Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Saturday, October 3, 2020

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-3; Aku Bisa Makan Sendiri

Aku Bisa Makan Sendiri  

Zona 2. Melatih Kemandirian Anak #3

Foto : Desain menu makanan untuk anak-anak dokumen pribadi

Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam proses menstimulus ketrampilan anak makan secara mandiri. Peran ini tak hanya terbatas pada upaya apa yang dilakukan agar anak mau makan. Tetapi juga yang tak  kalah penting orang tua berperan membangun ketrampilan dan kebiasaan makan yang sehat pada anak. Makanan yang sehat tidak hanya tentang apa yang dimakan, namun juga bagaimana cara kita makan.

Disini peran kita sebagai orang tua menyediakan jenis makanan apa yang kita tawarkan kepada anak-anak, serta memilih waktu yang tepat kapan harus memberikan makan kepada anak. Juga menyediakan tempat dimana anak-anak merasa gembira. Adapun peran anak adalah memutuskan makanan apa yang ia pilih, apa yang akan dimakan terlebih dahulu dari pilihan-pilihan yang kita sediakan, juga sebara banyak yang akan ia makan (healthlinkbc.ca)

Seperti Warna di Pagi Hari

 Catatan Aliran Rasa Rumah Belajar Menulis 
Kampung Ibu Profesional Depok
Oleh : Evi Marlina

sumber: https://magazine.job-like.com/

Seperti rasa dipagi hari, saat engkau membuka mata dan menyimak pagi yang hening. Saat tanah masih menyisakan sisa hujan yang embun. Lalu disusul pula suara pipit yang perdu. Rasanya tiada waktu yang lebih berharga selain bersegera duduk dan bercakap bersama pagi. Menyusun hari-hari, sebelum tiba matahari yang kuning.

Ini adalah perjalanan saya menjadi bagian dari Ibu profesional. Hingga akhirnya memutuskan pula bergabung dalam komponen rumah belajar menulis di kampung komunitas. Bertemu dengan teman-teman dalam visi dan kesenangan yang sama pula, dalam dunia tulis menulis.

Menulis bagi saya, tak hanya bagian dari bentuk ekspresi rasa dan cita. Namun juga bagian dari refleksi sekaligus rileksasi fikiran, atau menumpahkan apa yang ada di dalam fikiran dalam wujud bangunan kata. 

Friday, October 2, 2020

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-2; Aku Bisa Menyiapkan Makan Sendiri

Aku Bisa Menyiapkan Makanan Sendiri 

Zona 2. Melatih Kemandirian Anak #2

Sumber : parents.com

Ada beberapa kemandirian yang muncul pada Mbak Nana hari ini. Mulai dari mandi secara mandiri di pagi hari, meletakkan pakaian kotor dikeranjangnya, hingga meletakkan handuk di jemuran handuk. Namun hari ini saya ingin menulis catatan tentang kemandirian menyiapkan makan secara mandiri. 

Ketrampilan menyiapkan makan secara mandiri sebetulnya merupakan kegiatan yang seru dan menyenangkan untuk anak-anak. Anak-anak dapat mengembangkan banyak kegiatan bermain yang menyenangkan dengan berperan sebagai diri yang tengah menyiapkan menunya secara mandiri. Selain itu dengan menyiapkan makan secara mandiri, anak-anak akan belajar bertanggung jawab terhadap apa yang telah dibuatnya, serta munculnya perasaan dihargai dari orang disekitarnya. 

Thursday, October 1, 2020

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-1; Aku Bisa Mandi Sendiri

 Aku Bisa Mandi Sendiri
Zona 2. Melatih Kemandirian Anak #1

Sumber foto: klikdokter.com

Membangun Rasa Percaya Diri (Self Confidence) dan Hargadiri (Self Esteem)

Kemandirian merupakan salah satu ketrampilan yang harus diperkenalkan dan dilatih orang tua kepada anak sejak dini. Mungkin memang tidak mudah bagi kita untuk menerima kenyataan betapa kacaunya piring makan anak dengan nasi dan sayur yang berhamburan di lantai saat anak belajar makan sendiri. Atau juga ketika anak-anak menghabiskan satu botol sabun karena mandi dengan bermain sabun, atau tumpahnya susu saat anak belajar menuangkan ke dalam gelas. Namun, hal yang perlu kita ingat adalah, bahwa anak-anak butuh untuk belajar.

