Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Tuesday, October 15, 2013

bukan sebuah definisi

tidak perlu mendefinisikan apa itu dimensi Lelah - 
karena bumi pun mengajarkan peredaran 
pada poros perputaran
yang belum ada titik jenuhnya...

Pun tidak perlu merumuskan definisi berhenti, 
karena udara terus menerbangkan daun yang gugur, 
laut bergelombang membawa kapal berlayar, 
air bergemericik menghanyutkan ranting,

Disana hanya ada satu hal yang kita harus terus fahami, 
musim terus berganti, dan matahari memercikkan kilau emasnya 
                                                                                    yang baik bagi kehidupan...
Dokumen : Pribadi, di Haji Bayram

[Sakura RT, Turkey - 1 Dzulhijjah 1434 H]
 — di Haci Bayram.

arafah untukmu


Hari beranjak pagi Bu...
dan kita semakin berjauhan, 
pagi ini adha untuk yang ke-2 
tak bertatap pintu dua udara
dan aku kembali membuka jendela
seharusnya bisa kutabung untuk dua tiket saja
mengantar mimpi mu menuju rumah-Nya...

Hari beranjak pagi Bapak
kini aku mulai memahami...
kehidupanku yang semakin dewasa
dan mimpi sederhanamu pun 
harusnya menjadi beban bagiku
yang tidak boleh kuremehkan

Hari bernajak pagi bapak dan ibu
Bolehkah ananda bertanya
apakah bapak dan ibu gembira
ananda sampai di sini
ataukah ada yang kurang pas 
dengan bakti ananda

Hari beranjak pagi bapak dan ibu
adakah taat ananda yang kurang berkenan
bila ada mohon di himpun dalam "ridha"

Sekali lagi, arafah kali ini
hanya do'a yang baru bisa ananda beri...

[10 Arafah 1434 H - 1 Dzulhijjah 1434 H]

Foto : Document Pribadi





Sunday, October 13, 2013

tentang sebuah kisah -GELANG TANGAN-

Bangun pagi sebuah kisah di poskan oleh seorang Bapak yang sedang kuliah di Turkey. Mengepost tentang kisah -seorang ayah dengan anak putrinya- di grup whats up.  Kisah seorang ayah yang membelikan gelang kepada putrinya yang kemudian ia minta kembali, untuk mengetes kesetiaan putrinya. Bedanya setelah di minta ayahnya dan sang anak yang sangat menyayangi gelang itu akhirnya memberikannya meski dengan berat hati, [dan benar ternyata gelang itu adalah gelang imitasi] lalu ayahnya menggantinya dengan gelang emas yang asli. Subhanallah...

Inti dari kisahnya adalah bahwa bisa jadi Allah mengambil apa yang kita sukai karena Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan tidak pernah kita terduga. Sesaat membaca kisah ini fikiranku terbang tinggi. Terbang memasuki lorong puluhan tahun yang lalu. Muncul sebuah bayang bening di cermin mataku. Maka inilah kisahku tentang sebuah GELANG TANGAN itu...

====
"Kalau kamu juara umum lagi Nduk, mengko bapak belikan hadiah." Kata Bapak saat aku menyerahkan raporku. Saat itu kelas I Tsanawiyah catur wulan ke-2. Sementara aku sibuk memikirkan hadiah apa yang pas dan aku inginkan. Bingung...

"mau hadiah apa?" tanya Bapak sekali lagi, membuyarkan lamunanku tentang hadiah yang sampai detik itu pun aku tidak tahu hadiah apa yang aku inginkan. Iya aku ingat, aku jarang bahkan tidak pernah meminta hadiah apa pun kepada Bapak dan Mak dalam hal semisal menjadi rangking satu dan sebagainya. Aku tidak berani meminta hadiah, selain hanya minta selametan bancaan di mushola dengan teman-teman sebagai bentuk syukur. Jadi tiba-tiba dengan pertanyaan Bapak apakah aku menginginkan hadiah untuk kali ini, itu benar-benar membuatku terkejut, dan memang aku tidak pernah memiliki ide apa pun tentang hadiah apa yang aku inginkan.

Saturday, October 12, 2013

-tawakkal-

Hari ini tidak seperti biasa. Aku tidak banyak membaca. Sepertinya mataku bertambah minus. Kemampuan melihatku semakin berkurang. Padahal semenjakdi Turki aku bertambah rajin makan wortel mentah. Dan seharian di depan leptop menulis catatan dan beberapa kali mengecek whats up. Hari ini sengaja aku memberikan jatah istirahat yang cukup untuk tubuhku. Alhamdulillah...membosankan. Hehe ternyata berbaring di kamar seharian itu membosankan juga. Meski memang aku wajib istirahat karena memang sudah ambruk dan lemas sekali rasanya. Tidak berselera makan apa lagi membayangkan berjalan ke metro. Suhu tubuhku sedang tidak normal. Aku hanya sedang merindukan menelpon ustdzah di musim bayram, hihihi...Setiap kali berbincang dengan Ustdzah hatiku tenang sekali. Rasanya aku tidak sanggup mengatakan tidak atau menolak. Selain hanya mengatakan iya ustdzah, na'am ustdzah dan seterusnya. 

