Reminder

"Beri aku pelajaran TERSULIT, aku akan BELAJAR" Maryamah Karpov

Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya

Dengan daya dan kekuatan dari-Nya, maka Maha Suci Allah, Sebaik-baik pencipta

(Tilawah Sajadah)

Sunday, December 28, 2014

pada matahariku #catatantakbertuan

dan membaca halaman wajahmu yang penuh perjalanan. Bukan satu dua lelah yang menyisir langkah, aku yang terduduk menatap awan dan langit putih. Demi menyaksikan dan mencatat setiap halaman yang engkau bicara tidak hanya tentang perkara waktu. Aku yang terpaksa harus banyak belajar, menyimak, melihat dan menerjemahkan sedalam makna yang terkadang aku tidak begitu mampu memahami, engkau lebih dalam dari lautan, lebih putih dan biru dari awan dan lebih hangat dari mentari pagi. Padamu yang tersimpan semua rahasia dan ilmu. Yang hatiku menari-nari pada setiap bait bahasamu. Yang membuatku berlari dan bermanja ria menekuni setiap tuturmu.

#Haramain #CatatanError #TugasMembaca hoho..
#catatantakbertuan

"Tebrik Ederim" Standing Applause from Hoca.

Standing applause dari hoca untuk dua presentasi berturut-turut hari Rabu mata kuliah Child Development dan hari Kamis Yaşam Donemleri ve Uyum Problemleri. Alhamdulillah persiapan yang tidak sebentar. Untuk presentasi Child Development sudah lama menyiapkan ide, namun baru seminggu menjelang presentasi baru bisa totalitas menemukan dan mencari dan membaca referensi. Alhamdulillah.."Hanifah çok iyi hazırlamıştır, her şey çok iyi. Harika, ellerini sağlık" kata hoca Müge serampung saya merampungkan presentasi diikuti oleh riuh tepuk tangan dari teman-teman kelas. Alhamdulillah ya Allah, semoga menjadi cambuk untuk terus semakin bersemangat dalam belajar dan menuntut ilmu.

Sementara mata kuliah Yaşam Donemleri ve Uyum Problemleri hari Kamis persiapan sudah cukup lama sekali, sudah satu bulan tepatnya menjelang presentasi. Sudah lama saya menanti untuk mempresentasikannya. Alhamdulillah tuntas saya presentasikan di dapan 75 teman Turki. Hoca sangat terkesan dan ketika menyerahkan tugas kepada beliau, beliau berbisik di telinga saya "Çok iyi hazırlamıssın, Tebrik ederim." Segala puji hanya bagi Allah. Yang Maha memberikan kekuatan. Teguhkan hati kami dalam belajar dan menuntut ilmu ya Allah. Dan teguhkan dalam segala urusan dan masalah ini. Lapangkan jalan dan mudahkan "segala urusan kami." Aamiin. 

rehat


Malam, 27 Desember 2014

Lekas sekali sudah subuh. Oh sepertinya baru beberapa jam yang lalu saya tertidur dengan buku berserakan dan leptop masih dalam keadan menyala. Mengintip dan segera menyibak tirai jendela, oh masih gelap. Melihat jam dinding pukul 06.00 tepat. Kalau tidak salah tilawah hari ini juga masih 3 lembar belum rampung dibaca. Bangun seperti orang linglung. Mengapa hari cepat berganti subuh. Duduk sambil bertanya-tanya. Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba'dama ama tanaa wailaihinnusyuur...Melihat jam dinding kembali. Dan...Allahu ya Rahmaan...alhamdulillah legaaanya, setelah sadar bahwa jam dinding pukul 18:00 (waktu shalat isya). ‪#‎ketiduran‬ ba'da magrib. Pasalnya tugas belum tuntas :D

“Dan Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat,dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha” (Q.S.Al Furqaan:47)

-Sakura RT-

Kondektur tua dan Gadget..

Kondektur tua dan Gadget..
=========================
Ankara, 27 Desember 2014

Musim di kota bertambah dingin. Meski belum sempurna menjadi salju. Dan tampaknya harus menanti Januarı atau Februari jika berharap bermain hujan salju di samping asrama. Untuk saat ini cukup bertarung dengan cuaca dingin yang merambat memasuki minus. Kemaren petang, meski dengan tergesa mengejar metro masih sempat mengintip berita cuaca di iklan sisi lorong tempat berdiri menanti kereta dengan tujuan Kampus Kurtulus, hmm, lumayan. Minus satu derajat. Melirik jam 25 menit lagi kelas masuk. Dan saya masih menanti kereta. *

***
Teringat kejadian beberapa menit yang lalu. Macet!
Pasalnya kawasan pukul menjelang 11 pagi bersiap-siaplah dengan jalanan yang entah mengapa selalu padat dikawasan titik-titik tertentu. Dan dengan gembira juga saya ikut berlarian bersama penumpang lainnya meski harus rela berdiri di sisi pintu. Di tengah kemacetan dan hujan yang panjang bis juga padat penumpang. Oh...Turki, mengapa masyarakat Turki senang sekali tetap pergi keluar rumah meski hujan-hujan dan minus begini, emm bisa jadi mereka berangkat kerja, ke kampus, atau biasanya banyak yang sekedar minum teh di kafe.

