الَّذِي لَهُ مَا في السَّمَاوَاتِ وَمَا في الأَرضِ وَلَهُ الحَمدُ في الآخِرَةِ وَهُوَ الحَكِيمُ الخَبِيرُ ، أَشهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبدُ اللهِ وَرَسُولُهُ ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُم بِإِحسَانٍ " يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم وَالَّذِينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقُونَ " اللهُ أَكبَرُ اللهُ أَكبَرُ ، لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكبَرُ ، اللهُ أَكبَرُ وَللهِ الحَمدُ

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, di penghujung Tahun Hijriyah ini, Allah swt telah menyampaikan kita di musim ketaatan yang begitu indah dan istimewa, di tanggal 10 dzulhijjah yang identic sebagai hari terbaik, Rasulullah saw bersabda" أعظم الأيام عند الله يوم النحر Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari penyembelihan. 

Betapa beruntungnya kita yang pada pagi hari ini membasahi lidah kita dengan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid, beriringan dengan ribuan orang di tanah suci sana yang bergerak meninggalkan Arafah, menuju Muzdalifah, dan akhirnya menuju Mina, untuk menutup rangkaian puncak haji dengan pelemparan Jumrah.

Sungguh pemandangan yang sangat agung, pemandangan yang membuat mata menitikkan air mata, mengkhusyukkan jiwa.Ribuan manusia bergerak dalam arah yang sama, tujuan yang sama, dan kiblat yang sama, dalam rangka memanifestasikan penghambaan dan pengesaan Allah semata-mata tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.

Hari ini, 10 Dzul Hijjah, Allah Ta'ala telah menetapkan bagi kita Hari Raya Besar yaitu Idul Adha, Idul Adha adalah hanya salah satu dari rangkaian hari-hari yang suci lagi mulia ini, Allah telah mensyariatkan berbagai ibadah yang menyatu dalam rangkaian hari-hari yang mulia dan suci ini.

Thursday, July 30, 2020

Challenge of the Week #7 Memasak Bersama Keluarga

Memasak Bersama Keluarga; Najma`s Family

Assalamualaykum Mak keren Depok. Alhamdulillah, kali ini kita memasuki pekan ke #7 COTW-Kampung Ibu Profesional Depok. 

Alhamdulillah, semenjak bergabung di KIP semakin bertambah keluarga yang berdomisili di kota yang sama. Khususnya dengan bergabung di Kampung Komunitas. 

Dan yang paling menyenangkan adalah membernya adalah kaum perempuan dan Ibu dengan semangat belajar yang sehaluan. Alhamdulillah, semoga semakin mengokohkan semangat langkah semangat kaki-kaki dan punggung kaum Ibu. 

Dan yang pasti, semakin bergembira menjalani fitrah perannya sebagai basis madrasah generasinya. Insha Allah.

Oke, pada pekan kali ini temanya semakin seru aja nih Mak. Tema yang ditujukan untuk membangun bonding yang kuat di dalam keluarga. Sehingga dengan bonding yang kuat tersebut, diharapkan akan mampu membangun sebuah tim keluarga yang sehat dan kuat pula, insha Allah. Ok, yuk ikuti keseruan acara memasak selama 1 pekan bersama keluarga.

Peledak Absensi Kelas yang Misterius #2

Peledak Absensi Kelas yang Misterius #2 

Oleh: Evi Marlina

Tema : Berqurban, Usia : 7-13 tahun

Foto ilustrasi, sumber https://www.jpnn.com/

Hanifa menyerahkan buku yang disampulnya dengan plastik sisa bungkus sabun kompas. Dengan gembira ia serahkan kepada Bapak Zein. Bapak Zein membaca tugasnya dengan seksama. “Bagus tulisan kamu Hanifa,” puji suara Bapak Zein. Lalu meminta Hanifa membacakannya di kelas.

Ya mata pelajaran bahasa Indonesia. Bapak Zein memberikan tugas untuk menulis/mengarang cerita. Hanifa membacakan karangannya di depan kelas. 

Saat menerima tugas itu, dengan segera ia tuliskan apa-apa yang ada didalam kepalanya tentang manfaat membaca saat menjaga warung emaknya. Ia juga menggambar satu ilustrasi yang ia letakkan pada bagian tengah tulisan, seorang gadis yang tengah membaca buku. 