Bila aku CEMBURU

Kali ini aku benar-benar cemburu. Melebihi kecemburuan yang biasa aku rasakan jika pesanku tidak segera di balas oleh adikku Rahmi Mulyasari Al-ardvici. atau sahabat karibku Lale Fatma Yulia Ningsih. Kali ini kecemburuanku adalah saat sore itu pukul 17:30 dengan ditemani adik tingkat yang kuliah dikampus tersebut meminjam buku di perpustakaannya. 

Masya Allah...subhanallah...semua buku yang aku butuhkan ada di sana. Setelah sebelumnya stress beberapa jam lamanya duduk termangu di depan leptop memandangi situs amazon.com - melihat list daftar harga buku yang aku butuhkan, sebuahnya seharga 169$ atau senilai 260 an Lira lebih atau senilai 1,5 jutaan kurang lebih dalam rupiah. 

Pustaka kampus METU benar-benar membuatku cemburu bukan main *semoga teman2 metu tidak membesar hidungnya, hoho. Meski kebutuhan buku-buku yang aku butuhkan sebenarnya juga tersedia di kampusku, dan itu juga mencukupi. Hanya saja untuk buku yang berjudul yang sedang aku butuhkan terdapat berbahasa turki. Aku membutuhkan beberapa refernsi berbahasa Inggris. 

Friday, October 11, 2013

Muhasabah Arafah #1

Seperti biasa, malam ini pulang larut kembali. Kali ini larut pulang karena mencari buku referensi di pustaka kampus METU - ODTU. Subhanallah Pustakanya membuatku cemburu ya Allah.

Dan kini sudah nyaris sebulan lebih pulang terlambat. beberapa pekan lamanya menemani adik-adik maba registrasi kampus dan keperluan lain pada awal kehidupan di Turkey. Aku sungguh menyayangi mereka ya Allah. Meski akhirnya cukup membuat tubuhku memberontak dan meriang sejak nyaris 2 minggu yang lalu.
Alhamdulillah Allah mengkaruniakan kesehatan. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Malam tadi, di jalan nyaris terhuyung akibat terlalu pusing. Ingin segera istirahat dan berbaring di kamar. Meski ternyata malam ini adalah agenda evaluasi mengaji pekanan.

Maafkan aku duhai diriku. Kaki-kakiku, kepalaku, terlebih tubuhku. Mengabaikan jatah istirahatmu. Bersabarlah, in sha Allah semua ini bermanfaat. Jika pun tidak saat ini semoga kelak ada manfaat yang baik di kemudian hari in sha Allah. Aku hanya takut ya Allah,tidak mampu bertanggung jawab atas semua organ tubuhku di hari dimana lidahku terkunci. Aku hanya takut ya Allah tidak mampu berbuat apa-apa dan melakukan pembelaan apa pun terhadap diriku sendiri. Semoga saja amalan kecil ini bermanfaat. Dimana hamba tak mampu beramal besar dan banyak.

Thursday, October 10, 2013

Rahasia sebuah Jendela

  Itu unik dan berbeda. 
Pada sebuah Jendela


Kota Ankara di malam hari dari jendela kamarku, pada lantai 18
Doc. Pribadi

Pada sebuah Jendela

Pada ruangan yang sama berbeda. Mengapa ada jendela yang membuat mataku betah berlama-lama membayangkan aku berada di seberang jendela sana. Pada sebuah jendela di malam hari. Saat aku duduk meletakkan semua keletihan pada matahari, meletakkan penat perkuliahan kelas Bahasa Turkey, dimana aku satu-satunya mahasiswa asing. Itu sebuah jendela penghiburku. Yang membuat aku larut dalam kelip-kelip lampu ibu kota Turkey, Ankara. Pada sebuah jendela malam, yang aku suka bilang itu berbeda. Tidak perlu aku berjelajah semua pucuk kota, cukup dari ketinggian kaki 18 lantai, dan aku bisa menikmati keseluruhan kota Ankara. Menatap kelip di ujung kota lampu yang warnanya seperti jeruk mandalina. Jendela ini yang selalu bilang, bahwa tidak sulit mencapai titik ujung cahaya di sana. Kenapa, karena dari jendela ini kamu tahu, kemana tujuan yang hendak kau tuju. Ah sebuah jendela, di kamar asramaku. Dari mu aku belajar, jauh dan lelah mencapai tujuan. Tapi itu lebih baik dari tidak mengerti apa yang harus di tuju. 

Tuesday, October 8, 2013

-hujan Do'a 3 Oktober-

-hujan Do'a 3 Oktober-


Foto doc.pribadi di ambil April 2011, di Kota Malino-Makasar 
Desain hadiah kiriman dari adik-adik UKM Riset & Penalaran EXIST Universitas Jambi, 
3 Oktober 2013

Semoga kisahnya terus bisa memotivasi dan menginspirasi kami semua
- salam akademis -

aamiin ya Allah, sebaliknya doa terbaik untuk semua yang tercinta. Para sahabat dan keluargaku.



