Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Monday, September 10, 2012

HOSGELDINIZ!!! Barakallah...Ya TURKEY

Kamu tahu seberapa mahal ilmu itu?
Ah, kamu sulit akan tahu seperti apa mahalnya ilmu. Seperti apa manisnya ilmu. Seperti apa berharganya ilmu. Sampai kamu tahu dan mengerti seperti apa yang aku alami. Siang ini!

Setelah pengumuman kelulusan beasiswa itu, aku menangis tersedu-sedu untuk yang kesekian kalinya. Untuk apa? Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menangis karena syukurku pada Allah. Pengumuman itu begitu berharga bagiku. Begitu mahal untukku. "Pengumuman bahwa Allah mengkaruniakan kesempatan bagiku memperoleh beasiswa TURKI 2012! Allahu AKBAR!

Allah...
Sudah lama aku bermimpi untuk belajar di negeri itu. Jangan tanyakan mengapa? Aku tidak tahu. Tapi aku menicintai berjumpa dan meletakkan keningku untuk bersujud memandang kebesaran dan kejayaan ISLAM di negeri nan biru itu. Sebuah kisah negeri yang merobek-robek jantung hatiku, kala aku masih Tsanawiyah. Itu negeri yang sangat mengesankan sekali bagiku. Aku masih ingat, sebuah kalimat yang meluncur dari Kaka seniorku, "Jangan coba-coba memilih-milih universitas, jangan coba-coba memilih negera, kalau belum pernah mencoba!" Kala itu, aku hanya bisa "menitik" dalam hati. (Foto ini adalah malam hari serampung melakukan interview di kedutaan Jakarta, berlokasi di Perumahan Bakri, 11 Juli 2012)

Saturday, September 8, 2012

Dangdutan & Alisa...

kuk..kuk...kuk...

malam ini tetangga yang tinggal di sekitaran wisma sedang ada yang kondangan. Suaranya itu reek, hehehe...ya uda karena belum bisa tidur ngetik isi blog dulu. Seharian tadi ngurus medical check up ke mmc, hasil tes lab CD4 nya belum keluar hasilnya, kata si aan, orang kepercayaannya bu Niza insha Allah hari Senin. Ya wes, ndak papa. Rampung itu ke kampus nganterin Ayak ke Kampus, buat arisan katanya. Pulang sebentar ke rumah, terus berangkat lagi ke RCQ, rupa-rupanya Ustadzah minta tolong dianterin ke Jaya Indah. Emmh, rencana awalnya tadi mau ke rumah Pak Anto, buat ngambil alat sadap karet sama gemuti buat lomba hari Senin. Iya aku dan adikku Cici ikut lomba Balitbangda...setelah seminggu sebelumnya, kami juga ikut lomba karya tulis World Environmental Day...

Wednesday, August 29, 2012

Makna Ke-Teguhan

Keteguhan itu seperti batu yang dilemparkan ke laut luas, 
masuk dan tenggelam, namun kuat dan bertahan...
Keteguhan itu bak mutiara, yang masuk dan hanyut dalam lumpur
Namun terus berkilauan...

Keteguhan itu seperti karang, yang dihempasss...
Di tampar gelombang, di terjang badai...
di hantam ombak...
Keteguhan itu ibarat hatiku...
yang menjerit mengadu Allah...
Dan Allah hidangkan, 
kesulitan yang menguatkan langkahku
untuk menjadi teguh dan kuat...

Allah teguhkan jiwaku ya Rabb, 
jiwa-jiwa kami...

Aku PERCAYA! 1 Kesulitan SEJUTA Kemudahan

aBismillah...

Dear Allah...
Allah aku tahu, Engkau tengah mengujiku. Kuatkan hamba ya Rabb...

Bintang, hari ini adalah hari yang menggembirakan bagiku, pun cici adikku di wisma. Pagi ini serampung menyicil merampungkan silabus RCQ aku bersegera menuju RCQ. Pukul 11. 00 aku sampai di RCQ, se sampai di sana, Ustadzah memintaku agar mengantarkan mina ke Pesantren mubarak, pesantren Tahfidz di seberang, untuk nyantri di sana. Sebetulnya pukul 13.00 aku memiliki janji dengan adik2 akan bertemu dan berkunjung ke rumah dosen kami, kunjungan lebaran. Dan aku menunda dahulu, demi mengantar mina. Dan semua rampungpukul 17.30.

Tuesday, August 28, 2012

Hosgeldiniz ya TANTANGAN

DORR!!!

Allahu AKBAR!!!