Friday, July 24, 2020

Challenge of the Week #6 Pelepas Dahaga

Challange of the Week #6 Pelepas Dahaga
Jurnal Minuman Sehat untuk Keluarga for One Week Challange

Ahamdulillah, perjalanan kita telah sampai di COTW pekan ke-6. Alhamdulillah, semakin hari terasa pula semakin menikmati setiap prosesnya. Perlahan tak hanya sekedar memenuhi challange namun juga memberikan efek yang positif, membentuk pola hidup (makan dan kebiasaan) yang insha Allah semakin bertambah baik. 

Yang menggembirakan tak hanya itu, khususnya bagi saya secara pribadi adalah dapat pula kesempatan bonus menulis setiap pekannya, haha. 

Ya, menulis adalah terapi yang murah meriah untuk merileksasi diri dari padatnya aktivitas sejak pagi hingga petang. Setelah berjibaku dengan waktu, anak-anak, rumah, tugas-tugas, bisnis, diskusi dll. Tak hanya itu, menulis dan membaca merupakan cara saya untuk memberikan ruang pada "me time" after "we time." :D

Thursday, July 23, 2020

Peledak Absensi Kelas yang Misterius

Suasana Desa tahun 2015, jalan pedusunan telah di aspal

Hari masih pagi sekali. Keadaan desa masih sangat sepi. Hanya suara derit roda sepeda dan sesekali suara kokok ayam yang terdengar silih berganti. Sebagian warga desa belum lagi bangun dari tidur malam yang panjang.

Namun sebagian besar lainnya warga perkampungan telah bergegas meninggalkan rumah, bahkan sejak sebelum tiba waktu shalat subuh. Dengan mengendarai sepeda warga berduyun-duyun menuju ladang karet. Sebagain besar warga desa bekerja dengan menderas pohon

Hanifa dengan baju seragam merah putihnya sudah tampak rapi. Gadis berparas putih, agak kurus dengan alis tebal dan hidung mancung itu tengah berdiri di depan cermin. Ia mengenakan jilbab putih persegi empat yang dilipat menjadi bentuk persegi tiga. Dengan seksama dan penuh hati-hati ia kenakan jilbab yang bagian tepinya dihiasi sulaman bunga itu. Memastikan tidak ada bagian yang mencong.

Friday, July 17, 2020

Challenge of the Week #5 Menu Utama

Challange of the Week #5 Menu Utama
Jurnal Menu Sehat untuk Keluarga for One Week Challange

Sebuah Ucapan Terimakasih 
untuk Tim KIP Depok


Anak-anak menikmati menu harian dengan cara dicemil 

Alhamdulillah, kemaren genap 1 bulan mengikuti program COTW KIP (Challange of the Week Kampung Ibu Profesional) Depok. Terimakasih kepada tim KIP Depok atas apresiasi 4 x Best Badge (Pekan 1, 2, 3, dan 4) yang telah diberikan. 

Penghargaan ini tentu saja memiliki makna yang sangat berarti bagi saya, dimana tak semua orang dapat memberikan ruang apresiasi pada satu profesi sakral yang "bercahaya" ini. Yakni profesi primer seorang Ibu dalam menjalankan salah satu peran dasar dalam keluarga, yakni sebagai manajer operasional ibu rumah tangga.

Tentu saja jalan perjuangan yang sesungguhnya masih sangat panjang. Perjuangan Ibu secara ideal agar mampu menyeimbangkan secara selaras dan beriringan antara hak dan kewajibannya; terhadap keluarga dan dirinya sendiri. Hal ini merupakan jalan panjang perjuangan yang membutuhkan nafas yang panjang pula. 

Thursday, July 16, 2020

Satu Kenangan, di Kota yang Dingin #5

Satu Kenangan, di Kota yang Dingin

Dua ekor burung dara bertengger 
mencari ruang hangat

Ini adalah fajar pertamaku di kota yang dingin ini. Semalaman penuh aku nyaris tidak bisa memejamkan mata. Terbangun berkali-kali karena aroma rumah yang dingin menusuk hingga ke persendian tulang. 

Anne, bahkan mungkin tidak tidur sama sekali hingga fajar menjelang. Aku lihat tubuh ringkihnya yang kokoh itu menggigil gemetaran menahan dingin. Selimut tebal yang dipinjamkan oleh Nine Feride tidak cukup mampu menahan udara musim dingin. Suhu udara yang asing ini dengan angkuhnya telah menembus-nembus dinding rumah. Seperti tiada perduli jika di rumah ini telah berpenghuni. 