Bis penuh. Saya berdiri di sisi pintu dengan memandang jalanan yang padat dan penuh lalu lalang manusia dengan garis wajah Asia Eropa. Berlarian dengan payung hitam, putih transparan, orange dan macam-macam. Oh iya saya sendiri tidak punya payung, sudah setahun ini. Di tengah kebosanan dan karena juga berdiri di dalam bis, tiba-tiba mata saya menyapu pada sepasang wajah tua yang duduk dengan tenang. Tidak terlihat sibuk, meski ia adalah seorang kondektur. Teringat kalau di tanah air, kondektur bis tidak akan berhenti bersuara di sepanjang perjalanan meski dari Ciputat hingga Masjid İstiqlal sekali pun. Hoho...ini pak Kondektur tenang sekali, tanpa suara. Tangan kanannya terlihat sibuk mengutak-atik HP. HP kulitas android. Kira-kira apa ya yang sedang disibukkan Pak kondektur? HP yang besar dan kualıtas bagus tentu tidaklah sulit bagi kita untuk melihatnya meski dari jauh. Dan pak Kondektur yang sudah berusia lanjut itu ternayata tangannya tengah sibuk membuka halaman berbagai kabar harian pagi Turki. Masha Allah, dalam hati saya. Oh mungkin Pak Kondektur ndak punya Fesbuk kali ya, hehe. ‪#‎EdisiBalapan‬

-Sakura Romawi Timur-

Belajar dari ındONEsia!

Belajar dari ındONEsia!
====================
Dua hari yang lalu (rabu kelas sore) di ruang hoca. Belıau sedang menunjukkan beberapa halaman gambar seperti sebuah denah. Ada beberapa lembar denah. Beliau menjelaskan sebuah project "impian" yang ıngın dıbangunnya bersama kementrian pendidikan. Sebuah project untuk anak-anak Turki, jika teman-teman pernah singgah pada tulısan blog tahun lalu, konsepnya mirip sekali dengan konsep Ailem Yasam Merkezi (Pusat kehidupan keluarga), hanya saja kali ını difokuskan pada kegiatan anak. Sebuah pusat pengembangan anak, dimana semua anak-anak Turki bisa mengembangkan bakat dan mınat disana secara gratis setelah kegiatan sekolah formal, setiap hari (begitu kurang lebih).

Serampung menjelaskan, dengan senang hati saya menunjukkan beberapa konsep belajar anak-anak di Indonesia dengan konsep alam dan ruang terbuka, kebetulan saat itu memperkenalkan salah satu konsep petualangan cilik mılık Prof. Rhenald kasali, Rumah Perubahan. Bagaimana reaksi belıau? 
"Indonesia ıs wonderfull, awesome we have to discuss later!" 
"Maukah hoca suatu saat ke Indonesia?" Tanya saya. 
"Sure! Suatu saat saya pasti akan ke Indonesia dan belajar dari Indonesia."

Dan, Indonesia begıtu menakjubkan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan?
— merasa dicintai .

Monday, December 22, 2014

Kepada yang rinduku tiada berputus

Dear Emak...
Hari ini sungguh aku rindu padamu, 
ketika teman-teman di dunia mayaku 
berlomba-lomba ramai mengucapkan "selamat Hari Ibu" 
dan aku berulang kali hanya bisa mengusap tangis rinduku

Dear emak, 
yang aku rindu tidak hanya karena ini hari ibu, 
tapi dalam setiap sujud dan bait do'aku 
engkau adalah do'a pertama yang selalu aku sampaikan pada Rabb-ku [Rabb kita]

Dear emak yang tidak pernah punya "rapor sekolah" seumur hidupmu, 
tapi engkau didik aku percaya meraih beragam penghargaan dan ilmu 
yang tidak bisa aku hitung lagi satu persatu

Dear emak yang tidak cakap menulis kalimat, 
yang terbata-bata ketika mengeja huruf-hurufnya, 
tapi kemudian engkau didik aku 
hingga mampu menulis buku dan banyak karya

Dear emak, yang tidak pandai mengaji tajwid, 
tapi engkau didik aku mampu menjadi guru mengaji 
di usia sekolah dasar ibtidaiyahku 
di dusun kecil yang cahaya lampunya hanya dari buluh bambu

Dear emak, yang pada saat kelas 3 SD sedang bersemangatnya sekolah, 
tapi ketika pulang harus rela menerima perjodohan dan menanggalkan sekolahmu. 
Aku tidak bisa menggambarkan bahasa apa yang ada dihatimu saat itu. 
Tapi kemudian engkau didik semua anakmu menjadi sarjana-sarjana terbaik, 
engkau didik aku menuntut ilmu pun hingga menembus benua yang jauhnya bermil-mil ini, 
meninggalkanmu di perdusunan kecil dan sunyi itu..