Bunga tumbuh di musim semi,
mekar di musim panas, 
dan di panen di musim gugur. 
(Lagu Si Yongju untuk Ibunya
dalam serial drama Korea Hear my Heart)
Sore ini, 28 Agustus 2012

Bismillah.
Tepat pukul 20.30 WIB aku sampai di Jambi tadi malam. Selamat datang duhai tantangan, selamat datang duhai ketidakpastian, selamat datang duhai ketidakjelasan, dan selamat datang ujian dan rintanngan. Aku tahu, ini adalah sebuah keputusan terburuk, mungkin yang pernah aku lakukan. Aku memutuskan untuk teitap pulang ke Jambi dalam keadaan terburuk dan Tertidak jelas dalam hidupku. Hampir 10 hari di kampung halaman itu adalah zona nyaman yang sangat baik untuk membuat pipiku gemuk dan berat tubuhku bertambah, tapi tidak dengan jiwaku. Disna semua enak, aku menikmati hari-hari gembira. Menangkap lele bersama Bapak, membuat ketupat bersama emak, bertengkar bersama adik dan keponakan, berladang bersama Mb een dan K Agus. Mengunjungi rumah eyang putri, membuatkan air minum untuk eyang karsi dan sederet aktifitas yang membuat riang hatiku. 

Tapi, aku tidak bisa berbohong, aku tidak bisa menipu hatiku ya Allah, bahwa aku tidak boleh lemah dan kalah dengan keadaan itu. Aku harus melatih jiwaku, agar semakin terasah dan kuat. Karena besok atau lusa bisa jadi keadaan akan berubah. Zaman berubah begitu cepat!!! Lebih cepat dari yang aku fikirkan. Pun ketika dahulu, semua Toko Bapak di Pasar terbakarr habis, di lalap si Jago merah, dan semua keadaan yang menyenangkan itu berubah dengan cepat, kami hidup dalam rumah kecil yang sempit, dengan keadaan yang sangat seadanya.
***

Wednesday, August 8, 2012

Wisata dari “si Rambut Putih”



            Pasar busuk dan bauk penguk apa lagi di musim Ramadhan adalah besar kemungkinan mual dan “menggerahkan” bagi sebagian high lifestyle class. Oke itu wajar dan boleh, saya juga dulu pernah begitu. Merasa jijik dan gengsi untuk memasuki kawasan pasar tradsional super jorok di sudut Kota Jambi itu. Selain bauknya penguk luar biasa di tambah akan banyak sekali peminta-minta berjubelan di sana. Ah…alangkah buruknya hatiku.
            Pasar Tradisional Angso Duo Jambi, adalah pasar tempat hati belajar, melihat anak-anak usia 5-12 tahun jualan kantong asoy seharga 500 rupiah, padahal mereka masih sangat kecil untuk menghadapi itu semua, melihat nenek tua berambut putih bungkuk mengumpulkan cabai busuk di pilih-pilih yang bagus dan di jual kembali, melihat kakek tua nan bungkuk menarik gerobak besar berisi berkarung-karung beras, jalannya miring-miring, ototnya keluar-keluar, dan keringatnya, banjir basah. Pun melihat pengemis tua duduk di sudut comberan di samping tong sampah besar yang tak kalah busuk baunya, melihat ibuk tua jualan bedak-bedak yang bisa jadi sudah berapa umur bedaknya (kadaluarsa) duduk terkantuk-kantuk menanti pembeli, juga ada laki-laki muda yang memotong-motong daging sapi dan terpaksa rela terkena comberan yang menggenang di sampingnya, mengabaikan rambutnya pun badannya sendiri. Di sana juga bisa melihat yang orang bilang si kaki buntung merayap-rayap di atas tanah basah yang anyir bauknya, mengais belas kasih dari pengunjung yang juga tak kalah sengit.

Sehari Bersama Emak

19 Ramadhan 1433 H

Sudah khatam berapa Juz kamu?
Glek!

Malu rasanya, mengingat hitungan Ramadhan tinggal beberapa jari. Alhamdulillah hari Senin siang sepulang dari mengisi acara Kick ExIST di Kampus aku menerima pesan bahwa hari ini emak insha Allah akan sampai di Jambi, tentu saja itu hal yang sangat menggembirakan bagiku. Dan akhirnya sore itu aku bisa berbuka dan makan sahur bersama emak di wisma kosan, soalnya emak belanja ke Pasar hari Selasa. 

***
malam hari sebelum aku berangkat tidur serampung tarawih dengar suara, cici sedang baca pengumuman, oh alhamdulillah, karya tulis World Environemnt Day yang tak ikuti lolos sebagai 5 finalis besar kategori umum, alhamdulillah ya Allah, harus bersiap-siap untuk persiapan presentasi tagl 3 September insya Allah.