Hanya Ayah yang tertidur pulas semalaman, sejak lepas makan malam. Wajahnya yang tegas itu menyiratkan kelelahan yang dalam. Hingga suhu dingin tak mampu mengusik rasa lelahnya yang payah. Aku tahu Ayah lebih letih dariku. Tak hanya tubuh tegapnya yang menahan beban barang bawaan sejak keberangkatan dari Indonesia, namun lebih berat dari itu. Mungkin memikirkan tentang apa yang akan dihadapi oleh dua mata jiwanya ini.

Friday, July 10, 2020

Challange Of the Week #4 Cemilan Sehat

Challange Of the Week #4 Cemilan Sehat


Jurnal Keluarga; Cemilan Praktis & Bergizi untuk Keluarga
for one Week Challange


Anak-anak menikmati susu hangat usai mandi 
dengan aktivitas bermain air di halaman rumah

Assalamualaikum, Mak kesayangan semua. Senang rasanya menjemput akhir pekan kali ini, Sabtu dan Ahad. Setelah beberapa hari buka lapak Flash Sale buku di Facebook, Instagram, dan WA, haha wkwk (1-3 Juli 2020). Meski tampaknya kegiatan berbisnis dari rumah ini sederhana tapi faktanya cukup menguras tenaga, fikiran, dan waktu. Alhamdulillah, gembira rasanya dapat berpetualang menyebarkan buku-buku bernilai, hingga bisa sampai di sudut-sudut kampung di berbagai wilayah. Daaan yang paling nyenengin, di akhir pekan tema COTW-nya terasa passs banget Maak. Seolah memahami bahwa ini saatnya makan-makan, hahaha.

Soal cemilan sehat ini, saya ingin berbagi resep cemilan sederhana yang mudah bahan dan mudah pula proses membuatnya. Ditambah pula bisa melibatkan anak-anak untuk menemani acara masak-masak seru ini. Sembari menyiapkan dan kupas-kupas bahan, anak-anak bisa jadi temen ngobrol yang asyik loh Mak.

Mudah-mudahan pula dengan memberikan ruang yang cukup bagi anak-anak untuk menemani Ibunya beraktifitas di dapur, anak-anak bisa makin akrab, nyaman dan gembira serta kelak trampil mengelola dapur. Ketrampilan dasar di dapur ini, bisa menjadi bekal baiknya untuk kemudian tumbuh mandiri dan kreatif, insha Allah. Nah, okee simak yuk cemilan sehat yang telah saya coba buat selama 1 pekan ini bersama anak-anak di rumah, antara lain sebagai berikut;

Thursday, July 9, 2020

Nejmiyye, Hosgeldiniz!

Nejmiyye, Hosgeldiniz!


Ayah menurunkan 2 bagasi besar, 1 kopor kecil dan dua tas ransel dari mobil taksi, lalu menyiapkan kopor-kopor super besar itu untuk dibawa masuk ke dalam calon rumah kami. Anne menyerahkan selembar uang lira kepada sang supir taksi. Kemudian taksi itu meluncur meninggalkan kami bertiga. 

Cuaca sangat dingin pagi itu, keadaan sekeliling terasa sangat asing. Suasana kawasan apartemen, jalanan, gesekan angin, dan warna langit terasa berbeda. Bahkan suasana pagi itu tidak tampak batang hidung manusia pun yang lewat di jalanan. Sementara di ujung sana langit masih saja muram dengan warna kelabunya. Rerumputan merunduk bersembunyi dari dinginnya angin musim dingin.

Tak lama berselang terdengar derit pintu gerbang apartemen terbuka. Berdiri seorang perempuan paruh baya dengan perawakan agak gemuk dengan jilbab kaosnya yang berwarna hijau. Disampingnya berdiri seorang laki-laki dengan wajah dan perawakan khas Turki, tersenyum hangat menyambut kedatangan kami. “Hosgeldiniz, welcome to Ankara” kata suara seorang laki-laki yang berdiri di sisi perempuan itu. 

Anne menyalami perempuang paruh baya dan saling berpelukan. Anne memberi tahu, agar aku memanggilnya dengan panggilan Nine Feride. Ya, seorang perempuan Indonesia yang menikah dengan pria berkebangsaan Turki, bernama Adnan Bey. 

Nine Feride sudah lama menikah dengan Adnan Bey, sudah kurang lebih 12 tahun usia pernikahan. Bahkan Nine Feride telah resmi pula pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Turki, meski lahir dan tumbuh besar di Indonesia.   