Milad Launching -FP Rumah Tulip- Refleksi genap 1 tahun di TURKEY

Persahabatan itu seperti angin yang menebarkan spora lalu ia tumbuh mekar di hatimu. 
Jika ada seribu satu jumlah kisah negeri Baghdad - 
maka kisah kami adalah Tentang MERAH & PUTIH

-Sakura Romawi Timur- 
Ankara, 8 oktober 2013

Rumah Tulip

sumber foto : gugel

Ankara, SAKURA ROMAWI TIMUR

1. "Jadi besok kamu berangkat Nduk?" Begitu kata mak saat aku kemasi barang-barang ke dalam koper. Sementara aku sendiri tidak yakin. Karena tiket kebarangkatan di pending lagi *ntah kapan sebenarnya tanggal terbangku itu. Jambi_Jakarta #sakura

2. Kami duduk berdua di pinggiran Bakri Tower pada pukul serampung magrib. Tidak perduli dengan malam. Aku hanya tidak habis fikir mengapa bisa bertemu dan menggelandang di ibu kota dengan gadis lombok -penyuka nasi dan sambel kentang- hanya dari sebuah inbok pertemanan jejaring sosial fesbuk. Epicentrum-Jakarta #sakura

3. Jadi kembali aku duduk hampir 9 Jam lamanya di dalam sebuah mushola di sisi gedung TURKISH EMBASSY. Sekali lagi menanti teman lombok fesbukku itu. Dan itu adalah pertemuan pertama kami yang mengesankan. Dia memberiku sepaket kisahnya tentang lombok di malam hari. Dan itu menyenangkan. Kuningan-Jakarta #sakura

-Percapakan antara Indonesia VS Turkey

pada suatu petang-

jadi seperti biasa, abi yang namanya Aladin itu sudah mengenalku dengan baik. Dan aku sudah terbiasa belanja di toko yang di dinding pintunya di tempeli pengumuman "saat 22den sonra alcohol yasaktIr" - setelah jam 22:00 alkohol di larang.

sore itu tokonya terlihat sepi. Hanya ada satu pembeli dan satu penjaga toko. Setelah memilih kue manis coklat saya bermaksud bergegas meninggalkan toko. *kelaperan waktu itu...

tiba-tiba..

"abla biliyormusun, ini adalah coklat paling lezat di Turkey." Suara abi aladin. Aku cuma nyengir. "iya memang enak kok." Dalam hatiku. *abla panggilan untuk menghormati perempuan artinya kakak.

"Roti coklat kami di eksport ke berbagai penjuru belahan dunia." katanya lagi dengan bangganya. "Kalian pasti tidak punya coklat selezat ini." Lanjutnya lagi. Aku mesem. "banyak kok di Indonesia." jawabku rada males.

daku si muslimah -Selasa PAHING-

-Selasa PAHING-

kebayang gak sih ada bayi yang lahir tanpa suara oek-oek...
pssttt...


***
Jadi orang kampung sudah nyiapin air buat mandikan bayi yang lahir tanpa suara itu. Mau dimandikan. Dah gak ada harapan - oh my Allah- 

"lahire wes sungsang nduk, lha pas lahir juga ndak jerit-jerit. Ndak ada suaranya. Di keplak-keplak ya gak nangis." Suara mbah Putri.

"wes arep di mandikan jenazah, mergo wes ra nonok nafase." Lanjutnya lagi. Sementara daku cuma meringis. "Nelongso men iku bayi..." mBatinku

"Lha pas wes podo sholawatan, terus sirahi kesiram banyu..." diam sejenak...

"Oeekkk...." suara mbah putri. Lha kok bayine coer-coer.

*hahaha...alhamdulillah. Podo ngguyu wong sak kampung tho mbah?

ternyata bayi yang lahir katanya Seloso pahing lha terus sungsang dan malang pisan itu lha kok saya--

*medeni, hee -Allah Maha Penyayang- tesekkur ederim ya Allah, yang telah memberikan kesempatan padaku melanjutkan kehidupan yang singkat dan fana ini...

sumber foto : gugelDotCom

cathar Oktober -Hadiah Milad dari Bang Berlian CS Kang Abik-

~ Kang Abik & Request Sang Penulis Sakura Romawi Timur; 
Antara Malu dan Semangat Sang Pejuang

Oleh : Berlian Sentosa [Ketua FLP Wilayah Jambi]


Rombongan besar beberapa bus yang disediakan panpel Munas ke 3 FLP di Bali baru saja ‘mendarat’ di Hotel Santi Denpasar. Kami baru saja menempuh perjalanan jarak pendek dari Hotel Green Villas di Kuta, menuju Denpasar. Perjalanan mungkin sekitar 45 menit itu ga kerasa karena heboh para penulis bersua dari seanteor dunia (yang dunia luar cuma dari Arabsaudi dan HK).

Kami baru saja turun dari bus, dan sebuah mobil khusus membawa petinggi BPP FLP Pusat juga menurunkan penumpangnya. Aha, ada kang Abik cs rupanya.