***
Start pukul 07.30 aku dan emak berangkat ke Pasar, keliling pasar Tradisional Angso 2, sampe rumah jam 16.30. Allahu AKBAR! Emak, kuat bener belanjanya sampe se sore itu, subhanallah. Dan sore itu emak langsung pamit pulang ke Kampung halaman. Emakku sayang, meski cuma sebentar tapi aku gembira sekali, karena sudah bersama emak seharian itu. 

Saturday, August 4, 2012

AYOOO! 17 Agustus, DEADLINE ADS Schoolarship!


 Dear SCHOOLARSHIP HUNTERRR!
WHEREVER YOU ARE

Ayo yang belum bersiap-siap, segera kejar JAM TAYANG! berikut info ADS Schoolarship tahun ini. Ayo kita sama-sama bersemangat. Bismillah Allahu Akbar. Gud Luck ^^

Australian Development Scholarships

Australian Development Scholarships (ADS) are long term development awards administered by AusAID. ADS aim to contribute to the long term development needs of Australia's partner countries in line with bilateral and regional agreements. They provide opportunities for people from developing countries to undertake full time undergraduate or postgraduate study at participating Australian universities and Technical and Further Education (TAFE) institutions.
The study and research opportunities provided by ADS develop skills and knowledge of individuals to drive change and contribute to the development outcomes of their own country.

Scholarship benefits

ADS are offered for the minimum period necessary for the individual to complete the academic program specified by the Australian higher education institution, including any preparatory training. The following benefits generally apply:
  • full tuition fees
  • return air travel—payment of a single return, economy class airfare to and from Australia, via the most direct route
  • establishment allowance—a once only payment of A$5,000 as a contribution towards as accommodation expenses, text books, study materials
  • Contribution to Living Expenses (CLE) is a fortnightly contribution to basic living expenses paid at a rate determined by AusAID. From 1 July 2009, CLE payable to students studying under the Australian Development Scholarship (ADS) is A$25,000.
  • Introductory Academic Program (IAP)—a compulsory 4-6 week program prior to the commencement of formal academic studies covering information on life and study in Australia.
  • Overseas Student Health Cover (OSHC) for the duration of the award (for award holder only)—provided to cover the student's basic medical costs (with the exception of pre existing conditions)
  • Pre-course English (PCE) fees—if deemed necessary PCE may be available for students for in-country and/or in-Australia training
  • Supplementary Academic Support (Tutorial Assistance)—may be available when essential to improve the student's performance to ensure their academic success
  • fieldwork (for research students only)—may be available for eligible research students for one return economy class airfare via the most direct route to their country of citizenship or within Australia.

ADS conditions

Applicants who are offered an Australian Development Scholarship will be required to sign a contract with the Commonwealth of Australia declaring that they will comply with the conditions of the scholarship and the ADS Handbook. Partner governments may also apply their own separate conditions to the scholarship.
Awardees are required to return to their country of citizenship for a minimum of two years after completing their scholarship, to contribute to the economic and social development of their country. Failure to do so will incur a debt to the Commonwealth of Australia for the total cost of the scholarship.

 How to apply for an ADS or ALA scholarship

Untuk yang kesekian kalinya

Bismillah...

Untuk yang ke dua kalinya aku mengambil TOEFL test. Kemaren pagi. tepatnya Jum'at 3 Agustus 2012 , Ramadhan ke-13 pukul 08.30 WIB Tepat ujian tes di mulai. Meski 3 bulan yang lalu aku udah ngambil tes itu. Dan sudah mencoba apply schoolar yang tidak menjadikan toefl sebagai syarat utama, skor toefl pertamaku waktu itu baru mencapai 463, masih jauh dari target standar minimum 500. alhamdulillah, tes kemaren pagi semuanya jauh lebih tenang, aku bisa menyelesaikan soal-soal itu dengan tersisa waktu beberapa menit sebelum usai, sehingga masih bisa mengevaluasi ulang soal structure 15 soal part A. Alhamdulillah ya Allah, terimakasih.