Sebagai orang tua penting untuk memberikan dorongan dan menstimulus anak untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Mampu menyelesaikan hak dan tanggung jawabnya terhadap diri sendiri sesuai dengan tugas perkembangan pada setiap usianya. 

Friday, September 25, 2020

Challenge of the Week 14 & 15 Revenue & Resharing

 Revenue & Resharing; Menggali Ide Ketahanan Pangan untuk Masyarakat


Bismillah. Assalamualaikumwrwb.

Selamat datang kembali Mak Depok di halaman uneg-unegnya saya. Pekan ini COTW KIP Depok memberikan kejutan bahwa COTW yang semestinya sampai dengan COTW #15 digabungkan ke COTW #14, masya Allah. Itu artinya, ini adalah COTW terakhir yang saya ikuti pada kesempatan kali ini.

Sejujurnya, mulanya saya agak merasa berat untuk menuliskan ide berkaitan dengan tema yang diberikan pada pekan penutup ini. Meski kejutannya sangat menarik, double badge. Namun, jujur saja justeru itu yang membuat saya merasa agak berat untuk menulis. Sebab temanya tidak ringan. Ini adalah tema terberat yang saya rasakan disepanjang mengikuti COTW.

Malam hari, saya coba renungkan dan tetap teguhkan hati untuk tetap mengikuti COTW penutup ini. Tak ada salahnya mencoba menuliskan ide bukan? Barangkali dari beberapa ide yang ditulis ini ada beberapa yang dapat atau memungkinkan untuk dijalankan dalam kerangka upaya berkhidmat kepada masyarakat/lingkungan sekitar. menyesuaikan dengan kemampuan tentu saja. Semoga saja pandemi segera berlalu, insya Allah.

Berikut ini merupakan ide yang bisa saya bagikan, meski masih dalam wacana yang idealnya. Barangkali ada manfaat yang bisa diambil dari sharing berikut ini.

Thursday, September 24, 2020

Pantulan Warna Zona 1; 15 Hari Komunikasi Produktif Bersama Keluarga

Pantulan Warna Komunikasi Produktif 
Catatan Aliran Rasa 15 hari, Komunikasi Produktif Challange!

Foto : Flyer Fb Grup Kelas Bunda Sayang IIP

Menjadi Pendengar yang baik; Membuka Pintu & Jendela Komunikasi Bersama Pasangan

Assalamualaikum mentari pagi. Dari pinggiran pantai dengan suara deburan ombak yang tenang izinkan saya menulis agak panjang ya pada kesempatan kali ini. Mengalirkan semua rasa dan apa-apa yang tersimpan di dalam fikiran. Semoga menjadi tanda bahwa pernah menapaki perjalanan di pesisir pantai ini.

Belajar adalah sebuah proses yang mesti dilakukan terus menerus. Sebuah proses yang semestinya terus mengalir seperti air. Tidak berhenti, sebab jika air berhenti mengalir ia akan menggenang. Air yang tergenang akan mendatangkan banyak potensi penyakit dan keburukan. Lambat laun air akan berlumut, dengan cepat menjadi tempat bersarangnya nyamuk, pun menghasilkan bau yang tak sedap lagi hilangnya rupa yang bening. Maka sejatinya begitu pula dengan proses belajar. Tidak berhenti, selama hayat di kandung badan. 

Friday, September 18, 2020

Challenge of the Week #13 Edible Food Science

Edible Food Science #ABQAFamily

Assalamualaikum. Halo Mak semua, bagaimana kabarnya hari ini. Semoga sehat selalu ya Mak, insya Allah. Alhamdulillah kita bertemu lagi nih Mak di challenge pekannanya KIP Depok. Nah kali ini merupakan tantangan pekan ke #13 dengan tema yang uwow banget Mak. 