Dear emak, cita-citamu padaku yang sederhana, 
meski aku telah menjadi sedemikian ini, 
"Nduk meski bila pun engkau hanya seorang guru honorer desa 
emak akan tetap bangga padamu..."

Dear emak, maukah engkau aku beri tahu sebuah do'a 
yang aku selalu rahasiakan dan selalu aku ucapkan pada setiap serampung sujud-sujudku...

"Dear Allah sayangilah kedua orang tuaku, dengan kasih sayang Terbaik dari sisi Mu, 
mudahkanlah urusannya, dengan kemudahan terbaik yang tidak terbatas dari sisi Mu. 
Dan jika kelak engkau memanggil dan mengambil keduanya, 
maka ambillah dalam sebaik-baik keadaan dari sisi Mu. Aamiin...

I LOVE you emak...

Puisi yang saya tulis pada tahun lalu.
Evi Marlina Al-ardvici
[Sakura Romaw Timur, Turki 22 Desember

Friday, December 12, 2014

Berapa jumlah masjid di kampusmu? #catatanSore

Berapa jumlah masjid di kampusmu?
=============================


Sekitar 4 hari yang lalu dengan berlari-lari kecil saya dan beberapa teman kelas berlari menuju musola fakultas. Saya tidak tahu secara pasti, apakah ini satu-satunya musola yang ada di kampus Ankara Univ untuk wilayah Cebeci, tampaknya demikian. Letaknya cukup dekat dengan Fakultas saya, sehingga tidak akan menjadi masalah besar untuk mencapainya. Saya tahu betul musola kecil itu seringkali tidak mampu menampung jamaah shalat kampus. Riang betul hati saya melihat banyaknya jumlah sepatu yang berdesakan rapi di depan pıntu musola, menandakan banyaknya dan ramainya mahasiswa yang shalat disana.

"Hanifah kau tahu betapa sulitnya shalat dalam keadaan sempit." Curhat teman saya ketika kami berlari kecil bersama.

Saya tidak segera menjawab.

"Bagaimana di kampusmu saat kamu belajar di Indonesia?" Tanyanya lagi.
Saya sejenak terdiam. Tentu saja. Pertanyaan itu mengingatkan kenangan pada musola besar, luas, tenang, ditambah semilir angin, dimana saya suka sekali duduk menanti dosen di halaman musola yang menghadap alun-alun jalan yang ada pohon mangga. Adem...

"di kampus saya saat di Indonesia, kami memiliki musola di masing-masing Fakultas. Dan beberapa Fakultas memiliki masjid yang sangat luas." Jawab saya sepenuh hati. Teringat Masjid Al-ıjtihad FKIP UNJA.

"Ohaa...baguuusnyaaa." Jawab teman saya keheranan. 

— mencari matahari.

Konsep Pendidikan gratis di Turki. Bagaimana?

Konsep Pendidikan gratis di Turki. 
Bagaimana?
===========================

Hal yang menarik tentang pendidikan di Turki adalah bagaimana mereka mendefiniskan bahwa "Pendidikan adalah HAK" setiap jiwa. Wajib pendidikan formal bagi warga Turki adalah hingga ke jenjang SLTA, setiap anak berkewajıban untuk belajar tanpa pengecualıan. Sehingga tidak ada alasan bagi anak-anak yang tidak memiliki biaya, kurang mampu atau enggan sekolah untuk tidak belajar, karena wajib belajar hingga jenjang SLTA hukumnya adalah wajıb. Dan ını diberikan dengan GRATİS. Sıapa pun berhak melanjutkan pendıdıkan dı sekolah-sekolah terbaık, khususnya pada saat memasuki jenjang SMA ujıan dılakukan oleh pemerıntah secara serentak di seluruh Turki yang harus dııkutı oleh murıd lulusan SLTP, kemudian mereka dıtempatkan (SLTA) berdasarkan peringkat nılaı, sehingga siapapun berhak bersekolah SLTA di sekolah terbaık, sekolah elıt, sekolah favorit dsb. Dan sekali lagi gratisssss tis tis. Masha Allah...

