Aku Bisa Menyiapkan Makanan Sendiri
Zona 2. Melatih Kemandirian Anak #2
"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov
Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya
Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta
(Tilawah Sajadah)
Aku Bisa Menyiapkan Makanan Sendiri
Zona 2. Melatih Kemandirian Anak #2
Menjadi Pendengar yang baik; Membuka Pintu & Jendela Komunikasi Bersama Pasangan
Edible Food Science #ABQAFamily
Assalamualaikum. Halo Mak semua, bagaimana kabarnya hari ini. Semoga sehat selalu ya Mak, insya Allah. Alhamdulillah kita bertemu lagi nih Mak di challenge pekannanya KIP Depok. Nah kali ini merupakan tantangan pekan ke #13 dengan tema yang uwow banget Mak.
Alhamdulillah, meski saat menjalani prosesnya agak rempong namun ada rasa kegembiraan tiap kali usai menyelesaikan tantangan tersebut. Dan yang pasti, anak-anak tak hanya kecipratan kegembiraan juga, namun juga kehujanan banyak ragam aktifitas.
Nah, kesempatan kali ini saya akan sharing tentang beberapa kegiatan yang mengacu kepada tema yang diberikan oleh tim COTW KIP Depok. Tentu saja tujuannya berupaya tak hanya sekedar menggugurkan tantangan ya Mak, ehehe, Namun sejatinya lebih dari itu adalah menciptakan hari-hari dan waktu yang ajaib bersama anak-anak di rumah. Selamat berselancar dalam keseruan bermain bersama buah hati di rumah Mak juara.
Sebuah Hari yang Ajaib
Zona 1; Komunikasi Produktif #15
Cerita Bersambung Rumbel Menulis
Institut Ibu Profesional (IIP) Depok Bagian 5
Bismillah...
Halo semuanya, jadi ini ceritanya kata tim pengurus rumbel menulis IIP Depok, merupakan salah satu even penutup dipenghujung program semester ini. Cerita berantai yang ditulis oleh beberapa anggota rumbel menulis.
Tokoh cerita terdiri dari Tejo sebagai suami, Suti sebagai isteri dan Tati anak dari keduanya berusia 2th. Nah, jadi buat kamu yang penasaran dengan cerita sebelumnya, silahkan ikuti tautan berikut ini ya.
https://shireishou.com/event-cerita-sambung-rumbel-menulis-iip-depok-part-1/ (Bagian 1)
https://mamaharetuti.blogspot.com/2020/09/cerita-sambung-iip-depok-part-dua.html?m=0 (Bagian 2)
https://mamauway.wordpress.com/2020/09/14/cerita-berantai-rumbel-menulis-ip-depok/ (Bagian 3)
https://nurirrahmahnasution.blogspot.com/2020/09/cerita-bersambung-rumbel-menulis-iip.html (Bagian 4)
Zona 1; Komunikasi Produktif #14
Ada yang selalu anne tunggu di waktu pagi yang hening. Suara cicit pipit yang nyaring diantara gemerisik dedaunan pohon mangga yang saling bergesekan. Kadang pipit-pipit kecil itu berjingkrakan di halaman dapur, mematuki bijih-bijihan tumbuhan atau sisa-sisa makanan yang anne sebarkan di halaman dapur. Seperti bijih jagung atau bijih beras.
Mbak Nana dan adik selalu suka memperhatikan burung pipit itu, paruh kecilnya mematuk-matuk mengais makanan. Kadangpula adik tak dapat menahan dirinya, hingga berlarianlah ia mengejar sepasang pipit yang lincah.
Lain lagi jika anak-anak kucing, kucing betina mau pun kucing-kucing jantan milik tetangga yang berdatangan. Adik akan berlarian di dalam rumah dengan berteriak "atuuut." Lalu bersembunyi di balik punggung anne, sembari ujung matanya mengintip-ngintip apakah kucing itu masih berteduh dengan molek di bawah pohon mangga.
Anne, Mengapa Hujan Tidak Jadi Turun?
Zona 1; Komunikasi Produktif #13
Setelah seharian bereksperimen di halaman depan, Mbak Nana dan Adik mulai mengantuk berat. Namun rasa kantuk itu perlahan kabur saat didengarnya suara kilatan geluduk dari langit. Langit memang agak sendu dan muram seharian ini, ayah berkali-kali bilang udara terasa sangat lembap seharian ini.
Terimakasih Adek...
Aha, Ide Apakah Itu?