Alhamdulillah, meski saat menjalani prosesnya agak rempong namun ada rasa kegembiraan tiap kali usai menyelesaikan tantangan tersebut. Dan yang pasti, anak-anak tak hanya kecipratan kegembiraan juga, namun juga kehujanan banyak ragam aktifitas.

Nah, kesempatan kali ini saya akan sharing tentang beberapa kegiatan yang mengacu kepada tema yang diberikan oleh tim COTW KIP Depok. Tentu saja tujuannya berupaya tak hanya sekedar menggugurkan tantangan ya Mak, ehehe, Namun sejatinya lebih dari itu adalah menciptakan hari-hari dan waktu yang ajaib bersama anak-anak di rumah. Selamat berselancar dalam keseruan bermain bersama buah hati di rumah Mak juara.

Thursday, September 17, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-15; Sebuah Hari yang Ajaib

 Sebuah Hari yang Ajaib

Zona 1; Komunikasi Produktif #15

Oleh : Evi Marlina 
(Mahasiswi IIP Kelas Bunda Sayang Batch#6) 

https://www.drcarolministries.com/

Alhamdulillah, pada akhirnya kita telah sampai di penghujung Zona 1 Komunikasi Produktif. Ada banyak suka duka yang dilewati pada proses membangun kebiasaan berkomunikasi produktif beserta suka duka membangun konsistensi membuat laporan setiap harinya. 

Dengan menuliskan jurnal terhadap catatan temuan dalam membersamai anak-anak, keluarga atau lingkungan saya dapat melakukan evaluasi terhadap apa-apa yang kurang, apa-apa yang perlu ditingkatkan, dana apa pula yang sudah baik dan mesti dipertahankan. Alhamdulillah...

Maka, dalam kesempatan di #komprod 15 ini saya memberikan jeda untuk menuliskan komunikasi terhadap diri sendiri setelah 15 hari berjibaku mengawali kelas Bunda Sayang ini dengan membangun dan menata komunikasi produktif bersama anak-anak.

Wednesday, September 16, 2020

Cerita Bersambung Rumbel Menulis IIP Depok Part 5

Cerita Bersambung Rumbel Menulis 

Institut Ibu Profesional (IIP) Depok Bagian 5

https://www.radarcirebon.com/

Bismillah...

Halo semuanya, jadi ini ceritanya kata tim pengurus rumbel menulis IIP Depok, merupakan salah satu even penutup dipenghujung program semester ini. Cerita berantai yang ditulis oleh beberapa anggota rumbel menulis.

Tokoh cerita terdiri dari Tejo sebagai suami, Suti sebagai isteri dan Tati anak dari keduanya berusia 2thNah, jadi buat kamu yang penasaran dengan cerita sebelumnya, silahkan ikuti tautan berikut ini ya. 

https://shireishou.com/event-cerita-sambung-rumbel-menulis-iip-depok-part-1/ (Bagian 1)

https://mamaharetuti.blogspot.com/2020/09/cerita-sambung-iip-depok-part-dua.html?m=0 (Bagian 2)

https://mamauway.wordpress.com/2020/09/14/cerita-berantai-rumbel-menulis-ip-depok/ (Bagian 3)

https://nurirrahmahnasution.blogspot.com/2020/09/cerita-bersambung-rumbel-menulis-iip.html (Bagian 4)

Komunikasi Produktif Hari Ke-14; Sebungkus Biskuit yang Bergembira

Zona 1; Komunikasi Produktif #14

Oleh : Evi Marlina 
(Mahasiswi IIP Kelas Bunda Sayang Batch#6) 

Ilustrasi Kue Cookie. (pixabay.com/StarFlames)

Ada yang selalu anne tunggu di waktu pagi yang hening. Suara cicit pipit yang nyaring diantara gemerisik dedaunan pohon mangga yang saling bergesekan. Kadang pipit-pipit kecil itu berjingkrakan di halaman dapur, mematuki bijih-bijihan tumbuhan atau sisa-sisa makanan yang anne sebarkan di halaman dapur. Seperti bijih jagung atau bijih beras. 