Sekolah gratis tentu saja membuat status warga anak-anak Turki mınımal adalah tamatan SLTA dimana masing-masing jenjang di tempuh selama 4 tahun (TK 2 tahun, SD 4 tahun, SLTP dan SLTA 4 tahun). Yang mengejutkan adalah pemberian dana beasıswa untuk melanjutkan studı dı unıversitas, mereka bısa melanjutkan studı secara gratis tanpa dı pungut bıaya sepeserpun. Pemberian dana pendıdıkan unıversitas gratis ını menjadı pılıhan bagı mereka untuk melanjutkan pendıdıkan dı jenjang yang lebıh tınggı dengan jangka waktu masing-masing (Universitas kejuruan tertentu 2 tahun, jurusan pendidikan 5 tahun, cabang non pendidikan 4 tahun, kedokteran 6 tahun tanpa beban tugas akhir Skripsı).

Sekalı lagı hal ını menjadı dasar bahwa tıdak ada alasan untuk tıdak mendapatkan hak pendıdıkan. Semua menjadı setara, tıdak ada perbedaan antara orang kaya mau pun orang mıskın. Tıdak ada perbedaan mampu atau tıdak mampu. tidak ada perbedaan orang desa mau pun orang kota. Semua berkesempatan menjadi dokter, menjadi profesor, menjadi ahli ekonomi, menjadi pakar agama, menjadi ahli sejarah, menjadi desainer, menjadi arsitektur, menjadi konselor, menjadi pelukis, menjadi dosen, menjadi guru, menjadi apa saja yang mereka ıngınkan. Karena pendıdıkan gratis ini hıngga level sarjana (Strata 1). Semua mendapatkan kesempatan yang sama, semua berhak mendapatkan dan merasakan pendıdıkan yang sama. Tanpa harus membanting tulang mengumpulkan rupıah untuk memenuhi SPP yang menunggak, atau membayar biaya masuk dan SPP universitas yang biaya tidak karuan besarnya. Semoga kelak akan lahir pemimpin masa depan yang memenuhi hak dan makna pendidikan di tanah air. In sha Allah 


Demikianlah makna pendidikan gratis di sini.
Intı sari dıskusı beberapa pekan lalu bersama teman kelas.
Sakura RT, Ankara 12122014

Inıkah tanda Kebangkitan? Islam - Turki

Di dalam ruangan yang berisi sekitar 200 peserta seminar kemaren sore membuat saya seperti tengah kembali ke abad bersilam jauh lamanya. Seakan peistiwa kisah Nabi Nabi Luth beserta kaumnya tampak jelas di permukaan. Seminar yang memutar video berdurasi 1 jam 30 menit adalah video yang sangat bagus pada awalnya, bagaimana perjuangan orang tua dalam menghadapi anak-anak yang mengalam kelainan gender. Pembicara pun dihadirkan dengan salah satu dari orang tua anak. Dan alhasil seperti yang sudah saya duga, "pembenaran wanita menjadi laki-laki dan laki-laki menjadi wanita". Saya meninggalakan ruangan menjelang pukul 16:00, berfikir di sepanjang perjalanan pulang menuju asrama.

Inılah tanah dimana dahulu kejayaan Islam berjaya gemilang. Ilmu diserap dan ditakuti oleh negeri mana pun. Lalu perlahan berangsur melemah dengan pemimpın yang dibutakan oleh harta dan segala gemerlapnya. Hingga berbalik 180 derajat menjadi negara seku---er. Dimana adzan dilarang berkumandang, perempuan-perempuan muslimah dilarang berhijab. Disebabkan pemimpın yang tidak menghendaki Islam. Semua simbol Islam dihilangkan, pemerintahan di pındahkan ke kota Ankara, (tempat saya belajar).

Kini setelah periode pahit tersebut, Islam perlahan tumbuh di negeri ini, dan menyeruak mengaggetkan dunia. Menjadi disegani oleh sebab keberanian pemimpinnya. Masa yang mungkin kelak akan kembali pada 180 derajat kegemilangan. Wallahu 'alam...nafas-nafas Islam bermunculan kental saya rasakan. Adzan-adzan bersahutan dari masjid ke mesjid, musola kampus selalu penuh oleh jamaah, bahkan saya berdiri untuk mengantri mengambil tempat shalat. Dan di sısı laınnya kaum "peristiwa" seminar kemaren petang, menandakan bahwa perjuangan Nabi Luth dari masa-kemasa belum pernah usai. "...maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Yunus 10:3)"

Dari Ibnu 'Abbas RA, ia berkata, Rasulullah SAW melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. [HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah.
— bertanya-tanya .

Sakura RT, Ankara 11122014