Rampung ujian kemaren, langsung pulang ke wisma kosan dan langsung tidur. Sudah hampir 3 hari 3 malam aku bergadang ndak tidur untuk belajar persiapan TOEFL. Sebenarnya persiapan ujian ini sudah kulakukan sejak bulan Januari 2012 lalu, tepatnya intensive tanggal 17 Januari kalo tak salah. Aku meminta rivat dengan mr. yanto, dosen writing semasa kuliah. 2 bulan aku fokus bimbingan TOEFL dengan beliau, hingga bulan Maret kalo tak salah. Waktu itu aku antusias sekali apply Guang Zhou University milik China, BGF Perancis dan AMINEF UK yang deadlinenya 14 April, aku masih ingat, itu adalah 3 Beasiswa yang menjadi pilihan impianku. Meski kenyataannya dari 3 beasiswa itu tidak ada satu pun yang tak apply, karena tidak terkejar untuk menyiapkan TOEFL ITP ku, dan aku harus terus bergerak!

Friday, July 27, 2012

mengapa aku CINTA Ramadhan

Bila saja setiap hari adalah Ramadhan, aku bisa setiap saat bangun malam dan makan sahur. Tapi kenyataannya tidak begitu. Hihi, ramadhan adala hari yang penuh bunga bagiku. Aku bisa berlama-lama memeluk dan membaca surat cinta Allah, aku bisa berlama-lama memeluknya. Memeluknya, memeluknya, lebih lama dari yang aku mau.

Ramadhan, aku bebas untuk menangis dan merayu Allah, aku bebas bercerita apa saja pada Allah, aku bebas mengadu apa saja pada Allah, semua kegundahan dan kegalauan hatiku, aku bebas bercerita apa saja yang aku mau.

Ramadhan, aku bebas berkelana mengejar malam, merayu bintang, memeluk bulan dan mengitari indahnya surat-surat cinta Allah, aku bebas menari-nari di semua tempat.

Ah...mengapa harus menunggu ramadhan untuk melakukan semua itu, bukankah aku bebas melakukannya kapan saja aku mau?

Yaah. Kapan saja aku mau. Dan aku cuma mau bilang, kalau Ramadhan adalah Istimewa bagiku. Kau mau tahu, kemaren aku baru saja menemukan sebuah puisi yang romantis, nah ibarat kata seperti itulah makna Ramadhan bagiku,

Meski banyak bintang
Yang bersinar di
Langit sana

Namun, yang bersinar
Di langit hatiku
Cuma kamu

(copas dari sebuah blog. http://ryantrahmad.wordpress.com

Kurang lebih begitulah Ramadhan bagiku.

"Malu"

Alhamdulillah, aku sampai di hari Ramadhan ke-7 ya Allah. Terimakasih atas segala rejeki dan kemampuan yang Engkau berikan ya Allah, sehingga hamba bisa sampai di Ramadhan ini.

Dear Bintang, apa kabar hari ini? Kemaren sore aku ke RCQ, seperti biasa, di sana selalu ramai dengungan suara adik-adikku membaca Al-Qur'an, kemaren Ustadzah sedang memandu surat Al-Ma'idah ayat 152-153, Allahu Akbar. Hatiku seraca di cakar-cakar membaca ayat itu, Allah, aku malu dengan diriku sendiri. Betapa Allah sangat menyayangi dan mencintai kita. Selalu mengingat dan meridhai mimpi dan harapan kita. 

2 minggu lamanya aku meninggalkan RCQ, karena mengikuti Booth Camp Training KEMENRISTEK dan CIPUTRA di Serpong. Aku tahu ya Rabb, aku baru belajar, merayap dan belajar menatih diri dan memaksakan hati ini. Sungguh aku malu pada diriku sendiri, ini sudah masuk ramadhan yang kesekian kalinya, dan untuk yang kesekian kalinya pula tidak bertambah hafalanku. Allah, aku sungguh malu pada-Mu, aku selalu datang dan menangis meminta ini itu pada_Mu, meminta-Mu agar memperkenankan semua do'a dan harapanku, meminta ini dan itu, tanpa pernah merasa malu kalau aku sudah terlalu banyak meminta pada-Mu. Rabbi, aku malu...

Ya Allah...
Sebenernya ingin aku katakan pada-Mu, dan aku sungguh malu untuk mengatakannya.
Tapi pada siapa aku harus sampaikan hal ini ya Rabb...
Allah, hanya kepada-Mu aku bersandar dan bertawakkal kepada-Mu ya Rabb...

Tuesday, July 17, 2012

MTK GubRaK :) BP GDUBLAK!