Mbak Nana dan adik selalu suka memperhatikan burung pipit itu, paruh kecilnya mematuk-matuk mengais makanan. Kadangpula adik tak dapat menahan dirinya, hingga berlarianlah ia mengejar sepasang pipit yang lincah. 

Lain lagi jika anak-anak kucing, kucing betina mau pun kucing-kucing jantan milik tetangga yang berdatangan. Adik akan berlarian di dalam rumah dengan berteriak "atuuut." Lalu bersembunyi di balik punggung anne, sembari ujung matanya mengintip-ngintip apakah kucing itu masih berteduh dengan molek di bawah pohon mangga.

Tuesday, September 15, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-13; Anne, Mengapa Hujan Tidak Jadi Turun?

 Anne, Mengapa Hujan Tidak Jadi Turun?

Zona 1; Komunikasi Produktif #13

Oleh : Evi Marlina 
(Mahasiswi IIP Kelas Bunda Sayang Batch#6)

Sumber foto : https://diamondbooks.org.uk

Setelah seharian bereksperimen di halaman depan, Mbak Nana dan Adik mulai mengantuk berat. Namun rasa kantuk itu perlahan kabur saat didengarnya suara kilatan geluduk dari langit. Langit memang agak sendu dan muram seharian ini, ayah berkali-kali bilang udara terasa sangat lembap seharian ini. 

Betul saja, sore sekitar pukul 15:20 WIB langit berarak menjadi abu-abu. Mbak Nana kegirangan betul. Disimak-simaknya suara guntur yang timbul tenggelam di langit sana. Padahal biasanya bisa lari sembunyi di balik badan anne atau ayah jika didengarnya suara kilatan geluduk. Tapi sejak dapat main hujan di belakang rumah beberapa hari yang lalu, rasa takut terhadap suara guntur itu perlahan pudar.

"Anne dengar itu, suara geluduk. Sebentar lagi hujan, nanti Mbak Nana mau main hujan-hujanan lagi di belakang rumah yaaa," lantang suaranya meminta izin sekaligus memberi pengumuman bahwa ia akan main hujan.

Monday, September 14, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-12; Terimakasih Adek

 Terimakasih Adek... 

Zona 1; Komunikasi Produktif #12


Sumber foto : https://islamicportal.co.uk

Subuh yang selalu memberikan energi bagi jiwa dan fikiran. Mengisi kantung-kantung hati dengan energi yang dipancarkan Rabb di pagi bernama subuh.

Pagi ini adek bangun pukul 05:30 pagi. Hari masih gelap, belum lagi ada cahaya pagi yang singgah di bumi. Bayi berpipi putih itu sudah sibuk membongkar lemari buku. Menariki buku yang menarik perhatiannya.

Anne tengah tilawah dengan kantuk yang tak kalah hebat. Usai subuh begini memang nikmatnya kembali tidur. Tapi, apalah daya sepertinya menyelesaikan perkara dapur lebih awal itu pilihan yang rasional untuk hari ini, ehehe.

Sunday, September 13, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-11; Kita Bersihkan Dulu ya Dek

Kita Bersihkan Dulu ya Dek

Zona 1; Komunikasi Produktif #11


sumber foto: https://coolofthewild.com/

"Astaghfirullaaah..." setengah tercekat anne melihat situasi rumah. 

"Adeeek, Rayyaaan, Adeeek..." anne berteriak berulangkali memanggil adek, namun yang dipanggil tak kunjung terlihat. 

"Asataghfirullah, adeeek dimana?" anne berkeliling seluruh isi rumah, mulai dari kamar tidur, kamar kerja ayah, kamar produk kerajinan, dapur, ruang setrika, semua kosong. Seketika perasaan cemas menjalar dan menjalar ke seluruh tubuh.

"Rayyaaan, adek dimana?" anne berlari ke teras belakang, sebab mustahil adek ke luar lewat pintu samping. Sebab anne mengunci pintu samping.