Misi ke-9; Waktu & Bahasa Cinta

Waktu & Bahasa Cinta


Ada perasaan gembira, saat membaca tema pada misi penutup di kelas matrikulasi IIP kali ini. Satu perasaan halus yang perlahan menyesap ke dalam hati; ada rasa kerinduan, rasa cinta, keharuan dst tiba-tiba datang silih berganti. Juga kenangan yang bermunculan dan datang bergantian satu sama lain. Ya, saya menyukai dan menikmati tantangan ini, menulis “Surat Cinta,” kepada suami.

Kapan terakhir kali menulis obrolan cerita indah lewat tulisan? Untuk orang yang paling engkau kagumi? Untuk orang yang engkau harus berbakti? Acapkali kita melewatkan satu waktu ke waktu lainnya dengan hilang begitu saja, tanpa jejak. Tanpa bahasa, tanpa rasa. Padahal alangkah mahal dan berharganya waktu itu. Ia adalah senjata bagi orang yang memancangkan azzam dan ikhtiarnya mengejar doa dan cita-cita. Ia adalah kunci dari semua kunci pintu kemenangan. Bila kita mampu bertempur dengan waktu maka kita pun akan siap berlaga di medan juang. Waktu seperti saat engkau tertinggal pesawat hanya dalam hitungan menit, seperti saat engkau terlambat mengejar bis di kota yang gersang, seperti pada saat kereta melaju kencang dan engkau yang tengah bersusah payah berlari, harus kalah dengan waktu sebab tertinggal waktu 3 menitmu. Begitu berharganya waktu, hingga Allah pun bersumpah dengan waktu “Demi Masa.”

Friday, July 3, 2020

Challange Of the Week #3 Buah-buahan

Challange Of the Week #3 Buah-buahan

Assalamualaykum, Emak pembelajar alhamdulillah perjalanan kita sampai di pekan ke #3 di COTW kali ini yaa. Perjalanan yang menuntut komitmen tentunya, meski dalam perjalanan ada banyak tantangan dan kesibukan yak tentunya. Senangnya kita jalan bareng ya Mak, jadi bisa saling ingetin, saling nyemangatin, saling dorong mendorong dalam kebaikan insha Allah. 

Alhamdulillah, kali ini saya ingin berbagi tentang tanaman buah-buahan dari pekarangan yang tumbuh subur dan lebat. Sejak awal saya menempati rumah ini, ada banyak rizki melimpah yang dikaruniakan Allah kepada kami sekeluarga. Rumah Bapak ini dibangun pada awal-awal perumahan belum seramai hari ini, ditambah pula dengan kebiasaan almarhum Bapak yang senang menanam dan merawat pohon, sehingga pohon-pohon yang telah tumbuh jauh sebelum rumah ini ada tetap dibiarkan. Alhasil rumah yang sekarang saya tempati ini kaya akan berbagai pepohonan yang tumbuh subur dimana-mana. Mulai dari pohon rindang, hingga aneka macam buah-buahan yang tumbuh sangat lebat. Alhamdulillah, atas rizki dan kebaikan alm Bapak kami anak cucunya bisa memetik buahnya yang ranum kala musim panen buah tiba.

Kali ini, saya ingin mengajak emak-emak untuk bertamasya aneka buah-buahan yang sudah ada jauh sebelum saya menempati rumah ini. Ada banyak sekali koleksi buah-buahan, sehingga memang rumah yang saya tempati ini lebih seperti “rumah kebun” saking tumbuhan itu tumbuh sangat lebat. Sampai-sampai setiap hari daun-daun itu selalu saja ada yang berguguran, hampr setiap hari kami harus menyapunya. Sebab jika tidak maka seluruh halaman dan pekarangan rumah pun siap-siap menjadi seperti di negeri musim gugur sepanjang tahun. Wkwk…ahahah. Okelah yuk kita berkeliling satu persatu ya.

Thursday, July 2, 2020

Melukis Cahaya di Langit Kota Ankara

Melukis Cahaya di Langit Kota Ankara

Foto: Langit Kota Ankara pada satu musim dingin

“Ankara'ya hoşgeldiniz.” Suara dari kondektur bis terdengar setengah berteriak memberikan pengumuman berulangkali kepada penumpang bis, bahwa bis yang kami tumpangi telah tiba di terminal ASTI. Sebuah terminal dengan warna gedung keperakan, gaya bangunan khas Eropa. Semburat cahaya langit abu perlahan menyeruak menerbitkan hari. Merekahlah pagi dimusim dingin yang misteri itu. Aku setengah memicingkan kedua mata, memandang setengah kuyu pada orang-orang dan keadaan sekeliling, dengan tatapan yang tidak aku mengerti. Hanya tubuhku saja yang bisa menerjemahkan bahwa perjalanan ini terasa begitu penat, lebih tepatnya membosankan. Hampir kurang lebih 7 jam perjalanan aku bersama Anne dan Ayah menghabiskan waktu hanya dengan duduk di dalam otobus, sebuah bis besar bertuliskan Pamukkale, pada badan bis. Orang-orang disini menyebut bis dengan sebutan otobus.

Otobus besar yang kami tumpangi perlahan bergerak melambat, mengambil posisi di jalur parkir sesuai dengan urutan no peron gedung terminal. Ramai hiruk-pikuk suara orang-orang di terminal, berteriak-teriak dan melambai-lambaikan tangan kesana kemari dengan wajah setengah cemas, setengah letih dan setengah bercahaya. Mungkin keluarga dari para penumpang otobus yang datang menyambut, atau juga mungkin musafir yang tengah singgah untuk kemudian meneruskan perjalanan. Ditambah lagi suara lantang dari para pedagang roti simit dan pedagang teh panas keliling, suasana pagi yang dingin itu semakin terasa sangat berisik.

Friday, June 26, 2020

Challange Of the Week #2 Sayur Mayur

Challange Of the Week #2 Sayur Mayur

Assalamualaykum,

Gunaydin emak pembelajar semuanya, alhamdulillah selamat datang kembali di blog Sakura Romawi Timur. Gimana nih Mak dengan tugas COTW #2 kali ini, yang pasti makin seruh ya sebab temanya adalah tema pokok yang dibutuhkan oleh kaum Ibu di bengkel kreatifitasnya “dapur.”Senang rasanya bisa menulis di blog tiap pekannya meski harus dipaksa dulu, wkwk. Kadang memang harus dipaksain untuk membentuk habit tertentu, apalagi kalau habit itu sebenarnya adalah hal yang kita senangi.

Oke, kali ini saya akan kembali mengajak emak pembelajar untuk kembali bertamasya di pekarangan rumah saya melihat beberapa jenis tanaman sayur yang tumbuh cukup subur. Meski tidak banyak, tapi lumayan cukup memenuhi kebutuhan menu sarapan tiap 2-3 hari setiap pagi, lumayan kan bisa menghemat pengeluaran uang belanja sayur, huehehe. Oke, sesuai dengan tema COTW KIP pekan ke-2 #Depok kali ini adalah tentang tanaman sayur mayur. Kebetulan sekali saya menanam sayur-sayur berikut dipekarangn rumah.

Thursday, June 25, 2020

Alam Terkembang Bercerita

Alam Terkembang Bercerita




“Eh, kan tidak boleh buang sampah sembarangan.” Mbak Nana berjongkok memungut kembali bungkus permen wijen yang baru saja dilemparnya ke lantai. Lalu memasukkannya ke dalam tong sampah di sisi pintu dapur.

“Kita tidak boleh buang sampah sembarangan, karena bisa menyebabkan banjir.” Terdengar lagi suaranya, masih dengan volume nyaring. Lalu tubuh mungilnya berputar menari-menari menikmati sepotong permen wijen kecil pemberian dari Mbah Puteri.

“Kok bisa nyebabkan banjir Mbak kalo kita buang sampah sembarang? Gimana caranya bisa banjir?” Anne akhirnya nimbrung, melihat Mbak Nana asyik bercerita mengikuti irama dalam ruang imajinasinya.

“Iya, tidak boleh Anne karena saluran air bisa pampat, kalo kita buang sampah sembarangan. Jadi bisa menyebabkan banjir.” Jawab Mbak Nana dengan suara semakin nyaring disertai dengan mengangkat jari telunjuknya, pertanda apa yang disampaikannya adalah perkara yang sangat penting.

“Makanya kita harus buang sampah di tong sampah.” Sambungnya lagi.

“Mbak Nana punya buku tentang banjir.” Ia berjalan menuju rak bukunya, mengambil satu judul buku dengan gambar gadis kecil berambut panjang yang tengah menari di taman bunga di bawah rinai hujan.

“Ini buku Mbak Nana, ada cerita tentang banjir kalo kita buang sampah sembarangan.” Tangannya mendekap buku yang baru saja diambilnya, memeluknya ke dada. Sementara ada yang menari-nari riang gembira di dalam hati Anne.

Buku itu Anne beli di salah satu even bazar Indonesia International Book Fair hampir setahun yang lalu, Agustus 2019. Namun agaknya cerita dalam buku itu selalu saja menjadi sumber rujukannya kala ia menemukan dirinya membuang sampah dengan sekehendak hatinya.

***