Berhubung permintaan adik yang satu ini, jauh dari Turki segala, Evi marlina, maka tak ayal tanpa perlu banyak mukadimah dan kata sambutan serta petatah petitih apalagi seloko, saya yang sudah masang muka tembok meminta kepada beliau (lebih tepatnya memohon-lebay.com) agar mengabulkan permintaan salah satu warga dunia ini. Warga FLP lain banyak yang berfoto ria dengan Kang Abik dan dedngkot FLP lainnya. Waktu itu para penulis yang ada selain beliau adalah: Gol A Gong, Benny Arnas, BangAswi, Taufan E Prast, kang Irfan Hidayatullah dan Moehyidin. Kebayangkan, meminta tolong kang Abik di depan para jemaah penulis senior ini, yang rada terheran-heran dengan permintaanku.

“Kang Abik, tolong ini amanah dari seseorang. Ia meminta tulisannya di foto.” Kataku kalem pasang muka memelas.

cathar bulan bernama Oktober #1

3 Oktober 2013

Saya bukan seorang pencuri - jangan khawatir, dan tidak pula lah perlu untuk menguntit setiap detik langkah kemana saya pergi. Saya pastikan kamu akan lelah, karena insya Allah saya bisa berlari 1003X lipat lebih cepat dari yang kamu fikirkan...*edisi bermuhasabah dan menggije akibat di kejar ninja *cmiww

4 Oktober 2013

kac derece oluyor? "Berap derajat suhu pagi ini?" Tanyaku pada Sofy saat ia menarik selimut dan kembali menekuni leptopnya. aku mengintip handphoe sofy yang ada dalam genggamannya. 4 derajat. -oh- sudah secepat ini. Hari ini aku harus bertemu anak-anak sekolah. Untuk tugas observasi Psikolojik DanIsma ve Rehberlik - Psikologi konseling. sekarang tanggal 4 Oktober? Dan itu berarti kemaren tanggal 3 Oktober -?- — di Kurtuluş Lisesi.

6 Oktober 2013

-jadilah orang yang merdeka, yang tidak takut di jauhi orang karena harus berdiri di depan matahari. Dan itu jauh lebih merdeka dari bersembunyi di belakang bayangan. Jadilah jiwa yang merdeka yang tidak pernah takut di jauhi "hujan" -kemarau pada sebuah musim-
Jadi di sana sedang turun salju. Ketebalan mencapai cukup untuk bahan membuat bintang salju. 

Buku-buku berbahasa Turki ternyata belum cukup mencairkan pembunuhan minus udara di seberang sana. Erzurum tepatnya. Tumpukan buku bahasa Turki ini hanya mampu membuat pilek dan hidungku semakin tersumbat saja. Rasanya aku tidak mau mendengar ada libur musim lebaran haji kali ini. Aku butuh termos dan lalu duduk di dalam pesawat - yang bisa mendarat di halaman rumah si mbok. *EdisiTEPAR - — di Sabanci kiz ogrenci yurdu.

Thursday, September 26, 2013

cathar 26 Sept _bukan apa-apa_

Jangan suka menunda kebaikan, nanti Allah juga akan menunda memberikan yang baik untukmu- [Sakura RT] - Nasehat kepada diri sendiri @Sepotong Roti di atas Jembatan — di Diskapida. [24 September 2013]


sumber foto : gugel


Bukan apa-apa. Tapi saya sedang tidak ingin banyak bicara. Setelah melepas kerinduan bercakap di telepon dengan mak, si mbah putri dan mak de beberapa hari lalu. Beberapa hari ini pulang ke asrama selalu larut malam. Bukan apa-apa. Saya sedang tidak ingin berbanyak kata. Apa mungkin saya sedang marah? Entahlah...tapi tidak semestinya begitu. Hehe...entahlah. In sha Allah semuanya baik-baik saja di sini. Tapi saya sedang tidak bisa mendefinisikan keadaan. Saya hanya sedang bertanya mengapa ada banyak kemiskinan di muka bumi ini. Saya tidak menyukai melihatnya ya Rabb. Bukan tak mau. Tapi hati saya selalu menolak melihat kemiskinan. Saya tahu itu perih. Saya tahu miskin itu perih. Apa saya takut miskin? 

Cathar 24 Sept _Just A Question_


Sumber foto : gugel, keadaan seorang kakek miskin di ciamis


JUST A Question- 

I just ask to my self why there is poor an rich people in this creation? Sudah berapa tumpuk tisu di kotak lemari? Sudah berapa pena dan pensil di kotak pensil? Aku tidak bisa mendefinisikan seperti apa arti kemiskinan. Ketika kakek berkaca mata yang sebelahnya di tambal kertas karena tidak ada kacanya, apa lagi lensanya menjajakan tisu di depan sisi gerbang kampus. @ah...di jakarta mah banyak yang pura-pura miskin! Okelah sya tidak tahu bagaimana merumuskan kata miskin. 

Tapi paman yang tidak bisa melihat yang duduk di sisi metro beberapa meter dari asramaku itu selalu giat menjual tisunya dari pagi-pagi aku mrmulai berangkat sekolah hingga petang aku tunai belajar. @ah...di jambi juga banyak orang yang pura-pura tidak melihat. 

Cathar 18 Sept _kisah di bawah pohon_

18 September 2013

Kamu tahu apa itu langit biru? Biru Langit itu adalah saat kita duduk di bawah teduhnya pohon, lalu matahari menari disekitarmu. Sementara daun palam jatuh di atas tas buku sekolahmu...@Catatan untuk pejuang Turkey Burslari 2013 — diAnkara Universitesi Saglik Bilimleri Fakultesi.