Saturday, September 12, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-10; Aha, Ide Apakah Itu?

 Aha, Ide Apakah Itu?

Zona 1; Komunikasi Produktif #10 


Sumber foto: vectorctock.com

Pukul 11:15 WIB

Matahari bersinar hangat siang ini. Cahayanya menembus masuk melalui pintu dapur dan celah-celah jendela rumah. Anne membiarkan pintu dapur terbuka lebar. Memberikan ruang bagi udara untuk masuk dan menyusuri tiap inci ruangan. Daun-daun pohon mangga saling bergesekan menimbulkan alunan bunyi-bunyian halus yang melenakan pelupuk mata. 

Mbak Nana sedang asyik bermain di ruang tengah. Menggunting kertas warna-warni origami dan kerta berukuran A4 dengan pola yang bebas. Sementara adik masih lelap panjang dalam tidur siangnya. 

Anne setengah berjongkok memeriksa isi kulkas. Mengitari kotak-kotak wadah sayur yang sudah banyak kosong. Termenung-menunglah anne memikirkan hendak memasak apa. Belum ada ide yang sudi mampir. Kiranya apa menu yang cocok untuk untuk siang ini. 

"Mbak Nana, kita masak yuk Mbak. Temani anne di dapur yuuk," anne mengajak Mbak Nana menemani memasak di dapur. Acapkali kehadirannya menemani anne di dapur dapat meringankan pekerjaan anne, meski hanya mengupas kulit daun putih atau mengocok telur dadar.

Mbak Nana masih tak bergeming. Matanya fokus menggunting kertas penuh kosentrasi. 

Friday, September 11, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-9; Terimakasih Kakak Lumba-Lumba

 Terimakasih Kakak Lumba-Lumba

Zona 1; Komunikasi Produktif 9


Foto : https://bobo.grid.id/

Pagi ini usai memandikan anak-anak, Ayah mengajar di ruangan ayah. Anne bertugas menyiapkan sarapan seperti biasa. Mbak Nana dan adik sudah rapi. Ayah menyisiri rambut Mbak Nana hingga terlihat lurus klimis, ditambahkan pula dengan hair lotion yang wangi khusus baby. Sehingga harumnya sampai di hidung anne.

Adek dipakaikan kaus oblong berwarna kuning, dipadupadankan dengan celana pendek sebawah lutut. Rambutnya yang sudah mulai agak lebat itu pun disisiri oleh Ayah, sehingga semakin terlihat wajah adik yang putih, bersih dan ganteng. 

Dua anak-anak itu bermain ke sana kemari di dalam rumah. Terdengar suara Ayah memberikan pesan agar selama ayah memberikan perkuliahan online mahasiswa, Mbak Nana dan adik tidak membunyikan lagu bunyi-bunyian yang ada pada sepeda kelinci adik. 

Entah anak-anak kecil itu mengerti atau tidak, yang pasti anne mencuri dengar dari dapur dan melongokkan kepala sebentar, keduanya mengangguk seolah faham apa yang Ayah mau.

Challenge of the Week #12 Attractive Food Plating

 The Miracle of Food Plating ala #ABQAfamily


Assalamualaikumwr. Alhamdulillah, perjalanan COTW Kampung Ibu Profesional Depok telah sampai di COTW #12. Tantangannya mulai terasa lumayan nih Mak, sebab alhamdulillah kelas Bunda Sayang Batch #6 sudah berlangsung kurang lebih genap 8 hari. Jadi nyiapin laporannya jadi dobel yak, ahaha. Pokoknya mah dinikmati aja selagi mampu, minta tolong sama Allah supaya tetep on the track, gak oleng kena angin "males, " huahaha.

Nah, kali ini saya ingin berbagi hal yang menurut saya ajaib banget Mak, khususnya selama kurang lebih sepekan ini menjalani proses otodidak belajar food plating. Kalo minggu lalu penuh drama behind the scene pemotretan, pekan ini juga tak lepas dari drama. Meski saya akui nggk seheboh pekan lalu, anak-anak bisa lebih anteng dan gembira menemani annenya mengambil foto. Kenapa ya?