01:38 AM. Tepat dini hari malam ini.
Aku baru saja merampungkan hitung-hitungan bisnis plann yang menyebalkan itu. Hehehe, apak kabar diary sayang...hampir 2 bulan full aku tidak menyentuuhmu. Kau tahu banyak hal yang terjadi selama itu. AKu meengalami puluhan peristiwa yang menghentak-hentak hatiku. 

 me : second from right

Oh ya, ini adalah hari ke 9 aku tinggal di Jakrata, mengikuti training technopreneurship pemuda di kementrian riset dan teknologi, berlokasi di pupiptek, serpong. Aku mengalami banyak kejadian di sni. Mulai dari A-Z. salah satunya, julukan terbaru, arek-arek memanggilku "umi" ada-ada saja.

Oke Diary, aku uda ngantuk sekali.
Ah...aku sedang bermimpi terbang ke suatu negeri, diantara 2 benua, menembus 3 benua...
Benua, benua, benua...

Apa aku memang benar-benar gila!
Aku benar-benar BENCIIIIIIII MATEMATIKAAAAAAAA>>>>>>>>
Huwaa...., aku tidak menyukai HITUNG-HITUNGANNNNN!

Hiks..hiks...

Selamat Istrhat diaryku syang...
Bismillahirrahmanirrakhiim...

Tuesday, May 29, 2012

Bismillah

Bismillah untuk pagi ini. Kuatkan hamba ya Rabb untuk menyongsong pagi ini, dan bberapa hari-hari kedepan yang cukup berat bagiku. Bismillah. Semoga kuat! Allahu AKBAR!!!

Monday, May 28, 2012

Ketika Lalai "Al-Haqqah"

Alhamdulillah, semalam bisa bangun malam. Tepat pukul 02.00 dini hari. Terimakasih ya Allah, telah berkenan memperkenankan permohonan hamba agar bisa bangun malam. Aku juga bisa merampungkan agenda menggarap pembuatan soal ujian untuk anak-anak di homeschooling untuk usia SD. Alhamdulillah satu persatu mulai rampung, tinggal usia SMA dan SD kelas 1. Meski harus bekerja lebih banyak, dan tentunya sedikit lebih banyak mengurangi jatah tidurku. Tidak apa-apa, semoga ini menjadi bagian catatan yang baik di sisi_Nya. Ya Rabb, semoga tidak ada yang terbuang sia-sia dengan semua ini.

Pagi ini, aku mulai beranjak meski dengan tertatih-tatih menuju surat Al-Haqqah. Bulu kudukku merinding dan mataku sembab, hatiku bergetar-getar membaca surat ini ya Allah. Sangat menakutkan. Mengingat semua kelalaian dan keteledoranku yang menggunung. "dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan." (Al-haqqah: 14). Ya Allah, ini janji-Mu akan tibanya sebuah masa yang MENAKUTKAN sepanjang abad. INI SUNGGUH JANJI-MU. ya Rabb, aku sungguh takut teringat semua janji-janjiku yang belum kutepati, hutang-hutangku pada rekan, sahabat, juga pada-Mu yang belum aku selesaikan. "Sesungguhnya aku yaki, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku." (Al-Haqqah: 20)

Sunday, May 27, 2012

Kepengen Jambu BOL

Hari ini masih shaum. Tadi pagi rampung nguji arek-arek mahasiswa pukul 10.00. Langsung ke gallery. Renananya pingin langsung pulang ke wisma. Tapi berhubung nanti ngisi acara workshop LDK di kampus IAIN, jadi bertahan di gallery. Blogging sebentar, dan cek email. Terus kebayang pingin makan jambu bol. Kayaknya enak dan seger. Gusti...nyam..nyam...enak sekali kayaknya. Husss, lagi shaum kok bayangin makanan. Hheee.



Ingat Jambu BOL. Ingat masa kecil. Dikejar2 alm. Narti yang maaf (baca. tidak waras). Waktu itu lagi ngambil jambu bol di ladang sama puji dan eni, eh ada Narti. Di kejar2 sambil bawak celurit. Kaboooooooooooorrrr. Hheee...lucuunya. Jadi ngikik sendiri.


Saturday, May 26, 2012

Sebuah Penyemangat "ProYoK BesAr"

Menghafal al-Qur'an adalah proyek ibadah yang tidak mengenal bahasa kegagalan.


Takut gagal dan tidak berhasil saat ini sudah menjadi rintangan dan sekat yang menghalangi antara seseorang dan angan-angannya. Dan bisa jadi semua akhir dari semua proyek manusia adalah benturan keras yang terjadi karena sekat kegagalan dan ketidakmampuan untuk melanjutkan sebuah pekerjaan. Akan tetapi proyek menghafal al-Qur'an tidak akan pernah mengenal yang namanya pemikiran tersebut. Ketika seorang pemuda memulai pekerjaan menghafal al-Qur'an ini, kemudian berhenti dan melemah tekadnya sebelumnya selesai menghafal, apakah bisa dikatakan ia telah gagal sesungguhnya, misalnya saja ia telah menghafal beberapa juz?! Tentu saja usahanya tidak sia-sia dalam sekejap. Hanya saja hafalannya itu hilang sejenak. Seluruh waktu yang pernah ia kerahkan untuk membaca dan menghafal yang membuatnya mengorbankan segala kenikmatan dunia tentu saja adalah bagian dari ketaatan kepada Allah swt. Bisa dibayangkan, berapa surat dan berapa ayat yang pernah ia ulang-ulang?! Sementara setiap huruf akan dibalas dengan sepuluh kali lipat oleh Allah swt.

Nasihat Diri # 1 "Etika para Penghafal Al Quran"

Tulisan ini aku peroleh dari sebuah blog. Tidak ada niat apa pun selain sebagai nasihat dan pengingat diri saya sendiri, sebagai sebuah bagian proses dalam belajar...


Para penghafal Al Quran benar-benar menjadi keluarga Al Quran, seperti sabda Rasulullah SAW: Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Beliau ditanya: siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Ahli Al Quran, mereka adalah keluarga Allah Saw dan orang-orang dekat-Nya. Hadits diriwayatkan oleh Ahmad, An Nasai, Ibnu Majah dan al Hakim. 

1. Selalu Bersama Al Quran

 Penghafal Al Quran harus menjadikan Al Quran sebagai temannya dalam kesendiriannya, serta penghiburnya dalam kegelisahannya, sehingga ia tidak berkurang dari hafalannya. Qasim bin Abdurrahman berkata: Aku bertanya kepada sebagian kaum sufi: tidak ada seorangpun yang menjadi teman kesepianmu di sini? Ia mengulurkan tangannya ke mushaf, dan meletakkannya di atas batu dan berkata: inilah teman kesepianku!

Dari Ibnu Umar r.a.: bahwa Rasulullah SAW bersabda: Perumpamaan orang yang hafal Al Quran adalah seperti pemilik unta yang terikat, jika ia terus menjaganya maka ia dapat terus memegangnya, dan jika ia lepaskan maka ia akan segera hilang. Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dan Muslim menambahkan dalam riwayatnya: Jika ia menjaganya, dan membacanya pada malam dan siang hari, maka ia dapat terus mengingatnya, sedangkan jika tidak, maka ia akan melupakannya. 

Dari Abdullah bin Mas`ud r.a. ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Amat buruk orang yang berkata: Aku telah melupakan hafalan ayat ini dan ayat itu, namun sebenarnya ia dilupakan. Terus ulang-ulanglah hafalan Al Quran, karena ia lebih cepat pergi dari dada manusia, dari perginya unta dari ikatannya. Hadits riwayat Bukhari-Muslim

2. Berakhlaq dengan Akhlaq Al Quran

Seperti Nabi Muhammad Saw. Aisyah r.a. pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, ia menjawab: Akhlak Nabi Saw adalah Al Quran. Hadits riwayat Muslim.

Penghafal Al Quran harus menjadi kaca yang padanya orang dapat melihat aqidah Al Quran, nilai-nilainya, etika-etikanya, dan akhlaknya, dan agar ia membaca Al Quran dan ayat-ayat itu sesuai dengan perilakunya.

Ia berkata: Seorang penghafal Al Quran harus tidak butuh kepada orang lain, tidak kepada para khalifah, dan tidak pula kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Sebaliknya, ia harus menjadi tumpuan kebutuhan orang.

Mu`adz bin Jabal berkata: Pelajarilah apa yang kalian hendaki untuk diketahui, namun Allah SWT tidak akan memberikan pahala kepada kalian hingga kalian beramal.

 Ibnu Mas`ud r.a. berkata: Penghafal Al Quran harus dikenal dengan malamnya saat manusia tidur, dan dengan siangnya saat manusia sedang tertawa, dengan diamnya saat manusia berbicara, dan dengan khusyu`nya saat manusia gelisah. Penghafal Al Quran harus tenang dan lembut, tidak keras, tidak sombong, tidak bersuara kasar atau berisik dan tidak cepat marah.

Seorang zahid yang terkenal, Fudhail bin `Iyadh, berkata: Pembawa (penghafal) Al Quran adalah pembawa bendera Islam, maka ia tidak boleh bermain-main bersama orang-orang yang senang bermain, tidak lupa diri bersama orang yang lupa diri dan tidak bercanda bersama orang yang bercanda, sebagai bentuk penghormatan terhadap hak Al Quran.

3. Ikhlash dalam Mempelajari Al Quran

Para pengkaji dan penghafal Al Quran harus mengikhlaskan niatnya, dan mencari keridhaan Allah SWT semata, dan semata untuk Allah SWT dalam mempelajari dan mengajarkan Al Quran itu, tidak bersikap pamer di hadapan manusia, juga tidak untuk mencari dunia.
Muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Orang yang pertama kali disidangkan pada hari Kiamat ada seorang yang dinilai mati syahid. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya dibeberkan ni`mat-ni`mat Allah yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakui hal itu. kemudian Allah SWT bertanya: Apa yang engkau lakukan sebagai rasa syukur terhadap ni`mat-ni`mat itu? Ia menjawab: Aku berperang membela-Mu hingga aku mati syahid. Allah SWT mengomentari: Engkau berdusta, karena engkau berperang hanya untuk dikatakan sebagai si pemberani, dan itu sudah dikatakan orang. Maka vonisnya kemudian diputuskan, dan ia diseret dengan muka menghadap tanah, hingga ia dilemparkan ke neraka. Kemudian seseorang yang telah mempelajari Al Quran, mengajarkannya dan membaca Al Quran. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya dibeberkan ni`mat-ni`mat Allah yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakui hal itu. kemudian Allah SWT bertanya: Apa yang engkau lakukan sebagai rasa syukur terhadap ni`mat-ni`mat itu? ia menjawab: Aku mempelajari Al Quran, dan mengajarkannya kepada manusia, dan aku membaca Al Quran demi-Mu. Allah SWT mengomentari jawabannya itu: Engkau berdusta, karena engkau mempelajari Al Quran agar dikatakan orang sebagai orang alim, dan engkau membaca Al Quran agar manusia mengatakan: dia seorang qari. Dan itu sudah dikatakan orang. Maka vonisnya kemudian diputuskan, dan ia diseret dengan muka menghadap tanah, hingga ia dilemparkan ke neraka. Selanjutnya seseorang yang Allah SWT berikan keluasan harta, dan kepadanya diberikan seluruh macam kekayaan. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya dibeberkan ni`mat-ni`mat Allah yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakui hal itu. kemudian Allah SWT bertanya: Apa yang engkau lakukan sebagai rasa syukur terhadap ni`mat-ni`mat itu? Ia menjawab: Setiap aku mendapati jalan dan usaha kebaikan yang Engkau senangi agar aku nafkahkan hartaku untuknya, aku segera menginfakkan hartaku demi-Mu. Allah SWT mengomentari jawabannya itu: Engkau berdusta, karena engkau melakukan itu semua agar dikatakan sebagai seorang dermawan, dan itu telah dikatakan orang. Maka vonisnya kemudian diputuskan, dan ia diseret dengan muka menghadap tanah, hingga ia dilemparkan ke neraka.
At Tirmidzi meriwayatkan hadits ini: kemudian Rasulullah SAW menepuk lututku dan bersabda: Wahai Abu Hurairah, tiga orang itu adalah makhluk Allah SWT yang pertama yang dibakar oleh api neraka pada hari kiamat. Ibnu Abdil Barr berkata: hadits adalah bagi orang yang berniat dengan ilmu dan amalnya bukan karena Allah SWT.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi bahwa beliau bersabda: Siapa yang mencari ilmu bukan karena Allah atau ia bertujuan bukan untuk Allah maka bersiap-siaplah ia menempati tempatnya di neraka.

Abu Daud dan Tirmizi meriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya semata untuk Allah, namun ia mencarinya untuk mendapatkan dunia, maka ia tidak dapat mencium bau surga pada hari Kiamat. Tirmizi berkata: hadits ini hasan.

Para penghafal Al Quran dan penuntut ilmu harus bertakwa kepada Allah SWT dalam dirinya, dan mengikhlaskan amalnya kepada-Nya. Sedangkan perbuatan dan niat buruk yang pernah terjadi sebelumnya, maka hendaknya ia segera bertaubat dan kembali kepada Allah SWT, untuk kemudian memulai dengan keikhlasan dalam menuntut ilmu dan beramal.

`Alqamah meriwayatkan dari Abdullah bin Mas`ud ia berkata: Apa yang akan kalian lakukan jika kalian mendapatkan fitnah yang membuat anak kecil menjadi segera menjadi dewasa dan membuat orang tua menjadi tua renta, dan itu dijadikan sunnah (tradisi) yang diikuti oleh manusia, jika hal itu ia merubah sedikit saja hal itu, maka ada yang segera mengatakan: Apakah engkau mau merubah sunnah? Seseorang bertanya: kapan itu terjadi wahai Aba Abdirrahman? Ia menjawab: hal itu terjadi jika para qurra (pembaca dan penghafal Al Quran) kalian banyak, namun sedikit ulama sejati kalian, para pemimpin kalian banyak, namun sedikit mereka yang jujur dan amanah, engkau mencari dunia dengan amal akhirat, dan mempelajari agama bukan untuk tujuan agama. Al Munziri berkata dalam At Targhiib: diriwayatkan oleh Abdurrazaq secara mauquf.

Sumber : Yusuf Al-Qardhaqi dalam http://rinto.staff.ugm.ac.id/?p=21
***

Biola Perdanaku & Sebuah Nasihat "Jadilah Penjaga Waktu"

Bismillah...

Alhamdulillah ya Allah, malam ini aku bisa mengetik di sini. Aku bersyukur bisa meluapkan semua yang kurasakan dengan berbagi di ruang ini. Itu adalah hal yang menyenangkan. Setelah 2 hari lalu yang sangat membutuhkan perhatianku secara lebih. Pada akhirnya aku memutuskan untuk memiliki sebuah alat musik bernama "Biola." Alhamdulillah, aku ingin mahir memainkan alat musik itu. Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin mengisi disela-sela waktu kesibukanku dengan bermain biola dan menghafal aA-qur'an. Itu saja. Adapun kesukaan menulis bagiku itu sudah seperti sebuah kebutuhan makan nasi. 

Yang menjadi catatan. Seharusnya aku menomor satukan membaca atau memurajaah hafalanku menjadi bagian yang penting dan nomor satu. Namun melihat kondisi waktuku yang sangat tidak menentu ini, aku sungguh megalami hal yang ku katakan "kurang fokus" dalam hal ini. Hanya dengan memanfaatkan waktu subuh aku bisa menambah hafalanku barang beberapa baris ayat, sementara setiap malam sabtu hingga sabtu siang itu adalah waktu yang benar-benar aku optimalkan untuk fokus menghafal dan menyetorkannya pada ustadzah. Selebihnya, waktuku benar-benar dipenuhi dengan kegiatan mengajar, inovasi di galery, mengisi agenda LDK, mengisi undangan seminar-seminar, diskusi dengan pak dede, mengurus surat-surat beasiswa, pergi ke jebak, memenuhi undangan EXPO, dan menulis, atau juga terkadang lebih banyak bermain facebook :D...

Friday, May 25, 2012

ya Allah "Demi2"

Ya Allah...

Aku ingin mencetak anak yang istimewa dalam hal menghafal Al-Qur'an...

Ya Allah...

Aku ingin kelak anakku istimewa dalam hal menghafal Al-Qur'an...

Ya Allah...

Aku ingin mencetak anak yang istimewa dalam hal menghafal Al-Qur'an...

Bismillah..

Ya Allah deg-degan, belum muraja'ah dengan sempurna

Hari ini tasmi' dengan ustadzah...

Ya Allah...

Bismillah

Wednesday, May 23, 2012

Kisah Pemulung # 1 Belajar dari Akbar Kecil

Hooaaheemm....
masya Allah sudah ngantuk banget. Alhamdulillah, akhirnya tunai 2 hari dapat shaum rajab. Senang sekali rasanya ya Allah. Dan kejutan dari Allah hari ini adalah, aku bisa buka puasa rajab bareng emak dan Bapak. Keduanya datang ke Jambi. Alhamdulillah untuk hadiah hari ini ya Allah...Sungguh Engkau Maha Baik dan Pemurah...

Dear Bintang

Hari ini seharian di galery, alhamdulillah bisa murajaah sebentar terus banyak bungkus-bungkus produk sambil diskusis iampaijelang ashar. Ba'da Ashar ngajar anak-anak kampus ma'had IAIN, sampai di sana tak fikir uda ketinggalan kelas. Tapi rupanya masih sepi. Aku duduk di depan kelas sambil ngulik-ngulik hp. Dari jauh aku mulai tertarik sebenarnya. Ada sebuah pemandangan yang membuat hatiku berdesir-desir. Seorang pemuda kecil yang sering mengumpulkan aqua botol bekas di sekitar kampus IAIN (Pemulung). Kebetulan anak-anak kampus belum pada datang, aku tidak tahan untuk tidak memanggilnya. Aku memanggil adik kecil itu, untuk mendekat padaku. Ohh...adik kecil sayang...tubuhmu kecil, hitam dan iba sekali aku melihatnya.