19 September 2013

Orang yang terbang dan akan terbang mengapa saya yang ikut cemas tidak bisa tidur @-@ Serasa menanti seorang anak yang hingga hari sudah larut petang blm jg tiba di rumah @edisi duduk di bawah pohon yang kali ini daunnya berwarna kuning dan rada kemerah-merahan. iallah nyampe kok nang nduk #eh... — di Ankara Üniversitesi Hukuk Fakültesi.

Sunday, September 15, 2013

cathar 13 sept _percakapan 4 mahasiswa asing_

Jadi duduklah kami berempat. 4 mahasiswa asing dari empat negara yang berbeda. Duduk membicarakan mulai dari kengerian pelajaran bahasa turki, permen-permen manisan negara, filem turki terbaru, liburan di negara masing-masing, sampai pembicaraan penting yang sangat serius. "GAZA" - whats? Yeah...satu dari kami adalah Muslimah Gaza!!! Oh...masya Allah. Menu penutup kisah pekan liburan malam ini adlah mendengrkan kisahnya Gaza!!! 4 mahasiswa asing di akhir pekan- Indonesia-China-Kazakhstan-GAZA!!! Zzz... — di Sabanci kiz ogrenci yurdu.

cathar 13 sept _hadıah dan syukur_

Tidak semua rizki harus berbentuk materi. Syukurilah!!! "Aku sudah memulainya pagi-pagi." Serampung subuh bergegas menuju kampus Tomer, perjalanan dg otobus jauh dan melelahkan. Matahari pagi seperti muntah berat. Panas sekali meski subuh hidung sedikit mimisan. Sejenak mampir dan singgah di asrama lama. Ada keperluan. Dan itu menakjubkan. "Oh masya Allah." Allahu Akbar!!! Mudur asramaku berjilbab!!! Aa...a..kuu...seperti kejatuhan hujan mutiara zamrud. Beliau tersenyum saat aa...ku..uu seperti orang tergagap dari bangun tidur. Maha Puji Allah yang membolak-balikkan hati. "Oh masya Allah hocam." Seruku. Beliau tersenyum.

#bahan sertifikat tomer di kantor Tomer ternyata belum siap. Padahal aku sudah menghabiskan waktu separoh hariku untuk menempuhnya. 

cathar 13 sept _a specıal gıft_

pukul 00:29 bru saja mau merapatin mata. Sebuah sms. evicigim...aku kirimkan hijab-hijab dari negeriku. Semoga engkau suka memakainya. @huks...y Allah, Yang Maha Menciptakan hati yang berkilau... — di Sabanci kiz ogrenci yurdu.

cathar 12 sept _pada sebuah nasehat_

-Buku adalah Sahabat Terbaikmu- [Pesan Bpk. Abdullah Asgaf, guru Tsanawiyah. Sehari saat pamit meninggalkan kampung halaman, menuju ibu kota provinsi. 10 tahun yang lalu]

Kac kitap alabilirim?" Jadi berapa banyak saya boleh meminjam buku di Perpustakaan ini?" Tidak butuh waktu 1 menit untuk melakukan registrasi pustaka. Siap! "Ön tane alabilirsiniz." Jawab abi petugas pustaka. " Ne?" Ön tane mi?" Apa 10 buah buku boleh dibawa pulang? "kalau begitu aku bisa pinjam sebanyak mungkin." Bisik hatiku riang. "Ön kitap mi abi." Tanyaku lagi, tidak percaya. "evet, yes." jawabnya singkat sambil tersenyum. "Kac gün öldunç alabilirim?" Berapa lama saya boleh meminjamnya?" "Ön be§ gün." 15 hari kamu boleh pinjam dan kamu boleh perpanjang 15 hari lagi dg total peminjaman kirk bes gun "45" hari, yang bisa kamu perpanjang melalui sistem internet. tanpa harus ke pustaka" Masya Allah, masya Allah." Aku benar-benar bengong dg sistem peminjaman izin buku. Baik waktu maupun jumlah. Teringat di kampus dulu, hanya boleh meminjam maksimal 3 buku dlm seminggu. Buku ukuran kecil dan halaman yang tipis. Tapi dendanya lumayan kalau telat.

cathar 11 Sept _Sabancı Yürdü_

Haci Kiz Sabanci Yurdu. Nama sebuah Asrama. Setelah perjuangan yang panjang masa pengambilan sks perkuliahan. Inilah Turki! Bersamaan dg masa perpindahan asrama. @sejenak sore ini saya ingin menulis tentang rumah baruku. Sabanci Yurdu. Sabanci adalah nama seorang pengusaha dalam deret daftar orang terkaya di turki. Perusahaannya membumbung di Turki. Tak ada yang tidak mengenal Mr. Sabanci. Sang Konglomerat. Masya Allah. Diasrama ini dg ketinggian 25 lantai. Ruang makan asrama yang mirip ruang makan rich hilton hotel, sultan hotel dan sederet hotel berbintang berapa itu dn sejenisnya. ini terlalu mewah untukku. Dan aku berada di lantai 18-dg anak tangga lift lantai 20. Yang jika aku membuka jendela, masya Allah, inilah kota Perjuanganku. Ankara menjadi begitu terlihat sangat kecil. Seperti cita-cita yang besar. Sesulit apa pun. Semua akan menjadi kecil dan mungkin. Perih perjuangan. Tapi apa yang Mustahil bagi Allah. Semua mungkin. insya Allah!!! Maka nikmat Tuhan Mu yang manakah yang kau dustakan?" [Q.S. Ar-Rahman] — di Hacı Sabancı Kız Yurdunda.