Cari-cari sebabnya, ternyata karena ajaibnya Food Plating ini. Sesuai dengan namanya Attractive food plating, 

Mulanya saat tema tantangan ini diluncurkan, saya sempat mikir-mikir mau food plating yang kayak apa ya. Tapi setelah difikir-fikir lagi kenapa nggk dicoba aja belajar food plating ini, mumpung bareng-bareng belajarnya. Lebih seru. Maka saya putuskan mencoba belajar otodidak dengan tentulah ngintip-ngintip akun-akun profesional, browsing yutub, nyimak presentasi food plating di yutub dll berkaitan dg food plating.

Dari proses ini, saya jadi belajar banyak bagaimana menyiapkan food plating ini. Dan mencoba mengamati apa efeknya terhadap minat dan nafsu makan keluarga, ehehe.

Nah, tapi kali ini saya baru bisa memulai proses latihan praktiknya hari Senin, sebab memang belum punya piring khusus untuk tema ini. Ahaha, jadi saya tunda dulu dengan memanfaatkan membaca dan menyimak bagaimana melakukan food plating bagi pemula di yutub. 

Hmm mesti piring khusus gitu? Huehe, gak mesti piring khusus sih. Tapi karena kebetulan memang sedang cari perabot jadi sekalian deh. Nah, hari Minggu suami menemani saya membeli piring yang saya butuhkan untuk mengeksekusi proses belajar ini, xixixi. Semangat banget yak. Oke, Mak yuk jelajah sharing pengalaman selama beberapa hari ini, hasil belajar otodidak attractive food plating ala saya. 

Thursday, September 10, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-8; Anne yang Bermulut Lebar

Anne yang Bermulut Lebar

Zona 1; Komunikasi Produktif 8


sumber ilustrasi; https://line.17qq.com/article/gddbeojz_p4.html

Pukul 10.30 WIB

BRAAAK! 

Astaghfirullah...anne membatin dalam hati.

Belum lagi anne bicara, Mbak Nana sudah menangis dan berlari ke kamar. Anne masih menyelesaikan makan siang. Setelah sepagian memasak, membereskan dapur dan rumah. Selang beberapa menit kemudian Mbak Nana keluar kamar, duduk menyempil di sisi anne. Anne sedang duduk di teras belakang menemani adek menyimak murottal.

"Mbak Nana mau bicara sama anne?" tanya anne menyelidik matanya.

"Mbak Nana tadi mau turun dari meja, trus ada adiknya juga disana," terdengar suaranya menjelaskan tanpa diminta.

Anne pandangi mata Mbak Nana, memegang kedua tangannya dan meletakkan di dada anne. Lalu mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Anne betul-betul memohon dengan mata yang  dan suara yang menunjukkan kesungguhan.

"Shalihah, anne kan sudah ingatkan kalo meja itu fungsinya sebagai tempat makanan dan belajar, kalau dipakai loncat akibatnya apa Nak?" tanya anne pada Mbak Nana.

"Patah," jawab Mbak Nana.

"Ini kan meja ayah, kira-kira ayah sedih atau senang kalau mejanya patah?" tanya anne lagi.

Mbak Nana masih tidak bergeming. Anne kembali menatap matanya, dengan tatapan penuh permohonan.

Wednesday, September 9, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-7; Mbak Nana Sudah Berani

Mbak Nana Sudah Berani

Zona 1; Komunikasi Produktif 7


https://www.welcomemobility.co.uk

Hening suara muadzin subuh saling bersahutan. Kegundahan di tengah pandemi seolah sirna dengan suara adzan yang menyibak malam-malam panjang. Pagi ini dimulai dengan bangunnya anak-anak pada pukul 05:00 pagi, teng! 