Terimakasih Kakak Lumba-Lumba
The Miracle of Food Plating ala #ABQAfamily
Bernama Anne & Ayah
Zona 1; Komunikasi Produktif 6
Alhamdulillah, memasuki hari ke-6. Ada semacam kelegaan dengan menuliskan apa-apa yang dilewati setiap harinya. Ya, menulis memang obat yang sangat mujarab dalam proses membantu meringankan stress. Khususnya setelah penat seharian dengan rutinitas yang padat, maka menulis menjadi semacam oase untuk meluruhkan toksin-toksin dalam tubuh dan fikiran, haha.
Beberapa pekan yang lalu, sempat mengikuti web-binar self healing dengan menulis yang diadakan oleh Tim Rumbel Menulis KIP Depok; bahwa menulis memang memberikan pengaruh yang positif bagi kesehatan mental seseorang. Terlebih lagi sebagai seorang Ibu, dengan menulis ia bisa menyimpan banyak keajaiban yang disajikan bahkan hampir tiap detik peristiwa dalam membersamai tumbuh kembang buah hatinya.
Ini adalah hari ke-6 di kelas Bunda Sayang Selasar Institut Ibu Profesional. Sejak saya memutuskan untuk mengikuti kelas ini, dengan protokol permohonan izin kepada suami yang tidak semulus biasanya - sebab anne mmiliki tanggungan setoran hafalan juga setiap pekannya di lembaga tahfidz- maka bismillah berusaha komitmen dengan memohon segenap pertolongan dari Allah, semoga Allah mampukan beristiqomah dalam proses belajar mempraktikan ilmu dari apa yang sudah saya tempuh dan geluti selama ini dalam bidang pelayanan pendidikan dan psikologi anak.
Maka, berusaha menikmati sebagai bagian dari self healing juga sih, ehehe. Sebab inilah saatnya "me time" yang berpaedah bagi saya, ketimbang me time dengan online scroll instagram yang gak aada habisnya. Hahaha...Wokelah, berikut merupakan beberapa catatan temuan hari ini.
Mbak Nana Gembira Sekali Hari Ini
Zona 1; Komunikasi Produktif 5
Alhamdulillah, hari ini telah memasuki hari ke-5. Tidak terasa hampir genap satu pekan. Menjalani malam-malam dengan membuat laporan. Mulai menikmati rutinitas mengetik ini. Menuliskan temuan-temuan yang menyenangkan di sepanjang siang.
Alhamdulillah, anak-anak sudah tidur dari usai magrib. Alla kulli hal, akhirnya anne pun punya kesempatan mengetik lebih lapang. Alhamdulillah.
Tentang temuan hari ini, adalah temua yang temanya sudah anne rencanakan sejak kmaren malam. Sehingga anne bisa berfokus terhadap target yang ingin dicapai.
Kali ini adalah mengganti kalimat interogasi dengan kalimat observasi. Hal ini cukup membuat anak-anak fokus dan betah menyimak kisah anne hingga tuntas. Yuk, simak beberapa temuan anne hari ini:
Hari sudah pagi, matahari beranjak geliat bangkit dari malamnya yang hening. Menyambut bening air embun dan kicau pipit yang ramai berkicau di dahan-dahan pokok pohon mangga. buah pohon mangga besar yang tumbuh tinggi di halaman rumah. Kilau sinar matahari menyusup dahan-dahan dan dedaunan pohon mangga, perlahan masuk mengetuk kaca jendela rumah.
"Hayoo pohon," suara adik dari balik jendela. Membuntuti anne dengan rutinitas membuka jendela rumah setiap pagi tiba.
"Assalamualaikum dunia. Lihatlah, matahari bersinar indah hari ini. Halo pohon, halo matahari, terimakasih ya sudah bersinar hangat pagi ini. Terimakasih ya Allah," kata anne mengajak bicara pada matahari.
Sementara adik matanya semerbak riang mengitari kilau cahaya yang memantul di pohon dan dedaunan hijau belimbing wuluh dan pohon mangga.
Zona 1; Komunikasi Produktif
Sepotong Cerita di Pagi Hari
Zona 1; Komunikasi Produktif
Kemaren sebenarnya ada banyak temuan yang ingin anne share di kelasin. Hanya saja ternyata hanya bisa 1 link yang dikirimkan. Alhasil beberapa video pun akhirnya tidak bisa dikirimkan linknya di kelasin. Niat awal beberapa potongan video temuan yang ingin dishare.
Jadi hari ke-2 ini saya putuskan untuk menuliskannya di blog, ada pun video yutub sebagai data pendukung temuan. Siapa tahu, suatu saat data-data ini akan saya butuhkan. *Mana tahu suatu saat sekolah lagi, hihihi. Aamiin ya Allah...
Tema yang diberikan dalam zona 1 ini adalah bagaimana membangun komunikasi produktif; baik terhadap diri sendiri, pasangan mau pun anak-anak. Sebuah topik awal yang digunakan sebagai landasan berpijak untuk membangun keluarga yang harmoni. Keluarga yang saling memahami, saling mengerti dan saling menyayangi.
Dan semua itu bersumber dari pola komunikasi.
Does Your Food Spark Joy?
Membangun Ketahanan Pangan dari Rumah;
Tips Ketahanan Pangan #Ala ABQA Family
Challenge of the Week #10 Kampung Ibu Profesional Depok
Assalamualaikum. Mak sayang semuanya, alhamdulillah pekan ini akhirnya kita telah sampai pula di pekan ke 10 Maak. Ya Allah...perjalanan yang lumayan panjang dan cukup menggunjang konsistensi buat menuliskannya di blog, hahaha.
Tapi, pelan-pelan saya nyalakan leptop. Saya bisikin pelan-pelan melakukan upaya mengusir rasa malas dan rasa kantuk yang menghadang "menulislah...menulis...dan menulis..." biar masih buntu idenya pokoknya terus aja nulis, wkwk. Dan pada akhirnya, izinkan saya berbagi secuil ilmu dan secuil ide yang barangkali ada manfaat yang bisa diambil ya Mak. Khususnya dengan tema Ketahanan Pangan COTW KIP Depok.
Sejujurnya saya sangat mengapresiasi teman-teman pengurus yang telah bersusah payah menelurkan ide ketahanan pangan ini. Mendorong para anggotanya untuk turun tangan dan memakmurkan lahan yang ada dengan cara bercocok tanam.
Aku Akan Bersabar Menunggu#3
Catatan #JurnalSyukur3 #EviMarlina
"Apa nggak sebaiknya kalau kita cari hari lain Ayah?" tanya saya pada suami, saat suami menawarkan untuk ke pasar siang kemaren.
"Tapi ayah sudah terlanjur bilang ke Mbak Nana, ke pasar siang ini," jawab Ayah dengan suara penuh rasa bersalah.
"Iya, tapi apa nggk sebaiknya kalau hari ini kita full istirahat dulu di rumah. Kita ke pasar pas weekend aja gimana?" Jawab Anne masih kekeuh. Sebab saya tahu betul, suami dan anak-anak sebenarnya masih kecapean. Insting isteri dan Ibu insha Allah nggk salah, huehehe.
"Anne aja yang jelaskan ke Mbak Nana ya," kata suami lagi.
Hmm...Anne mafhum, dimana-mana sepertinya memang tiada seorang Ayah pun di dunia ini yang tega mengecewakan perasaan anaknya. Apalagi anak perempuan.
"Oke..." jawab Anne menyanggupi.
Tips Belanja Bahan Makanan Online
Challange of the Week #9 Kampung Ibu profesional Depok
Assalamualaikum
Mak kesayangan yang super kreatif. Taraaa, balik lagi kita di program pekanannya KIP Depok nich. Yupie, apalagi kalau bukan COTW (Challenge of the Week), ahaha.
Masha Allah, nggk terasa ya Mak kita sudah sampai di COTW pekan ke-9. Masih jauuuh euuy, COTW-nya masih ada sampai COTW #15. Huwaah, warbiyasaaah. Allahu Akbar, ahahaha. Sueemmangat banget nih ngikuti challengenya KIP Depok.
Beneran ikutan COTW ini jadi semacam modal warming up yang mahal banget bagi saya secara pribadi. Melatih konsistensi persiapan memasuki kelas Bunda Sayang.
Ya, meski dengan segala keterbatasan yang ada, alhamdulillah bersyukur sekali sebab bisa ikut serta meramaikan programmnya KIP Depok. Alhamdulillah...semua ini atas izin dan karunia Allah.
Nah tema kali ini adalah tips berbelanja bahan makanan secara online. Di era digital yang serba android sudah mesti kita juga yang bukan generasi jaman now pun tak bisa mengelak dari dunia digital ya Mak.
Tuntutan zaman membuat kita mau tak mau harus juga ngencengin ikat pinggang. Lari kenceng beradaptasi mengikuti ritme perubahan dan perkembangan teknologi yang super cepat bak kilat. Salah satunya adalah berbelanja bahan dapur secara online. Dulu? Barangkali nggk kebayang ya Mak, bahkan cara berbelanja pun akan secanggih hari ini.
Apalagi masa pandemi COVID-19. Tentulah semakin terasa manfaatnya berbelanja secara online ini.
Menu Terlezat di Dunia #2
Kami duduk bertiga di karpet menikmati makan malam; saya, Mbak Nana dan Adik. Sajian menu nasi putih, sayur bayam dan ceplok telor yang di siram kecap.
Adik memegang mangkuk makan malamnya sendiri. Menjumputi nasi, sayur bayam dan irisan telor ceplok dengan jemari tangannya yang gembil.
Mbak Nana pun demikian, di wadah piringnya ia menyendoki nasi yang sudah di aduk dengan kecap. Telur dibiarkan dalam keadaan utuh, tanpa di suwir-suwir atau di potong kecil-kecil. Juga menolak bening sayur bayam.
Masing-masing memiliki selera dan cara makan yang berbeda. Namun, dapat melihat keduanya menikmati makan malam dengan lahap, hati saya pun gerimis.
Saya? Tidak kalah lahap. Saya duduk diantara mereka berdua. Menikmati nasi putih, bening bayam, telor dadar yang sudah dibumbui dengan sambel ulek, dan sedikit orek tempe sisa siang.
Ya Allah, alangkah lahapnya saya menghabiskan menu yang sederhana ini.
Ditambah lagi menyaksikan duo bocil yang menikmati makannya dengan lahap pula. Hati saya bertambah pula bersuka cita.
Ya Allah, alangkah bersyukurnya hati saya dapat makan dengan perasaan yang penuh suka cita.
Hari masih gelap, hening dari riuh suara mesin mobil atau motor yang melintas. Hanya cicit kicau pipit terdengar rimbun dari balik jendela dapur. Sayup perlahan disusul suara adzan dari pengeras suara masjid dan mushola-mushola kecil milik warga perkampungan. Masjid dan mushola-mushola ini letakknya tak jauh dari sisi komplek perumahan.
Seruan muadzin yang menandakan bahwa waktu subuh menjelang.
Suami telah pamit pula berangkat ke masjid sejak beberapa menit yang lalu. Anak-anak masih mashuk lelap dalam tubuh kecilnya yang "barangkali" teramat letih. Tinggallah saya duduk mengamati sajadah dalam fajar yang diam-diam menghujani diri dengan puluhan tanya.
"Maka pagi yang manakah yang tak harus jiwa ini syukuri?"
Suara muadzin yang panjang itu pun usai dengan tanpa menyisakan lenguh nafas beban. Seolah terasa begitu lapang jiwa sang muadzin bak Bilal Bin Rabah yang merdeka. Merdeka dan terbebas dari segala belenggu kecemasan dan rasa takut menyongsong hari-hari panjangnya yang penuh ancaman.
"Lalu apa yang harus engkau cemaskan di tengah rumah dan keluarga yang aman ini, wahai jiwa?"
Challenge of the Week #8 Tips Memilih Bahan Makanan Segar
Nah, kali ini temanya adalah tips memilih bahan makanan segar. Sebenarnya tidak memiliki ilmu khusus tentang memilih makanan segar.
Namun, berdasarkan pada pengalaman menjalankan peran domestik, mau pun pengalam masa kecil ditambah dengan bacan-bacaan yang ada sebagai pengokoh, maka berikut saya coba tuang dalam catatan kecil di momen #COTW8 kali ini.
Ada pun bahan-bahan makanan yang saya tuliskan pada kesempatan kali ini adalah bahan-bahan makanan yang biasa saya konsumsi sehari-hari di rumah. Semoga bermanfaat ya Mak.
Peledak Absensi Kelas yang Misterius #2
Oleh: Evi Marlina
Tema : Berqurban, Usia : 7-13 tahun
Hanifa menyerahkan buku yang disampulnya dengan plastik sisa bungkus sabun kompas. Dengan gembira ia serahkan kepada Bapak Zein. Bapak Zein membaca tugasnya dengan seksama. “Bagus tulisan kamu Hanifa,” puji suara Bapak Zein. Lalu meminta Hanifa membacakannya di kelas.
Ya mata pelajaran bahasa Indonesia. Bapak Zein memberikan tugas untuk menulis/mengarang cerita. Hanifa membacakan karangannya di depan kelas.
Saat menerima tugas itu, dengan segera ia tuliskan apa-apa yang ada didalam kepalanya tentang manfaat membaca saat menjaga warung emaknya. Ia juga menggambar satu ilustrasi yang ia letakkan pada bagian tengah tulisan, seorang gadis yang tengah membaca buku.