Cathar 11 Sept _pelaut ulung_


foto. gugel 

-Pelaut ULUNG itu tidak terlahir dari laut yang tenang. Dia menjadi ULUNG karena dibentuk dari LAUT yang GANAS- [Anonim]- Maha Besar Allah dg 99 Nama TerbaikNya. — di Hacı Sabancı Kız Yurdunda.

cathar 10 Sept _salahudın hoca_

Hari ini aku menanti hingga 5 jam lamanya. Dari pagi hingga menjelang ashar. Setelah kemaren seharian mngurus mata kuliah, mngurus pengiriman bank dan perpindahan asrama hingga larut malam seorang diri.

Sore ini tepat pada menit akhir yang melelahkan, dan aku sudah lupa apa itu definisi "Lelah dan menanti" sebuah mobil berhenti tepat di depanku saat aku menuruni anak tangga di depan fakultas. Sebuah kaca mobil terbuka dan "evi, kime bekliyorsun? Hocayi bulustunmu?" - evi kamu menunggu siapa? apa sudah bertemu hoca [pimpinan jurusan]- aku mengangkat kepalaku dan "masya Allah hoca salahuddin?" aku berteriak riang. "hocam, mina hoca gelmedi" Hocam mine tidak hadir hari ini hocam." Jawabku. "Geliyorum, geliyorum." Kata beliau...saya akan datang, saya akan datang. Tunggu saya di ruangan." Jawab hoca salahudin. "Alhamdulillah" Riang hatiku. Segera berlari ke Ruangan beliau.

Cathar 9 Sep _salju petang ıtu_


gogel.com

"Jika di luar nanti turun salju, aku Siap gemetar!" [Pepatah Turki] Bismillahitawakkaltu ala'allah...klo bkan Allah yg menciptakan kekuatan ini? Segala puji hanya Bagi Mu Allah. Atas kekuatan ruh dan jasad ini. Waktunya pindah asrama, pukul 20:38 Turki. Bismillah, insya Allah... — di Beştepe Kız Yurdu.

Cathar 8 Sept _tentang sebuah rahasıa_

Suatu hari akan aku kisahkan padamu tentang rahasia gadis-gadis muslim somalia yang hatinya putih bersih itu. Aku baru saja mendapatkannya malam ini. Tapi bukan di dinding ini. Sungguh mengagumkan! Benar-benar mengagumkan. Nantilah hingga masanya, insya Allah #teruntuk calon pembaca novelku di seluruh sudut bumi, insya Allah...#hihi insya Allah... — di Beştepe Kız Yurdu.

cathar 8 Sept 13 _hijab ini_

Aku mengeluarkan dua buah kazak hangat dari lemari. "ini cocok buat hana, dan ini buat sukriye." aku membatin memperhatikan kazak wol baju hangat yang masih putih dan bagus. Aku masih ingat berapa kali memakainya. Lebih tepatnya jarang aku pakai. Meski kazak hangat itu aku beli setelah menghabiskan waktu 40 menit untuk menentukan pilihan. Benar-benar hal bodoh yang pernah aku lakukan untuk hal sepele semacam itu.

"hanna, sukriye ini untuk kalian." Aku bentangkan kazak hangat itu pada mereka berdua yang tengah mengutak-atik leptop di atas sofa ranjang. "smg kala musim dingin tiba ada hal yang membuat kalian tetap ingat padaku." aku menjelaskan sblm mreka sempat menyela.

"ah...masya Allah canim." Jawab hana dengan senyum yang selalu aku bilang itu manis dan tulus.

cathar 6 sept 13 _MAN JADDA WA JADDA_

man jadda wa jadda! Siapa yang bersungguh2 dialah yang mendapat. "Bukan yang paling TAJAM. Tapi yang PALING Bersungguh-sungguh. Bismillah! Pamit...

cathar 5 Sept 13 _pulang_

1,5 jam yang lalu. Sepi! Aku melongok keseluruh ruangan kamar asrama. Meletakkan tas cangkling berisi baju di atas meja belajar. "Dimana gadis-gadis Somalia itu?" Begitu batinku berbisik. Memeriksa seluruh lemari, hanya bbrapa yg masih terkunci. Pertanda masih ada penghuni. Berlari ke ruang kamar depan. Kosong..."Benar, teman-teman Somaliaku sudah meninggalkan asrama, berpindah ke kota masing-masing serampung kelas Tomer dan libur summer." Aku duduk di sofa ranjang atas, memperhatikan sepatu berhak tinggi yang bertengger di sofaku. "milik siapa ini?" Gumamku. Lalu kembali merapikan seprai. Tampak buku-buku berserakan di atasnya. Memeluk biola yang sudah lama tak kusentuh.

Thursday, September 5, 2013

Hanya sebuah catatan #2 Al-Quds

Hanya sebuah catatan
====



"Birruh, biddam nafdika ya Aqsha" 
-Dengan jiwa dan darah akan kami
tebus engkau wahai Al-Aqsa-

Tidak tahulah. Tapi sejak peristiwa Rabiah Al-adawiyah 14 agutus 2013 lalu. Semua membayang. Seakan peristiwa itu berada di samping kamar. Sementara aku hanya mampu mencuri dengar dan mengintip dari celah kecilnya. Rasanya cemburu kala bertemu dengan teman-teman Palestina, yang menyebarkan selebaran-seleberan pembebasan Al-Quds dalam setiap kesempatan. 

"Masya Allah, Indonesia is the largest moslem country in the world." Mereka selalu bilang begitu. Dan aku hanya mampu tersenyum. "insya Allah..." Yah...insya Allah muslim terbesar dengan makna yang bagus.

"subhanallah, masya Allah..." Begitu teman-teman dari negeri Syam, Palestina, Yaman dan yang lain menambahkan. "insya Allah..." lagi-lagi hanya itu yang mampu aku jawab. [Teringat beberapa pekan lalu membaca berita masih ada kasus muslim yang memandikan mobil dengan kembang tujuh rupa, atau teringat juga banyak yang masih demen ama 1001 model hantu Indonesia :3]

Sederhananya, 
Khawatir bila mereka [teman-teman negeri Syam] itu memaksaku meng klik dalam engine pencarian gugel dan ternyata muncul ajang Konser bertajuk miss world dan semacamnya. itu mengerikan. 

"You are the largest moslem country evi, you have a great power to do something." Lagi-lagi begitu kata mereka.

"Aamiin, insya Allah..." Hanya itu yang bisa aku jawab.
Sementara otobus terus melaju... 

Catatan Turkey #Son Bahar - Autumn kali ini

Rasanya enggan untuk bangkit segera. Setelah aku tambahkan sebuah selimut untuk kedua kalinya. Perubahan suhu benar-benar drastis kali ini. 11 derajat Celcius. Dingin sekali. 2 hari lalu matahari masih bersinar hangat. Semalam pulang larut. Sampai di apartemen mb Wuri sekitar pukul 01:00 waktu Turki. Mengantar teman ke terminal Asti yang pulang ke Istanbul. Dan rasanya berat betul pagi ini untuk bangun, meski akhirnya memaksakan diri membuka hape dan mengecek puluhan pesan whats up yang masuk. Kebetulan lagi gak shalat. syukurlah.

===
Entahlah, semalam untuk yang kedua kalinya aku bermimpi bertemu Bapak dan Ibu. Kemaren malam juga begitu. Padahal lebaran lalu baru saja telpon-telponan. Mungkinkah mereka sedang rindu padaku, sedang membayangkan sedang apa aku, atau sedang memikirkan siapa jodohku, wkwk...hehe begitulah, setiap kali bercerita panjang lebar dalam telpon, selalu berujung pada tema pertanyaan yang sama. Dan aku pun hanya memiliki jawaban yang sama, "insya Allah dalam waktu dekat dan yang terbaik dari Allah, do'anya ya mak..." Hihi...insya Allah.

Wednesday, September 4, 2013

Hanya sebuah

Hanya sebuah

===

Hanya sedang duduk dan berfikir. Betapa bersyukurnya kita terlahir di tanah yang di sana bisa tumbuh tunas tanpa akar. Pada sebuah kehijauan yang matahari memancar sepanjang tahun...pada sebuah laut yang percikannya memerak dalam retina. Pada negeri yang penduduknya saling menyayangi. Saling mengenal dari tepi ujung desa kampung hingga ujung tepi sisinya. Pada sebuah penduduk yang bila satu sakit, sakitlah semua sekujur tubuh.

Hanya sedang duduk dan berfikir. 
Menjadi darah dari bumi yang tanahnya bersangsa-bangsa. Memanjang dalam khatulistiwa yang tepinya dihiasi batu-batu hijau berkilauan. Yang putra-putrinya berlarian di tepi sungai dalam jernih yang bercermin-cermin, dalam batu-batu yang bisa bentangkan sajadah di atasnya. Yang daunnya gugur mengompos subur...

Sunday, September 1, 2013

Aamiin insya Allah...

Aamiin insya Allah...

1. Ibunda yang memiliki 7 orang anak yang entrepreneur dan hafidz [hehe...]
2. Penulis Novel dan kumpulan kisah-kisah sederhana
3. Expert dan Konsultant bidang psikologi pendidikan
4. Menulis buku-buku bidang keilmuan psikology pendidikan
5. Memiliki sekolah kreatif dengan basis psikology pendidikan

Catcil #Kuliah Psikology 1

Psikologi memandang bahwa pribadi kreatif dapat ditinjau dari perspektif humanistik dan psikoanalisa.

2nd core concept is d belief that to teach skillfully, we must have as much knowledge about students as possible: needs, characteristics ,differences

seems too simple to say that educational psychology is the psychology of learning and teaching. 

Glover and Ronning (1987, p.14) includes topics that span human development, individual differences, measurement, learning, and motivation

A priority in educational psychology is understanding the learning process, that is; the procedures and strategies that students use to acquire new information

If you become a regular classroom teacher, you will come into contact with one or more students who are exceptional. There are many different types of exceptional students, including the gifted and talented, as well as students experiencing sensory handicaps, communication disorders, physical and health impairments, behavior disorders, learning disabilities, and mental retardation

Questions like the following are about pedagogical knowledge. Am I sufficiently prepared in this subject to know the best way to introduce it? What is the best way to teach its core elements? What is the best way to evaluate my students? To answer these questions, you must have usable knowledge about teaching, learning, and students (Borko & Putnam, 1996). 

Saturday, August 31, 2013

Sekolah Masa Depanku #1


Contoh Sekolah Masa Depan yang ingin saya bangun "Desain Merk Sekolah"

ini adalah project yang ingin saya tekuni ketika pulang ke tanah air. Sederhana!! Sebuah Sekolah Masa Depan. Saya memimpikan memiliki sebuah sekolah dengan halaman luas berhektar-hektar. Sebuah gedung dengan bangunan yang megah. Berteknologi tinggi, hijau dan menentramkan. Kelas-kelas belajar yang modern, canggih dan hijau. Dan para murid Suku Anak Dalam bisa belajar dengan baik disana. Menumbuhkan mereka menjadi entrepreneur-entrepreneur muslim yang hebat. 

Tuk tuk...apa dengan usiaku yang sekarang ini cukup ya Allah. Berapa lama aku butuh mewujudkan membangun semua ini. Tapi aku percaya, insya Allah. Dan satu hal lagi, menjadi ibunda guru yang memiliki 7 orang anak kandung. #eh banyak sekali. Hehe...iya insya Allah nanti semua bekerja sama membangun perusahaan SEKOLAH MASA DEPAN bersama-sama. Aamiin insya Allah. Saya ingin memiliki sekolah yang melahirkan murid-murid yang hebat, tidak perlu merekrut murid sebanyak-banyaknya dalam tiap tahun. 6-7 murid setiap tahun itu lebih dari cukup. Tapi saya ingin 6-7 anak itu semua memiliki keahlian yang "Berakhlak, Berprestasi Internasional, dan memiliki kemapanan berfinancial "entrepreneur." Bismillah insya Allah.

Kepada Sang Pengabdi


adik-adik Program Sekolah Pengabdian Rimba Eco School 
SAD Senami Jambi [Doc. Tim Muda RES]


Pengabdian itu lebih dari tentang A, B, C, D
dan kita tahu itu. Saat kita memutuskan untuk menari di atas bukit lalu satu persatu kita menarik sandal-sandal yang berkubang. 

Pengabdian itu tidak juga tentang "popularitas" yang usil menatih diri. itu melelahkan!!! ini bukan tentang A, B, C dan D. Ini tentang kisah dan Pengabdian kita "ada cita-cita" mereka di sana...di pundak-punda kita "sang pengabdi negeri"

Nyaris berjalan 4 tahun hingga memasuki tahun ini. Aku tidak punya banyak waktu lagi. Aku hanya punya beberapa tahun menjelang pulang ke Indonesia. Membangun sekolah impian masa depan. Untuk siswa siswiku nun jauh di Rimba sana. Bersungguh-sungguhlah duhai diriku. Amanah menanti demikian besar di tanah air. Begitu banyak amana yang harus segera ditunaikan di tanah air. Di sini, di tanah perantauan ini, aku tidak punya banyak waktu lagi selain terus mempersiapkan semua ini. Bismillah...



Nereye Gidiyoruz Baba?

"Ayah kemana kita pergi...?"
=====

Teruntuk calon ayah dan ibu di dunia...

tidak sengaja membeli sebuah novel. Melihat judulnya menarik. Tanpa beretorika. Beli aja dah. Masalah baca atau kagak urusan belakang. Ternyata benar, itu nopel beli tahun 15 Desember 2012. Masa-masa awal kedatangan saya di Turki. Masa-masa merayap-rayap belajar Bahasa Turki. Ternyata takdir membawa pada situasi dimana kita dipersiapkan untuk mempelajarinyahal yang berkaitan dengan hal itu.

Novel turki pertama ini ternyata -bergenre psikologi anak. Kisah seorang ayah yang mengasuh 2 anak laki2 berkebutuhan khusus. Konflik yang bergelombang. Tidak terbayang rasanya menghadapi konflik lingkungan yang sedemikian pecah dan naik turun. Penolakan keluarga dan lingkungan akan kondisi anak. Pun konflik batin dari sang ayah sendiri.

Hebat!!! Baba Hebat!!! Menyiapkan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus itu benar2 masya Allah. Menggigil jantung dibuatnya. Nangis, sedih, senyum, antara faham dan tidak jadi satu mergo #bahasaTurkiSayaJugaMasihAbal-abal

"Nereye Gidiyoruz Baba?" ditulis oleh Jean Louis Fournier,
"Ayah kemana kita pergi..."
Catatan khusus untuk para Ayah yang hebat. Menjadi Penantang dunia!!!
Dengan terseret-seret tuntaslah dipenghujung bulan ini...
[Catatan Rindu Ayah]