Ayah juga sudah bangun dan berangkat ke masjid sejak beberapa menit yang lalu. Sementara tanpa aba-aba adik terbangun dan dengan segera suaranya memenuhi seluruh isi rumah. Tangisnya memecah hening di pagi subuh. Anne panggku tubuhnya yang agak gemuk sembari menyusui. Mengajaknya menyelesaikan beberapa lembar halaman tilawah. Berharap pula agar adek tidur kembali. Agar anne dapat menyelesaikan barang satu dua pekerjaan rumah. 

Mbak Nana masih tidur lelap di kamarnya, tak ada tanda-tanda suaranya terbangun.

Tak lama kemudian adik tertidur kembali dengan wajah yang empuk. Anne kembali membaringkannya di kamar tidur. Lalu bergegas, melanjutkan beberapa pekerjaan rumah, hingga matahari pun menggeliat, memendarkan sinar pagi keemasan.

Sobahul Khair dunia...

Tuesday, September 8, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-6; Bernama Anne & Ayah

Bernama Anne & Ayah 

Zona 1; Komunikasi Produktif 6

http://repinned.net/pin/quotes/iyanla-vanzant.html

Alhamdulillah, memasuki hari ke-6. Ada semacam kelegaan dengan menuliskan apa-apa yang dilewati setiap harinya. Ya, menulis memang obat yang sangat mujarab dalam proses membantu meringankan stress. Khususnya setelah penat seharian dengan rutinitas yang padat, maka menulis menjadi semacam oase untuk meluruhkan toksin-toksin dalam tubuh dan fikiran, haha.

Beberapa pekan yang lalu, sempat mengikuti web-binar self healing dengan menulis yang diadakan oleh Tim Rumbel Menulis KIP Depok; bahwa menulis memang memberikan pengaruh yang positif bagi kesehatan mental seseorang. Terlebih lagi sebagai seorang Ibu, dengan menulis ia bisa menyimpan banyak keajaiban yang disajikan bahkan hampir tiap detik peristiwa dalam membersamai tumbuh kembang buah hatinya.

Ini adalah hari ke-6 di kelas Bunda Sayang Selasar Institut Ibu Profesional. Sejak saya memutuskan untuk mengikuti kelas ini, dengan protokol permohonan izin kepada suami yang tidak semulus biasanya - sebab anne mmiliki tanggungan setoran hafalan juga setiap pekannya di lembaga tahfidz- maka bismillah berusaha komitmen dengan memohon segenap pertolongan dari Allah, semoga Allah mampukan beristiqomah dalam proses belajar mempraktikan ilmu dari apa yang sudah saya tempuh dan geluti selama ini dalam bidang pelayanan pendidikan dan psikologi anak.

Maka, berusaha menikmati sebagai bagian dari self healing juga sih, ehehe. Sebab inilah saatnya "me time" yang berpaedah bagi saya, ketimbang me time dengan online scroll instagram yang gak aada habisnya. Hahaha...Wokelah, berikut merupakan beberapa catatan temuan hari ini.

Monday, September 7, 2020

Komunikasi Produktif Hari Ke-5; Mbak Nana Gembira Sekali Hari Ini

Mbak Nana Gembira Sekali Hari Ini

 Zona 1; Komunikasi Produktif 5

Sumber foto: https://www.youtube.com/watch?v=OTf57nkxDKk

Alhamdulillah, hari ini telah memasuki hari ke-5. Tidak terasa hampir genap satu pekan. Menjalani malam-malam dengan membuat laporan. Mulai menikmati rutinitas mengetik ini. Menuliskan temuan-temuan yang menyenangkan di sepanjang siang.

Alhamdulillah, anak-anak sudah tidur dari usai magrib. Alla kulli hal, akhirnya anne pun punya kesempatan mengetik lebih lapang. Alhamdulillah.

Tentang temuan hari ini, adalah temua yang temanya sudah anne rencanakan sejak kmaren malam. Sehingga anne bisa berfokus terhadap target yang ingin dicapai. 

Kali ini adalah mengganti kalimat interogasi dengan kalimat observasi. Hal ini cukup membuat anak-anak fokus dan betah menyimak kisah anne hingga tuntas. Yuk, simak beberapa temuan anne hari ini: